Radiotherapy Center



Pelayanan Radiotherapy Center (RTC) berlokasi di sebelah timur Gedung A Rumah Sakit “JIH”. RTC telah memiliki beberapa peralatan canggih yaitu Linear Accelerator (LINAC), suatu varian untuk kegiatan radiasi eksternal. Alat ini dapat meminimalkan kerusakan jaringan sehat, bahkan bentuk dari penyinaran yang dilakukan bisa disesuaikan bentuk tumor.  Terdapat juga alat CT Simulator yang berfungsi sebagai pemindai tumor agar arah penyinaran lebih tepat dan tidak merusak jaringan sekitar. 


Dengan adanya Pelayanan Radiotherapy Center (RTC) pasien penderita kanker dapat segera tertangani. Apabila penyakit kanker cepat ditangani, perkembangan penyakit kanker dapat segera diminimalkan dan diatasi sehingga dapat meningkatkan harapan kesembuhan dan usia hidup pasien.

Tumor yang dapat ditangani dengan radioterapi antara lain tumor pada kepala dan leher, tumor payudara, tumor leher rahim (cervix), tumor usus (colorectal), tumor prostat, dan tumor pada sistem reproduksi dan saluran kemih.

Kasus kanker di Indonesia
Prevalensi kanker di Indonesia maupun di dunia meningkat setiap tahun. Menurut data Globocan 2018 terdapat 18,1 juta kasus baru kanker dengan angka kematian sebesar 9,6 juta. Satu dari 5 laki laki dan 1 dari 6 perempuan di dunia mengalami kanker. Sedangkan data Riskesdas 2018 menunjukkan adanya peningkatan prevalensi kanker di Indonesia yaitu pada tahun 2013 prevalensi kanker 1,4 per 1000 penduduk menjadi 1,79 per 1000 penduduk pada tahun 2018. Prevalensi kasus kanker di Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan yang tertinggi di Indonesia yaitu 4,86 per 1000 penduduk. Kasus kanker terbanyak adalah kanker payudara, serviks, kanker nasofaring, kanker paru, kolorektal.

Terapi Kanker
Terapi kanker memerlukan beberapa modalitas utama yaitu operasi, radiotherapy dan kemoterapi. Enam puluh sampai 70 persen pasien kanker memerlukan radiotherapy. Tujuan radiotherapy pada pasien terutama sebagai terapi kuratif pasca operasi dengan tujuan mengurangi angka kekambuhan, contoh pada kanker payudara atau kanker serviks pasca operasi. Pada  beberapa jenis kanker sebagai terapi definitif untuk mengecilkan atau mengeradikasi kanker semaksimal mungkin serta meningkatkan survival contohnya pada kanker nasofaring, kanker serviks yang tidak operable, kanker kolorektal.  Pada pasien yang sudah terjadi metastase atau penyebaran jauh sebagai terapi  paliatif dengan meningkatkan kualitas hidup dengan cara mengurangi nyeri, mengurangi penekanan organ penting, mengurangi fraktur dan lainnya Pengobatan kanker juga  diberikan sebagai terapi kombinasi radiotherapy dan kemoterapi. Kombinasi radiotherapy dengan kemoterapi ada beberapa metode sesuai dengan jenis kanker dan stadium. Kemoterapi berperan sebagai neo adjuvant diikuti radiotherapy, atau sebagai terapi concurrent kemoradiasi yaitu diberikan bersama sama kemoterapi dan radiotherapy.

Radiotherapy
Radiotherapy merupakan terapi pada pasien kanker menggunakan radiasi pengion. Radiasi pengion adalah radiasi yang menimbulkan reaksi ionisasi pada saat melewati materi , dalam hal ini  jaringan atau tumor. Ada beberapa jenis radiasi yang digunakan dalam teknik radiotherapy, antara lain radiasi sinar gamma yang dihasilkan oleh sumber radiasi Cobalt-60 atau sinar X yang dihasilkan oleh alat Linear Accelerator/ Linac. Alat Linear Accelerator radiotherapy yang digunakan di RS JIH mempunyai daya tembus yang besar dan digunakan untuk radiasi  kanker  head and neck, thorax, abdomen pelvis dan ekstremitas. Semua peralatan radiotherapy di Indonesia harus melalui perijinan dari Kemenkes dan Bapeten sebagai Institusi / Lembaga Pemerintah yang bertanggunjawab terhadap safety kinerja peralatan kesehatan yang digunakan pasien, khususnya untuk terapi pada pasien kanker, dan selalu dilakukan pengukuran rutin agar radiasi yang diberikan ke pasien dipastikan presisi dan akurat serta aman untuk pekerja dan lingkungan sekitarnya.

