Perkuat Imunitas dengan Cukupi Asupan Buah

Senin, 31 Agustus 2020 107

Article By : Riyana Rochmawati, S.Gz (Ahli Gizi RS JIH)

        Tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Buah Sedunia yang artinya buah memiliki kontribusi yang besar untuk menjaga tubuh agar tetap sehat. Secara umum buah memiliki berbagai manfaat seperti menjaga metabolisme tubuh, membantu menyangkal senyawa dan radikal bebas yang bisa menurunkan imunitas, menjaga kenormalan kolesterol, tekanan darah, kadar gula, dan sistem pencernaan, membantu mengatasi obesitas, serta mencegah bahkan mengobati kanker.

        Kementerian kesehatan dalam panduan gizi seimbang pada masa pandemic telah menganjurkan masyarakat untuk meningkatkan konsumsi sayur dan buah berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan vitamin A, B kompleks, C, D, E dan konsumsi mineral. Kebutuhan zat gizi mikro lain yang dibutuhkan yaitu zinc, selenium, magnesium, dan zat besi yang juga banyak terdapat pada sumber lauk hewani.

        Kebutuhan konsumsi buah yang harus dipenuhi yaitu sebanyak 2-3 porsi sehari. Secara mudah, kita bisa membiasakan konsumsi 1 potong buah ukuran sedang setiap makan. Selain itu buah bisa dijadikan makanan selingan antara makan pagi dan siang atau antara makan siang dan malam. Konsumsi buah ini juga bisa semakin optimal ketika kita juga memperbanyak konsumsi sayuran sehingga asupan serat dan manfaat antioksidan bisa lebih optimal.

        Antioksidan sudah terbukti dalam berbagai penelitian dapat memperkuat sistem imun dengan menangkal radikal bebas. Sumber antioksidan seperti vitamin C, E, dan betakaroten banyak terkandung dalam buah dan sayur berwarna merah, oranye, kuning, dan ungu. Beberapa jenis buah yang baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang kaya antioksidan adalah pepaya, jeruk, lemon, cabai, paprika, kiwi, mangga, jambu, dan stroberi.

        Buah akan lebih maksimal manfaatnya jika kita mengurangi tambahan gula pada saat mengkonsumsi misalnya dengan konsumsi buah potong atau jus tanpa gula. Menurut rekomendasi WHO dalam panduan asupan gizi pandemic COVID-19, konsumsi gula berlebihan stidak dianjurkan karena dapat memperlambat kerja sel imun.