Penanganan Fisioterapi terhadap penderita Fibromyalgia

Selasa, 23 November 2021 33

Di tengah kesibukan dan aktifitas sehari – hari terkadang dalam hidup kita mengalami dan menghadapi beban pekerjaan yang terlalu tinggi , aktifitas berlebihan , ketegangan atau stres serta harus bekerja keras karena jenis – jenis pekerjaan yang menuntut kemampuan fisik yang cukup besar sehingga tubuh kita rentan mengalami nyeri otot atau nyeri muskuloskeletal. Nyeri muskuloskeletal dapat menghambat aktifitas sehari – hari. Keluhan ini dapat mengganggu produktifitas kerja dan menurunnya kualitas hidup.

Nyeri muskuloskeletal merupakan salah satu gejala yang paling sering dihadapi oleh penyedia layanan kesehatan, dan terdiri dari sebagian substantial dari total biaya penyakit. Dalam gangguan muskuloskeletal nyeri otot merupakan problematik utama, biasanya jenis kasus yang banyak dijumpai termasuk nyeri punggung bawah, nyeri kepala karena ketegangan otot, whiplash dan fibromyalgia.

Fibromyalgia adalah penyakit kronis dengan etiologi yang tidak diketahui, ditandai dengan nyeri pada daerah yang luas dan kelelahan. Selain itu beberapa pasien mengalami beberapa gejala yang tidak spesifik seperti gangguan tidur, gangguan mood, dan gangguan neurokognitif . Menurut jurnal reumatology tahun 2005 ciri – ciri penderita Fibromyalgia yaitu nyeri kronis dan menunjukkan berbagai gejala lainnya seperti gangguan tidur, kelelahan , irritable bowel syndrome , nyeri kepala dan gangguan mood.

Kebanyakan orang dengan Fibromyalgia secara teratur menggunakan layanan medis, rata – rata pasien memiliki 10 kunjungan medis, pemeriksaan radiografi dan pemeriksaan laboratorium per tahun. Perawatan di rumah sakit terjadi sekitar sekali setiap 3 tahun, dengan rasa nyeri pada muskuloskeletal dan gejala neurologis lainnya yang berhubungan dengan penyakit yang paling sering. Biaya kesehatan rata-rata untuk pasien Fibromyalgia adalah US$ 2.274 , dengan rawat inap, obat-obatan, dan layanan rawat jalan yang menjadi pengeluaran kontributor utama. Pada sebuah negara yang beratribusi Fibromyalgia tingkat prevalensi di beberapa daerah tidak dapat dipastikan karena bisa jadi dipengaruhi oleh perbedaan norma – norma dan budaya.

Nyeri pada otot adalah gejala utama dari Fibromyalgia dan di antaranya kemungkinan adanya perubahan dalam serabut otot. Bisa disebabkan oleh trauma ringan ataupun gerakan yang terus – menerus dalam waktu yang lama, melakukan pekerjaan yang berat maupun melakukan gerakan secara berulang tanpa istirahat. Postur tubuh yang kurang tepat seperti membungkuk atau Kyphosis saat beraktivitas, bekerja, dan berolahraga juga dapat menimbulkan nyeri pada otot.

Dalam sebagian besar kasus, hubungan antara patoanatomical dengan individu yang mengalami nyeri pada otot terjadi karena adanya cedera otot dan overload. Karena overload maka terjadi peningkatan ketegangan serabut otot sehingga pembebanan dari otot yang terus – menerus akan menimbulkan stress mekanis pada jaringan otot dalam waktu yang lama. Selain itu karena faktor trauma pada jaringan akan menimbulkan ketegangan otot – otot skelet, vasokontriksi kapiler dan hiperalgesia, dan oleh karena itu penting secara klinis untuk mengidentifikasi karena memiliki potensi untuk membatasi aktifitas fungsional individu sehari - hari.

Penanganan Fisioterapi pada penderita dengan Fibromyalgia sangat beragam intervensinya seperti exercise , massage, MLDV dan terapi perilaku kognitif juga dapat menolong. Dalam manajemen penanganan pasien Fibromyalgia pada sebuah penelitian yang berbasis klinis bahwa adanya bukti kuat secara keseluruhan aerobic exercise lebih bermanfaat.

Selain itu penanganan Fisioterapi pada nyeri otot dapat dikurangi dengan menggunakan intervensi ultrasound. Ultrasound di beberapa negara digunakan sebagai modalitas Fisioterapi yang bermanfaat untuk berbagai kondisi dan gangguan pada jaringan lunak. Ketika gelombang Ultrasound masuk ke dalam jaringan, dapat berpengaruh atau memberikan efek pada sel dan jaringan melalui mekanisme termal dan non termal.

Ultrasound  dipercaya sebagai modalitas yang dapat menjangkau jaringan paling dalam ketika diaplikasikan dengan frekuensi dan intensitas yang tepat. Pada mekanisme efek termal Ultrasound dapat berpengaruh terhadap pengurangan nyeri dan dapat meningkatkan elastisitas jaringan pada kondisi muscle spasm. Untuk mencapai hasil yang optimal Ultrasound dapat dikombinasikan dengan streching exercise.

Streching exercise bermanfaat untuk meningkatkan tonus otot yang lemah, melepaskan hipertonus, mengurangi ketegangan otot dan jaringan ikat, meningkatkan fungsi muskuloskeletal, meningkatkan mobilisasi sendi pada keterbatasan gerak sendi, meningkatkan sirkulasi lokal dan mengurangi nyeri. Sehingga dengan ini ultrasound dan streching exercise dapat bermanfaat untuk mengurangi nyeri otot dan meningkatkan aktifitas fungsional.