Yuk Mengenal Jenis Obat Anti Alergi!

Senin, 05 April 2021 92

Article Byapt. Pradita Widyaningrum, S.Farm 

Farmasi Rumah Sakit "JIH"


Reaksi alergi merupakan respon berlebih dari sistem imun tubuh terhadap zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Zat asing yang menyebabkan reaksi alergi biasa disebut alergen. Reaksi alergi seperti sesak nafas banyak dijumpai pada penderita rhinitis alergi dan asma yang biasanya dipicu oleh suhu dingin atau paparan debu. Alergi dapat muncul pada usia berapa saja, namun faktor genetik merupakan faktor terpenting seseorang mempunyai riwayat alergi.

            Beberapa macam alergen yang sering memicu reaksi alergi antara lain makanan seperti udang, kacang dan susu, debu, suhu dingin, bulu binatang, gigitan serangga, obat-obatan seperti antibiotik penisilin atau OAINS (Obat Anti Inflamasi Non-Steroid) serta alergi kontak dengan karet. Reaksi alergi dapat muncul dengan cepat setelah terjadi paparan alergen. Gejala alergi ringan hingga sedang  yang sering  muncul adalah bersin, hidung tersumbat atau berair, gatal kemerahan pada kulit, mata merah dan berair atau sesak nafas.  Sedangkan respon alergi yang berat disebut anafilaksis atau syok anafilaksis yang ditandai dengan kesulitan bernafas, kebingungan, kulit dan bibir biru, hilang kesadaran, dan detak jantung cepat perlu penanganan medis segera.

            Di dalam tubuh, reaksi alergi disebabkan oleh produksi berlebih antibodi imonuglobulin E (IgE) yang memicu pelepasan senyawa kimia histamine yang menyebabkan reaksi inflamasi (radang). Obat-obat anti alergi yang banyak beredar mempengaruhi ikatan histamin dengan reseptor sel (reseptor H-1) yang terdapat pada jaringan otot halus, sistem saraf pusat dan endothelium pembuluh darah yang bertujuan untuk mengurangi reaksi alergi.

            Obat anti histamin untuk alergi dibedakan menjadi 2, yaitu generasi 1 dan generasi 2. Generasi 1 mempunyai bentuk molekul obat yang dapat menembus sistem saraf pusat, obat ini menyebabkan efek sedasi atau mengantuk yang lebih kuat dibanding generasi 2. 

Generasi 1 : chlorpheniramine, diphenhydramine, cyproheptadine, promethazine, hydroxyzine.

Generasi 2 : cetirizine, loratadine, desloratadine, terfenadine, fexofenadine.

            Pemilihan obat alergi disesuaikan dengan penyebab, tingkat keparahan alergi dan aktivitas sehari-hari. Hindari kegiatan yang membutuhkan konsentrasi penuh setelah mengkonsumsi obat yang mengandung obat anti histamine terutama generasi 1. Hal terpenting untuk menjaga agar alergi tidak kambuh adalah mengetahui alergen penyebab alergi dan menghindarinya. Beberapa obat tambahan yang diberikan untuk mengatasi gejala alergi selain anti histamin diantaranya dekongestan untuk hidung tersumbat, pelembab untuk mengurangi gatal dan kulit kemerahan serta steroid untuk mengurangi pembengkakan akibat inflamasi. Apabila setelah 3 hari gejala tidak membaik, segera periksa ke dokter agar mendapatkan penangan yang tepat. Jangan lupa, tanya obat? Tanya Apoteker!