Pengelolaan Sediaan Insulin di Rumah

Selasa, 24 Mei 2022 138

Diabetes Melitus didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah sebagai akibat dari insufisiensi fungsi hormon insulin dalam tubuh. Terapi Diabetes Melitus dapat berupa obat antidiabetik oral ataupun dengan menggunakan hormon insulin.

Tujuan terapi dengan insulin yakni untuk menyamakan pola sekresi insulin endogen pada individu normal sehingga dapat mengontrol kadar gula darah dengan optimal. Manajemen terapi pada pasien diabetes melitus rawat jalan salah satunya menggunakan terapi insulin dalam bentuk produk pen insulin, merupakan alat khusus berisikan hormone insulin dengan ukuran produk seperti pulpen. Beberapa kelebihan pen insulin diantaranya yakni lebih sederhana dan mudah digunakan, ukuran jarum lebih kecil sehingga lebih nyaman untuk disuntikkan, pengaturan dosis lebih akurat serta memungkinkan untuk dapat dibawa dengan mudah. Dengan adanya pen insulin pasien bisa menggunakan insulin secara manual untuk mengatur kadar gula darah dan menjaganya tetap normal. Pen insulin bersifat individual, artinya tidak diperbolehkan untuk berbagi pen, jarum insulin, serta dosis terapi dengan pasien yang lain. Untuk dapat menggunakan pen insulin secara optimal anda perlu mengetahui pengelolaan insulin yang meliputi cara penggunaan, penyimpanan hingga pembuangan pen insulin dan bahan medis habis pakai yang menyertainya.


Cara penggunaan. Penggunaan pen insulin yang tepat diperlukan untuk mengoptimalkan kerja insulin. Pada penggunaannya, pen insulin membutuhkan bahan medis habis pakai seperti kapas alkohol dan jarum insulin. Kapas alkohol digunakan untuk membersihkan area kulit tempat insulin disuntikkan, sementara jarum insulin merupakan jarum khusus untuk mendistribusikan dosis insulin ke kulit yang sebaiknya digunakan untuk sekali pemakaian. Jarum insulin yang digunakan berulang meningkatkan resiko infeksi dan menimbulkan rasa sakit saat digunakan. Meskipun demikian jarum insulin dapat dipakai hingga 2 sampai 3 kali selama kebersihan pen insulin terjaga. Adapun langkah penggunaan pen insulin yakni sebagai berikut.

1.  Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, kemudian keringkan.

2.  Pastikan pen insulin yang digunakan tidak melewati tanggal kadaluarsa yang tercantum pada label atau kemasan karton produk.

3.   Buka tutup pen insulin, selanjutnya lepaskan kertas penutup produk jarum dan pasang jarum pada pen.

4.  Putar tombol untuk mengatur dosis insulin. (Tutup jarum insulin tetap terpasang saat langkah ini dilakukan. Bila dosis sudah dipastikan sesuai, penutup jarum dapat dibuka)

5. Pilih area penyuntikan (perut, samping dan belakang lengan atas, atau area paha), kemudian bersihkan area kulit dengan kapas alkohol dan keringkan.

6.  Cubit sedikit bagian kulit yang akan disuntikkan dengan dua ruas jari, masukkan jarum insulin dengan posisi 90 derajat terhadap permukaan kulit

7.  Gunakan ibu jari untuk menekan tombol dosis, tahan sekitar 5 hingga 10 detik untuk memastikan seluruh dosis insulin sudah disuntikkan, kemudian lepaskan.

8.  Untuk melepaskan jarum insulin anda dapat memasang kembali penutup jarum, putar, kemudian lepaskan dari pen.

9.   Tutup kembali pen insulin selama tidak digunakan

Perlu diketahui bahwa tidak dianjurkan untuk menyuntikkan insulin pada area yang sama. Lakukan rotasi dengan pemberian jarak 1 cm pada area penyuntikan untuk meminimalisir terjadinya efek samping insulin seperti lipodistrofi, yakni kerusakan pada jaringan lemak yang kemudian membentuk jaringan parut berupa benjolan di bawah kulit. Benjolan inilah yang nantinya dapat mengganggu penyerapan insulin bila terus diinjeksikan pada lokasi yang sama.

Penyimpanan. Penyimpanan pen insulin yang tepat harus dilakukan untuk menjaga kualitas dan efektivitas produk. Sediaan pen insulin yang baru atau belum pernah digunakan disimpan pada lemari pendingin dengan tujuan untuk menjaga stabilitas produk. Standar suhu yang direkomendasikan adalah 2 hingga 8° C, yakni pada pendingin. Bukan pada freezer atau pembeku. Penyimpanan insulin pada freezer dapat mengubah bentuk partikel insulin menjadi kristal sehingga insulin tidak dapat digunakan. Pen insulin yang sudah dipakai disimpan pada suhu sejuk (<25° C) dan dapat bertahan selama 28 hari. Tutup pen insulin harus selalu terpasang selama tidak digunakan. Pen insulin, jarum insulin dan kapas alkohol sebaiknya disimpan pada kotak obat, hindari terkena sinar matahari secara langsung (hindari udara panas) dan letakkan jauh dari jangkauan anak-anak.

Pembuangan. Pen insulin dapat dibuang ke tempat sampah dengan menghilangkan etiket dan informasi yang menempel pada produk, sementara limbah jarum insulin yang telah digunakan diletakkan pada wadah khusus dan terpisah dengan sampah lain. Anda dapat memakai botol minuman bekas atau kaleng dengan penutup yang tahan terhadap tusukan, kemudian diletakkan pada area yang tidak mudah dijangkau oleh anak-anak. Wadah limbah yang telah penuh dapat dibuang ke tempat sampah dengan memastikan penutup wadah sudah terpasang dengan sempurna. Bila anda tidak yakin terkait tempat pembuangan limbah medis, limbah dapat diserahkan ke pihak fasilitas kesehatan seperti puskesmas, klinik, rumah sakit atau pengelola limbah medis lain. Pembuangan limbah jarum insulin yang tepat juga membantu melindungi orang lain terutama petugas kebersihan dari resiko cedera dan infeksi penyakit.

Selain perlu diketahui oleh pasien/pengguna, alangkah baiknya bagi anggota keluarga lain untuk ikut mengetahui cara pengelolaan pen insulin di rumah. Sehingga bila anda sedang dalam keadaan tidak dapat mengelola pen insulin secara mandiri, keluarga tetap dapat memberikan dosis insulin sesuai jadwal, menyimpan serta mengelola limbah medis dengan tepat. Anda juga disarankan untuk tetap melakukan pengecekan kadar gula darah berkala, modifikasi gaya hidup sehat, serta konsultasi rutin ke dokter untuk memantau efektivitas terapi insulin dan kondisi penyakit. Demikianlah bahasan terkait cara penggunaan, penyimpanan hingga pembuangan pen insulin di rumah. Pengelolaan yang tepat akan bermanfaat bagi kebutuhan pasien serta melindungi orang sekitar, karena pentingnya menjaga kesehatan diri perlu diselaraskan dengan turut menjaga keselamatan orang lain.

Narasumber: apt. Maulita Qulbi., S. Farm