Tips Pola Hidup Sehat pada Gastritis

Kamis, 16 September 2021 205

Gastritis adalah penyakit lambung yang disebabkan karena dinding lambung mengalami peradangan. Itulah sebabnya gastritis sering disebut juga sebagai radang lambung. Penyebab gangguan lambung ini antara lain karena infeksi bakteri Helicobacter pylori, efek samping penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), gaya hidup yang kurang baik, hinggastres berkepanjangan.

Secara umum, gastritis dibagi menjadi dua jenis, yaitu gastritis akut :

a. Gastritis akut adalah peradangan pada lapisan lambung yang terjadi secara tiba-tiba.

b. Gastritis kronis terjadi secara perlahan dan dapat berlangsung dalam waktu yang lama. Gastritis kronis juga menimbulkan nyeri yang lebih ringan dibandingkan dengan gastritis akut, tetapi munculnya lebih sering dan dapat terjadi dalam waktu yang lebih lama.

Gangguan lambung  ini sebaiknya segera ditangani dengan tepat. Oleh karena selain berisiko menyebabkan kanker perut, gastritis juga bisa menyebabkan pengikisan lapisan lambung (gastritis erosif), akibatnya lambung akan terluka dan mengalami perdarahan.


Gejala Gastritis

Secara umum, gejala gastritis meliputi :

- Nyeri dan ada sensasi panas di bagian ulu hati

- Perut kembung, mual, muntah, cegukan

- Nafsu makan turun

- Cepat merasa kenyang saat makan

- Buang air besar berwarna hitam

- Muntah darah


Cara Mengatur Pola Hidup Sehat pada Gastritis

1. Mengatur Pola Makan

Pola makan yang tepat untuk penderita gastritis adalah dengan menerapkan dietlambung, yang bertujuan membantu menetralkan kelebihan asam lambung dengan mengkonsumsi makanan yang adekuat dan tidak merangsang lambung. Syarat diet lambung yaitu makanan dalam bentuk lunak dan mudah dicerna, hindari makanan yang merangsang lambung seperti asam, pedas, bergas, tekstur keras, terlalu panas atau dingin, makanan diberikan dalam porsi kecil dan sering, dan cara pengolahan yang tepat seperti direbus, dikukus, panggang dan tumis.

Contoh makanan yang dihindarkan :

- Sumber Karbohidrat : ketan, ubi, singkong, talas

- Sumber hewani : daging tinggi lemak, produk olahan yang diawetkan

- Sumber nabati : kacang tanah, kacang tolo, kacang kedelai

- Sumber lemak : hindari cara pengolahan dengan santan dan goreng

- Sumber sayuran : hindari sayuran mentah dan menimbulkan gas seperti kol, sawi, nangka, daun singkong, daun kacang panjang.

- Sumber buah : hindari buah asam serta tinggi lemak dan bergas tinggi seperti durian, nangka, dan nanas.

- Sumber minuman : minuman berkafein, teh yang kental, minuman soda.

- Hindari bumbu pedas dan asam

2. Membuat pola dan jadwal makan yang teratur

Seseorang yang memiliki pola makan tidak teratur mudah terserang gastritis. Apabila seseorang terlambat makan sampai 2-3 jam, maka asam lambung yang diproduksi semakin banyak dan berlebih sehingga dapat mengiritasi mukosa lambung serta menimbulkan rasa nyeri di sekitar epigastrium. Jika kondisi ini  berlangsung lama, produksi asam lambung akan berlebihan sehingga dapat mengiritasi dinding mukosa pada lambung dan dapat berlanjut menjadi tukak lambung

3. Stop konsumsi minuman beralkohol

Konsumsi alkohol dapat mengiritasi dan mengikis lapisan dalam perut dan lebih rentan mengeluarkan cairan pencernaan.

4. Hindari Stres

Pada kondisi stres, lambung akan memproduksi asam lambung tiga kali lebih banyak dari kondisi normal. Selain itu, pada kondisi stres produksi hormon prostaglandin akan menurun, sedangkan hormon ini berperan dalam melindungi mukosa lambung.