Mengenal Ruam Popok pada Bayi dan Pengobatannya

Minggu, 13 September 2020 841

Oleh : apt. Anissa Nugraheni, S.Farm

Apotker Rumah Sakit “JIH”

           

            Kulit kemerahan, peradangan, ataupun iritasi pada kulit area popok bayi sering menjadi problema bagi orang tua atau pengasuh bayi. Pasalnya meski kasus yang biasa disebut ruam popok pada bayi ini bukan merupakan kasus yang mengancam nyawa, akan tetapi ruam popok bisa menjadikan bayi sering menangis karena tidak nyaman dan jika tidak diobati secara tidak tepat dapat menimbulkan masalah lain seperti infeksi sekunder. Infeksi sekunder yaitu infeksi yang terjadi selama atau setelah infeksi dari patogen atau mikroorganisme lain, dalam hal ini biasanya adalah jamur yang diperparah dengan adanya infeksi bakteri.

Ruam popok yang berkaitan erat dengan adanya iritasi pada kulit, biasanya dipicu dengan kelembaban karena adanya urin, feses, enzim tinja, bahan popok, bahan pembersih yang digunakan, pH kulit yang tinggi dan gesekan yang disebabkan oleh popok itu sendiri. Adanya urin dapat menyebabkan overhidrasi kulit sehingga membuat permukaan kulit lebih lembab. Hal ini akan membuat kulit lebih mudah terluka karena gesekan popok saat anak bergerak dan dapat meningkatkan potensi terpaparnya kulit oleh iritan. Dalam suatu penelitian dinyatakan bahwa dengan kondisi yang lembab, adanya feses dan urin terbukti dapat meningkatkan pH kulit lewat pertumbuhan bakteri dan ragi. Sedangkan adanya enzim tinja, khususnya protease dan lipase, telah diidentifikasi sebagai iritan utama pada kulit. Adanya faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan terganggunya kondisi kulit yang akan mengakibatkan peradangan dan kemerahan pada area tertentu.

            Dalam pengobatan ruam popok, perlu adanya pemahaman terkait kriteria kondisi kulit yang di alami bayi di area ruam popok. Apabila tidak terdapat kemerahan maupun peradangan di area ruam popok, dapat diberikan obat oles yang mengandung petrolatum. Pada kasus resiko tinggi adanya peradangan dengan atau tanpa kemerahan, yang biasanya dipicu karena adanya tinja, dapat diberikan obat oles yang mengandung zink oksida, bebas alkohol dan petrolatum. Sedangkan apabila hanya ada kemerahan tanpa peradangan, dapat diberikan obat oles yang mengandung zink oksida. Zink oksida topikal dapat memberikan perlindungan tahan air, sehingga mampu mengurangi gesekan serta mencegah terjadinya kulit yang melepuh, mengelupas, dan kemudian terlepas. Zink oksida efektif untuk pencegahan ataupun terapi  ruam popok dengan beberapa kriteria di atas. Untuk kasus ruam popok yang lebih parah diperlukan agen anti-jamur dan kortikosteroid potensi rendah seperti hidrokortison. Kortikosteroid topikal potensi rendah seperti hidrokortison dan hidrokortison asetat secara umum aman untuk bayi dan anak-anak, direkomendasikan untuk  ruam popok yang kondisi kulit nya lebih serius meliputi kemerahan yang jelas, dengan ciri khas berwarna salmon, plak berminyak dengan sisik kuning.

Ruam popok kandida adalah ruam area popok yang disebabkan oleh jamur Kandida. Gejala klinisnya adalah tampak benjolan kecil di kulit sebesar kacang polong, ruam, dan plak merah cerah pada lipatan tubuh dan pada permukaan cembung. Pada kasus ini, diperlukan adanya pengobatan oles anti jamur. Nistatin merupakan obat topikal yang paling sering diberikan pada kasus ruam popok karena indikasi jamur. Akan tetapi, karena beberapa strain C. albicans resisten terhadap nistatin, agen antijamur lain seperti klotrimazol dan mikonazol bisa diberikan. Suatu penelitian menyebutkan bahwa, klotrimazol ditemukan lebih unggul dalam mengurangi gejala ruam popok dibanding nistatin, meskipun keduanya memiliki angka kesembuhan yang memadai. Muciprocin yang merupakan salep topikal antibakteri, juga efektif dalam pengobatan ruam popok kandida yang lebih kompleks karena adanya bakteri. Adapun antibiotik oral hanya ditujukan ketika kondisi ruam popok tidak sembuh dengan pemberian salep antibiotik atau malah menunjukkan infeksi sekunder yang jauh lebih parah setelah diberikan pengobatan topikal atau oles dan bisa disertai gejala lainnya seperti demam. Dalam hal ini, segera periksakan si bayi atau anak ke dokter agar anak dapat penanganan yang lebih lanjut dan pengobatan yang tepat.