Menjaga Pertahanan Tubuh dengan Akupunktur Medik

Kamis, 13 Februari 2020 34

Pertahanan tubuh atau imunitas artinya kemampuan tubuh bertahan agar tetap sehat dan prima serta mampu melawan berbagai kuman penyakit yang masuk ke dalam tubuh, termasuk infeksi virus, bakteri, parasit dan lainnya. Namun perubahan cuaca, kurang istirahat dan kondisi stres, juga asupan gizi tidak seimbang serta paparan asap rokok dapat menurunkan pertahanan tubuh tersebut. Tubuh sehat adalah anugerah Yang Maha Kuasa, karena itu perlu kita syukuri dengan cara menjaganya.

Banyak cara untuk meningkatkan pertahanan tubuh, seperti: olah raga teratur, tidur cukup, berjemur sinar matahari agar tubuh membentuk vitamin D, konsumsi makanan dan minuman bergizi terutama yang mengandung vitamin A, C dan E. Walaupun belum luas dibicarakan, ternyata akupunktur medik juga berguna meningkatkan pertahanan tubuh ini.

Secara umum efek akupunktur medik mempunyai karakteristik sebagai berikut:

·      Fungsi Pengaturan Menyeluruh, maksudnya dapat meredakan keluhan utama yang dirasakan pasien hingga keluhan yang menyertainya, sebagai contoh: pada pasien asma bronkial selain meredakan keluhan pernapasan maka gangguan tidur yang kerap terjadi pun dapat diatasi dengan akupunktur medik.

·      Fungsi Pengaturan dual effect atau bi-directional, maksudnya dapat meningkatkan produksi suatu zat yang bermanfaat dalam tubuh atau menurunkan zat lainnya yang mengganggu fungsi sistem atau organ tubuh. Sebagai contoh sitokin antiinflamasi akan ditingkatkan kadarnya, sementara sitokin proinflamasi akan ditekan pembentukannya.

Salah satu tujuan akupunktur medik terhadap upaya kesehatan adalah promotif-suportif, yaitu untuk meningkatkan dan mempertahankan status kesehatan secara optimal. Tindakan akupunktur medik mempengaruhi aktivitas di otak dan saraf tepi kita termasuk pengaturan sistem pertahanan tubuh yang terdiri dari mekanisme perlawanan terhadap zat asing dari luar tubuh yang merugikan, menjaga keseimbangan dinamis dalam badan dan fungsi pengawasan.

Dari data berbagai uji klinis dan studi ekperimental diperlihatkan efek akupunktur medik yang dapat memperkuat pertahanan tubuh terhadap berbagai penyakit. Akupunktur medik berperan sebagai imuno-modulator yaitu dapat membantu mengatur sistem pertahanan tubuh, sekaligus memperkuatnya. Efek imuno-modulator ini diperantarai oleh sel-sel tubuh untuk imunitas seperti: mengaktifkan sel NK (natural killer cell) yaitu bagian dari sel darah putih yang dapat menghancurkan sel yang mengandung virus atau sel kanker, mengatur keseimbangan sel Th1 dan Th2, makrofag, netrofil dan sitokin. Sitokin adalah zat yang bekerja seperti hormon, yaitu sebagai perantara komunikasi antar sel dalam tubuh. Selain itu akupunktur medik dapat mempengaruhi pengeluaran neurotransmiter (seperti: serotonin, dopamin, katekolamin, glutamat, asetilkolin) dan neuropeptida (seperti: kolesistokinin, substance-P, dan lainnya). Akupunktur medik mengaktifkan jalur anti-inflamasi kolinergik yang sangat penting sebagai dasar mekanisme kerjanya untuk mencegah dan mengobati penyakit.

Oleh karena itu akupunktur medik sebagai salah satu tindakan kedokteran mainstream/utama dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia (Ketua PB IDI, 2019) dapat dilakukan pada rentang usia bervariasi mulai dari anak-anak hingga lanjut usia, terutama mereka yang rentan terhadap infeksi dan berkembangnya kuman penyakit di dalam tubuh.