Mitos Seputar Pola Makan Ibu Hamil dan Menyusui

Mitos yang berkembang di masyarakat terkait makanan untuk ibu hamil dan menyusui dapat mempengaruhi pola makan dan kebiasaan makan sehari-hari. Sayangnya, tak sedikit pula mitos justru bersifat menyesatkan sehingga dapat menghambat kecukupan gizi pada Ibu dan bayi. Padahal gizi merupakan salah satu pilar terpenting untuk kesehatan yang optimal, terutama pada ibu dan anak karena sangat menentukan tumbuh kembang anak.

Berikut beberapa mitos seputar kesehatan ibu dan anak yang sebaiknya kita ketahui.

1. Minum air es saat hamil membuat bayi besar

Faktanya, air es tidak akan membuat bayi besar, kecuali jika minumnya ditambah dengan sirup dan gula secara berlebihan. Energi dari gula dan sirup menyebabkan janin lebih cepat besar. Gula yang dikonsumsi berlebihan akan menimbulkan gangguan kerja insulin yang menyebabkan ibu mengalami diabetes gestasional. Maka bayi besar (saat lahir lebih dari 4 kilogram) merupakan salah satu penanda ibu mengalami penyakit tersebut.

2. Ibu hamil harus makan porsi ganda

Faktanya, meskipun sedang mengandung, seorang wanita bukan berarti harus makan porsi makanan untuk dua orang. Kebutuhan janin tidak sama dengan kebutuhan ibunya.

Ibu hamil hanya memerlukan tambahan ekstra 300 kalori per hari untuk mencukupi kebutuhan janin dalam kandungannya. Zat gizi yang harus diperbanyak adalah mikronutrien seperti kalsium dan zat besi, bukan karbohidrat atau lemak. Jika ibu hamil makan prosi ganda maka akan sulit untuk menurunkan berat badan pasca kelahiran. Selain itu, ibu hamil juga perlu memperhatikan penambahan berat badannya. Penambahan berat badan perlu disesuaikan dengan indeks massa tubuh (IMT) ibu sebelum hamil. Semakin besar IMT ibu sebelum hamil, maka seharusnya semakin kecil penambahan berat badan saat hamil.

3. Minum air kelapa akan memperlancar persalinan

Faktanya, belum ada bukti tentang kaitan air kelapa dengan mudahnya persalinan. Air kelapa mengandung elektrolit yang membantu menjaga tubuh tetap sehat, bukan untuk memperlancar persalinan.

4. Semua yang berwarna putih adalah susu (pemberian air tajin dan santan pada bayi dan balita)

Faktanya, semua yang berwarna putih belum tentu memiliki kandungan gizi yang sama seperti susu. Susu memiliki banyak jenis dan masing-masing memiliki keunggulan dan standar yang berbeda. Pada bayi, ASI lah yang terbaik karena memiliki zat gizi lengkap dan seimbang yang cocok untuk kebutuhan bayi. Pemberian air tajin dan santan bukannya menambah lengkap gizi bayi, malah akan membuat bayi kurang gizi.

5. Ibu hamil dan menyusui dilarang makan ikan dan makanan laut lain karena akan membuat ASI-nya amis.

Faktanya, ikan merupakan sumber protein dan mineral yang baik.dan asam lemak omega-3 yang diperlukan untuk perkembangan otak dan penglihatan bayi. Mengonsumsi dua porsi ikan per minggu dapat meningkatkan volume dan kualitas Asi yang baik pada ibu menyusui.

  • By dr. Aninda Dian Anggraeni
  • 19 April 2019