“Picky Eaters” Pada Anak

Selasa, 15 Juni 2021 113

Ayu Qonita Rahmawati, S.Tr

Seperti orang dewasa, anak-anak memiliki pilihan yang berbeda dalam hal makanan. Suhu, warna, dan tekstur dapat mempengaruhi apakah seorang anak akan mencoba dan menyukai makanan baru. Beberapa anak adalah pemakan yang “pilih-pilih”, dan lebih menyukai jenis atau tekstur makanan tertentu dan menolak jenis makanan lain. Namun, penolakan anak untuk makan makanan tertentu tidak dianggap “pilih-pilih” jika kekurangan nutrisi mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya.

Strategi untuk Membantu Picky Eater

Biarkan Pilihannya Tetap Terbuka – Diperlukan sepuluh hingga lima belas percobaan sebelum seorang anak menerima makanan baru. Tujuannya adalah untuk terus menghadirkan pilihan baru sambil membuat pilihan lebih mudah untuk dimakan. Misalnya, memanggang sayuran bisa membuatnya terasa lebih manis atau menambahkan sedikit lemon ke brokoli yang dimasak bisa membuatnya lebih enak. Beberapa anak mungkin menolak makan kembang kol dalam bentuk kepala, tetapi akan melahap nasi kembang kol. Menyajikan beberapa opsi berbeda dapat membantu mengubah penolakan menjadi percobaan.

Penyajian makanan – Urutan penyajian dan jumlah makanan yang diberikan dapat mempengaruhi seberapa banyak makanan yang akan dimakan anak pada waktu makan. Cobalah menyajikan hal-hal yang kurang disukai anak-anak (misalnya, sayuran) di awal makan saat mereka paling lapar, diikuti dengan makanan favorit (misalnya, nugget ayam) di akhir waktu makan. Aturan praktis yang baik untuk menentukan ukuran porsi adalah satu sendok makan per tahun. Misalnya, dua sendok makan jagung cocok untuk anak berusia dua tahun. Ketika porsinya benar, tampaknya lebih mudah untuk memakan sebagian besar makanan di piring.

Waktu adalah Segalanya – Jika Anda tahu anak Anda rewel dan berjuang setelah waktu tertentu setiap malam, cobalah makan malam sebelum itu terjadi. Anak-anak yang tidak berjuang untuk tidur lebih cenderung duduk cukup lama untuk mencoba makanan baru

Mengimajinasikan makanan – Beberapa anak mungkin tidak terkesan dengan kombinasi makanan atau makan malam tertentu. Menggabungkan makanan tertentu untuk menciptakan sesuatu yang baru seperti "pesawat yang mebawa makanan" (sendok yang terisi nasi, jagung atau sereal) atau menciptakan nama baru untuk makanan yang sudah dikenal seperti menyebut brokoli "pohon alien hijau" bisa cukup menyenangkan untuk rutinitas makan malam.

Aturan Satu Gigitan – Aturan satu gigitan adalah pilihan yang bagus jika seorang anak menolak untuk mencoba sesuatu yang baru atau menolak makanan yang pernah mereka makan sebelumnya. Tujuan dari aturan ini bukan untuk membuat anak makan semua makanan baru hari ini, tetapi untuk membantu mereka belajar menyukainya seiring waktu; oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk menahan akhir kesepakatan mereka dan melanjutkan setelah satu gigitan.

Jika Anda khawatir anak Anda lebih dari sekadar "pemilih makanan", mintalah rujukan ke terapis wicara atau spesialis makan dari dokter anak Anda. Seorang terapis atau profesional dengan pengalaman bekerja dengan makan dan menelan akan dapat menentukan apakah anak Anda mengalami fase balita yang khas atau merekomendasikan evaluasi dan intervensi lebih lanjut.