Cakupan layanan Radiotherapy
1. Poliklinik
Pasien kanker masuk pertama kali di poliklinik untuk assessment awal dalam menentukan diagnosis, stadium serta indikasi radiotherapy. Setelah ditentukan adanya indikasi untuk dilakukan radiotherapy, kemudian ditentukan target radiasi, serta untuk mengevaluasi selama sesi  radiotherapy dan kontrol setelah selesai sesi radiotherapy.

2. Alat bantu seperti masker dan lainnya
Untuk dapat dilakukan radiotherapy, pasien harus melakukan posisi yang sesuai dengan target radiasi. Untuk mendapatkan posisioning pasien yang nyaman dan aman, maka setiap pasien yang akan menjalankan terapi radiasi dapat menggunakan alat bantu seperti masker head and neck, masker abdomen dan masker thorax supaya tidak terjadi perubahan gerakan tubuh sehingga  sasaran target diharapkan presisi dan akurat (tidak berubah atau tepat).

3. CT Simulator
Kemudian dilakukan CT Simulator untuk menentukan target radiasi, ukuran, bentuk, lokasi, dan organ sehat sekitarnya serta dosis radiasi target.

4. Treatment Planning System (TPS)
Setelah dari CT Simulator dilanjutkan perhitungan dosis tumor dan organ sehat  berdasarkan hasil CT Simulator, serta arah radiasi  dan teknik radiasi di TPS (treatment planning system). Teknik radiotherapy dapat menggunakan teknik 2 Dimensi dan teknik Conformal sesuai perhitungan di TPS.

5. Linear Accelerator/ Linac
Selanjutnya pasien dapat di radiasi sesuai perhitungan di TPS dengan beberapa kali verifikasi sebelum dan selama terapi radiasi untuk menjamin area radiasi sesuai dan tepat sejak awal sampai selesai sesi radiotherapy. Dosis radiotherapy ditentukan oleh dokter penanggung jawab Sebelum dan selama radiotherapy pasien harus dilakukan beberapa kali pemeriksaan untuk menjamin radiotherapy lancar serta optimal. Hal yang harus diperhatikan adalah kadar Hb di atas 12 gr/dl, trombosit lebih dari 80.000 dan lekosit lebih dari 3000.
Radiotherapy berkaitan erat dengan profesi lain seperti dokter Radiologi, Patologi Anatomi, Patologi Klinik, Bedah Tumor, Penyakit Dalam, THT, Obsgyn, Urologi, Orthopedi, Anak, dll.

Layanan Radiotherapy Center Rumah Sakit JIH :
CT Simulator Kepala {Kontras / Non-Kontras}
CT Simulator Thorax (Kontras / Non-Kontras)
CT Simulator Abdomen (Kontras / Non-Kontras)
CT Simulator Pelvis {Kontras / Non-Konras}
CT Simulator Ekstremitas {Kontras / Non-Kontras)
TPS 2D
TPS 3D
PENYINARAN 2D
PENYINARAN 3D
PENYINARAN IIURT

Pendaftaran RTC dapat dilakukan dengan datang langsung ke Radiotherapy Center Rumah Sakit "JIH" atau untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi (0274) 446-3535 ext 285.

Dokter Spesialis Poli Radiotherapy

1. dr. Mimiek Alimiyah, Sp.Rad (K) Onk. Rad
2. dr. Wigati Dhamiyati, Sp. Rad (K) Onk. Rad
3. dr. Ericko Ekaputra, Sp. Rad (K) Onk. Rad
4. dr. Sri Retno Dwidanarti, Sp. Rad (K) Onk. Rad

ALUR PENDAFTARAN RADIOTHERAPY CENTER


LAYANAN KAMI