Pijat Bayi Untuk Optimalkan Tumbuh Kembang

Kamis, 02 September 2021 139

Melihat senyum sikecil merupakan kebahagian yang luar biasa bagi setiap orangtua. Agar sikecil selalu bahagia dan sehat, banyak cara yang dilakukan untuk menghindarkannya dari berbagai hal yang tidak diinginkan. Salah satunya dengan Pijat Bayi.

Semua orang mungkin mengetahui bahwa pijatan memiliki manfaat positif bagi bayi, salah satunya adalah memperkuat bonding atau ikatan bayi dan orangtuanya, terutama ibu. Namun, lebih dari itu, pijatan rutin dari ibu pada bayi ternyata juga bisa memberi dampak positif terhadap tumbuh kembang mereka. Manfaat dari pijat bayi ini adalah sebagai salah satu langkah preventif untuk memantau tumbuh kembang anak. Artinya, tumbuh kembang sikecil dapat terpantau melalui gerakan dan kebiasaannnya. Melalui pijat bayi ini, orang tua akan mendapatkan informasi mengenai tahapan tumbuh kembang anak yang seharusnya dicapai sesuai usia sikecil. Sebelum dilakukan pijat bayi, orangtua pasien akan sedikit ditanya tentang kebiasaan sikecil, hal ini untuk mengetahui apakah ada hambatan dalam tumbuh kembang. Jika terdapat hambatan pada sikecil, terapis pijat bayi akan memberikan tips langkah apa yang harus diambil oleh orangtua.

Sebenarnya pijat bayi dapat dilakukan oleh siapa saja, baik oleh orang tua (ibu atau ayah), tenaga terlatih dan anggota keluarga lainnya yang sudah memahami prinsip-prinsip dalam pijat bayi. Teknik pijat bayi bisa kita lihat di video-video pijat bayi yang direkomendasikan dokter di media sosial. Hal penting yang harus diingat adalah kita memberikan stimulasi sentuhan/perabaan bukan kekuatan.

Pijat bayi dilakukan saat suasana santai dan rileks. Harapannya bayi akan merasa nyaman dan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan. Lakukan pijat bayi saat bayi dalam kondisi rileks, jangan lakukan ketika bayi kenyang atau habis menetek, atau saat lapar. Atau saat bayi rewel karena mengantuk atau kegerahan. Selain itu beberapa hal yang harus diperhatikan saat memijat bayi antara lain: jangan memijat bayi setelah minum atau makan, jangan membangunkan bayi hanya untuk pijat, jangan memijat bayi saat sakit, jangan memaksa posisi tertentu saat pemijatan, jangan memijat dengan kuku panjang, jangan menggunakan baby oil/ losion untuk memijat wajah.

Jenis stimulasi yang didapatkan dengan pijat bayi adalah stimulasi raba (taktil), gerak (kinestetik), dan kombinasi stimulasi lainnya. Saat pemijatan, orang tua dapat memberikan stimulasi auditory (pendengaran) dengan mengajak bayi berbicara saat melakukan pijatan, atau melantunkan ayat-ayat Qur’an ataupun mendengarkan music klasik. Bayi akan mendapatkan stimulasi visual (penglihatan) yaitu dengan melakukan kontak mata dan memberikan mainan yang menarik pada saat memijat bayi.

Pemijatan dapat dilakukan kurang lebih 15-30 menit, tergantung suasana bayi saat itu. Apabila bayi menikmati pijatannya, kita bisa lakukan lebih lama. Apabila pijatan yang kita berikan membuat nyaman, biasanya bayi akan tertidur selama pemijatan. Sebaiknya pijat bayi dilakukan secara rutin, namun tidak ada batasan baku untuk frekuensinya. Hal penting yang perlu diingat adalah semakin sering kita memberikan stimulasi ini, harapannya hasilnya akan lebih baik untuk optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Pijat bayi bisa menjadi bentuk stimulasi terhadap bayi untuk mendukung tumbuh kembang bayi yang optimal. Namun, perlu diperhatikan bahwa pijat bayi ini bukanlah sebuah terapi untuk pengobatan, melainkan stimulasi rangsangan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang si kecil.