Tips Gigi dan Mulut Sehat di Masa Pandemi

Selasa, 21 September 2021 244

Tidak terasa sudah 1,5 tahun lebih kita berada dalam masa Pandemi Covid-19, kondisi yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Semua bidang, semua segi terdampak oleh pandemi Covid-19 ini tak terkecuali layanan kesehatan gigi dan mulut, Oleh sebab itu kita harus beradaptasi dengang kondisi saat ini.

Sudah sekian lama masyarakat melakukan WFH serta menunda berkunjung ke dokter gigi, tentu hal ini akan mempengaruhi derajad/ status kesehatan gigi masyarakat. Berdasarkan penelitian selama WFH ternyata banyak masyarakat yang cenderung mengkonsumsi makanan yang kurang sehat terutama yang manis manis tetapi tidak diimbangi dengan perawatan gigi yang baik dan benar.  Tidak teratur menyikat gigi, yang mestinya menambal gigi dibiarkan akhirnya makin parah dan sakit, yang mestinya rutin membersihkan karang gigi juga ditunda, yang seharusnya kontrol behel lama tidak dikontrol, gigi ompong dibiarkan yang akhirnya mengganggu pencernaan. Kondisi ini jika dibiarkan berlarut larut tentu akan mengganggu kesehatan secara keseluruhan.


Banyak pertanyaan dari masyarakat

1. Bagaimanakah cara merawat gigi dimasa pandemi ini?

2. Amankah periksa dan perawatan gigi saat ini?


Untuk pertanyaan pertama jawabannya sederhana, hampir sama dengan cara merawat gigi sebelum pandemi yakni

1. Sikat gigi  teratur 2x sehari, setelah sarapan pagi dan menjelang tidur malam.

2. Sikat lidah

3. Obat kumur jika perlu

4. Banyak minum air putih

5. Makan sayur dan buah

6. Kurangi makan manis dan lengket

7. Menggunakan dental floss

8. Hub.dokter gigi jika ada keluhan. Dianjurkan terlebih dahulu via telepon, wa dll (teledentistry).


Sedangkan untuk pertanyaan kedua,

Di awal pandemi PDGI menyerukan kepada seluruh dokter gigi untuk "tiarap", tidak memberikan layanan gigi dan mulut semantara, kecuali keadaan emergency (kesakitan, infeksi/ pembengkakan, trauma gigi, perdarahan). Hal ini dikarenakan kita belum tahu banyak mengenai virus Covid-19 ini, bagaimana mencegah dan menghindarinya, mengingat area gigi dan mulut adalah sumber dimana virus ini menular dari orang satu ke orang lain melalui droplet yg keluar dari mulut atau hidung penderita. Seruan PDGI itu kemudian diperkuat kembali pada bulan Juli 2021 pada saat penerapan PPKM DARURAT dimana saat itu banyak sekali para Nakes berguguran. Hingga saat ini dalam catatan PDGI ada sekitar  50 dokter gigi yang meninggal dan ratusan terpapar.


Para dokter dan para peneliti mulai mencari cara, strategi bagaimana menangani pasien gigi di masa pandemi seperti ini. Berbagai alat, APD dan inovasi-inovasi lain diciptakan demi mengurangi paparan virus Covid-19. Contoh penggunaan APD LEVEL 3 diwajibkan, disinfeksi/sterilisasi ruangan praktek, pengaturan udara/ventilasi  ruang praktek  melalui pemasangan exhaust, air purifier, vaccum dental aerosol dll. Memang bukan jaminan untuk tidak terpapar tapi setidaknya ikhtiar maksimal.

Beberapa minggu  terakhir angka positive rate semakin menurun, kita berharap kondisi ini terus mambaik dari waktu ke waktu. Tentu harus tetap disiplinmenjalankan PROKES, 5M ditambah vaksinasi.

Para ahli epidemilogi memperkirakan pandemi tidak akan selesai dalam waktu singkat, virus ini akan terus berada disekitar kita dalam arti menjadi endemi. Lalu apa sikap kita? Mau tidak mau kita harus hidup berdampingan dengan virus ini. Kehidupan harus tetap berjalan, roda ekonomi harus berputar, layanan kesehatan kepada masyarakat juga harus diberikan tak terkecuali layanan perawatan gigi dan mulut.


Dalam kondisi dimana pasien harus berkunjung ke dokter gigi maka paling tidak ada beberapa panduan agar aman yaitu:

1. Sebelum ke Dokter gigi

- manfaatkan telekonsultasi, telemedicine ( teledentistry )

- penjadwalan supaya tidak crowded dan tetap bisa menjaga jarak

2. Saat di Dokter gigi dan setelahnya

-  tahapan skrining. Ini fase yang penting, pasien harus jujur menyampaikan kondisi kesehatannya apakah ada gejala yg mengarah ke Covid-19 misal batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan, sesak, riwayat kontak, perjalanan, vaksinasi dll.

- cuci tangan

- lepas masker saat diminta

- kumur iodine

- cuci tangan kembali lalu pakai masker.

- mandi sampai rumah

- rendam pakaian dg detergen.

Dari sisi faskes tentunya wajib dilengkapi dengan alat-alat pencegahan penularan covid misalnya ventilasi yang baik, axhaust, air purifier, aerosol vaccum, doffing dan downing yang benar, sterilisasi dan desinfeksi dll.

Demi keamanan bersama, beberapa prosedur tindakan gigi yang menghasilkan aerosol seperti pembersihan karang gigi/scaling, pengeboran gigi, tindakan bedah mulut dll, pasien dianjurkan swab antigen atau PCR terlebih dulu.

Dokter gigi dan perawat juga harus melengkapi diri dengan APD sesuai standart, senantiasa menerapkan Prokes baik dilingkungan kerja maupun diluar, serta wajib ikut vaksinasi covid-19.

Dengan upaya yang maksimal setidaknya dapat meminimalisir potensi penularan serta bisa memberikan pelayanan yang nyaman dan aman bagi pasien.


Kesimpulannya

1. Sangat baik dan bijak apabila pada saat pandemi seperti ini kita memaksimalkan upaya perawatan gigi dan mulut kita di rumah agar tetap sehat dan mencegah agar tidak sakit.

2. Berkunjung ke dokter gigi dimasa pandemi  akan aman jika tetap menerapkan PROKES baik pasien, dokter gigi, perawat maupun Faskesnya.