Waspadai Virus Korona

Rabu, 29 Januari 2020 193

Apa itu Virus Corona?

Coronavirus (CoV) adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Novel coronavirus (2019-nCoV) adalah virus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. 


Bagaimana Penyebarannya?

Pada 31 Desember 2019, WHO China Country Office melaporkan kasus pneumonia yang tidak diketahui etiologinya di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Pada tanggal 7 Januari 2020, Cina mengidentifikasi pneumonia yang tidak diketahui etiologinya tersebut sebagai jenis baru coronavirus (novel coronavirus, 2019-nCoV). Penambahan jumlah kasus 2019-nCoV berlangsung cukup cepat dan sudah terjadi penyebaran ke luar wilayah Wuhan dan negara lain.

Sampai dengan 26 Januari 2020, secara global 1.320 kasus konfim di 10 negara dg 41 kematian. Rincian China 1297 kasus konfirmasi (termasuk Hongkong, Taiwan, dan Macau) dengan 41 kematian (39 kematian di Provinsi Hubei, 1 kematian di Provinsi Hebei, 1 kematian di Provinsi Heilongjiang), Jepang (3 kasus), Thailand (4 kasus), Korea Selatan (2 kasus), Vietnam (2 kasus), Singapura (3 kasus), USA (2 kasus), Nepal (1 kasus), Perancis (3 kasus), Australia (3 kasus). Diantara kasus tersebut, sudah ada beberapa tenaga kesehatan yang dilaporkan terinfeksi.


Bagaimana Cara Penularan?

Virus corona adalah zoonosis (ditularkan antara hewan dan manusia). Penelitian menyebutkan bahwa SARS-CoV ditransmisikan dari kucing luwak (civet cats) ke manusia dan MERS-CoV dari unta ke manusia. Beberapa coronavirus yang dikenal beredar pada hewan namun belum terbukti menginfeksi manusia. Menurut hasil penyelidikan epidemiologi awal, sebagian besar kasus 2019 n-CoV di Wuhan memiliki riwayat bekerja, menangani, atau pengunjung yang sering berkunjung ke Pasar Grosir Makanan Laut Huanan. Sampai saat ini, penyebab penularan masih belum diketahui secara pasti. Masih diteliti apakah penularannya melalui kelelawar atau ular.

Kemungkinan penyebaran Coronavirus adalah:

- Melalui udara (batuk dan bersin tanpa menutup mulut)

- Melalui sentuhan atau jabat tangan orang yang terinfeksi

- Melakukan kontak dg permukaan yang terdapat virus kemudian menyentuh hidung, mata, atau mulut

- Kontak dengan kotoran yang terinfeksi


Mengapa Kita Perlu Khawatir Terhadap Coronavirus?

Virus CoV ini sangat cepat dalam bermutasi (berubah secara gen), sudah lebih dari 200 jenis CoV, sehingga virus ini sangat mudah menular. Mutasi corona diidentifikasi pada hewan perantara yang berbeda-beda, seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) muncul di Arab tahun 2012 dengan Unta sebagai perantaranya dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV) muncul 2002 dengan musang sebagai perantaranya.


Gejala atau Tanda-Tanda Pada Penderita?

Manifestasi klinis biasanya muncul dalam 2 hari hingga 14 hari setelah paparan. Tanda dan gejala umum infeksi coronavirus antara lain gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk dan sesak napas, hasil rontgen menunjukkan infiltrate pneumonia luas di kedua paru. Pada kasus yang berat dapat menyebabkan pneumonia berat, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.


Bagaimana Seseorang Dikatakan Menderita NCOV? Pemeriksaan Apa Saja Yang Dilakukan?

- Anamnesis: riwayat kesehatan, gejala yang dirasakan

- Pemeriksaan fisik

- Meakukan tes darah

- Melakukan tes lab: dahak, sampel dari tenggorokan, atau specimen pernafasan lain.


Siapa Saja Orang-Orang Yang Dicurigai (suspect) Mengidap Virus Corona?

Pasien dalam Pengawasan/Suspect

1.  Seseorang yang mengalami:

a. Demam (?380C) atau ada riwayat demam

b. Batuk/ Pilek/ Nyeri tenggorokan

c. Pneumonia ringan hingga berat berdasarkan gejala klinis dan/atau gambaran radiologis


DAN disertai minimal satu kondisi sebagai berikut:

a. Memiliki riwayat perjalanan ke China atau wilayah/negara yang terjangkit dalam waktu 14 hari sebelum timbul gejala; ATAU

b. Merupakan petugas kesehatan yang sakit dengan gejala sama setelah merawat pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) berat yang tidak diketahui penyebab/etiologi penyakitnya, tanpa memperhatikan tempat tinggal atau riwayat bepergian; ATAU


2. Seseorang dengan ISPA ringan sampai berat dalam waktu 14 hari sebelum sakit, memiliki salah satu dari paparan berikut:

a. Memiliki riwayat kontak erat dengan kasus konfirmasi 2019-nCoV; ATAU

b. Bekerja atau mengunjungi fasilitas kesehatan yang berhubungan dengan pasien konfirmasi 2019-nCoV di China atau wilayah/negara yang terjangkit; ATAU

c. Memiliki riwayat kontak dengan hewan penular (jika hewan penular sudah teridentifikasi) di China atau wilayah/negara yang terjangkit; ATAU

d. Memiliki riwayat perjalanan ke Wuhan dan memiliki (demam ?380C) atau ada riwayat demam


Termasuk Kontak Erat adalah:

? Petugas kesehatan yang memeriksa, merawat, mengantar dan membersihkan ruangan di tempat perawatan khusus

? Orang yang merawat atau menunggu pasien di ruangan

? Orang yang tinggal serumah dengan pasien 

? Tamu yang berada dalam satu ruangan dengan pasien


Pencegahan

Untuk mencegah penyebaran infeksi :

a. Mencuci tangan secara teratur: setelah batuk atau bersin, saat merawat orang sakit, sebelum selama dan setelah menyiapkan makanan, sebelum makan, setelah menggunakan toilet, ketika tangan tampak kotor, setelah menangani hewan atau kotoran hewan

b. Sering mencuci tangan dengan air dan sabun selama min 20 detik. Jika tidak tersedia sabun, gunakan cairan sanitasi berbahan dasar alkohol

c. Menerapkan etika batuk dan bersin dengan cara menutupi hidung dan mulut dengan tisu atau siku tertekuk. Dan segera buang tisu yang sudah dipakai ke tempat sampah

d. Memasak daging dan telur sampai matang, gunakan telenan dan pisau yang berbeda untuk daging mentah dan makanan yang dimasak

e. Hindari kontak dekat dengan siapa pun yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan seperti batuk dan bersin

f. Hindari kontak tanpa perlindungan dengan hewan liar atau hewan ternak

g. Jangan lupa memakai masker apabila sedang batuk dan flu, serta untuk pencegahan penularan

h. Membatasi bepergian ke luar kota terutama ke Negara yang sudah terjangkit

i. Melengkapi status imunisasi anak terutama vaksin terkait pneumonia (DPT, HiB, Campak, PCV, dan influenza)


Tatalaksana atau Pengobatan

Tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit yang disebabkan oleh Cov pada manusia karena sebagian besar orang dengan infeksi virus akan sembuh dengan sendirinya asalkan imun tubuh dalam keadaan baik. Namun utk meredakan gejala dapat menkonsumsi obat batuk dan flu, banyak minum air putih, banyak beristirahat, makan minum sehat