Mengenal Peran Fisioterapi pada Kondisi Anak dengan Cerebral Palsy

Senin, 24 Mei 2021 127

Apa itu Cerebral Palsy?

Cerebral palsy merupakan kelumpuhan otak yang terjadi pada anak di usia perkembangan. Menurut Campbell, Cerebral Palsy menggambarkan sekelompok gangguan permanen perkembangan gerakan dan postur tubuh, menyebabkan keterbatasan aktivitas yang dikaitkan dengan gangguan non-progresif yang terjadi di otak janin atau bayi yang sedang berkembang (Campbell, et al.,2012).Kelainan atau kerusakan tersebut dapat terjadi pada saat di dalam kandungan (prenatal), selama proses melahirkan (natal), atau setelah proses kelahiran (postnatal). Cerebral palsy dapat menyebabkan gangguan sikap (postur), kontrol gerak, gangguan kekuatan otot yang biasanya disertai gangguan neurologik berupa kelumpuhan, spastik, gangguan basal ganglia, serebellum, dan kelainan mental (mental retardation).

Anak dengan Cerebral Palsy memiliki hambatan kompleks dikarenakan gangguan yang terjadi pada fungsi otak. Otak banyak mengatur fungsi pada manusia, seperti sistem motorik, sensorik, kognitif, bicara, pendengaran dan penglihatan.Dampak Cerebral Palsy pada setiap anak sangat bervariatif, dapat ringan hingga berat tergantung pada tingkat kerusakan otak. Sebagai contoh, ada yang dampaknya membuat anak kesulitan maupun tidak mampu berjalan tapi lancar berbicara, ataupun sebaliknya.

Meskipun demikian, gejala anak Cerebral palsy pada umumnya dapat digambarkan sebagai berikut :

·         Gangguan pada pola otot, seperti terlalu kaku ataupun terlalu lemas.

·         Kelemahan otot

·         Spasme/ketegangan otot

·         Pemendekan otot

·         Kurangnya kontrol dan koordinasi otot

·         Kelainan postural

·         Gangguan/keterlambatan perkembangan fase motorik  seperti angkat kepala, berguling, duduk atau merangkak

·         Refleks berlebih

·         Gangguan menelan ataupun air liur berlebih

·         Keterlambatan/kesulitan bicara

·         Gangguan neurologis (kejang, gangguan intelektual, kebutaan)

 

Bagaiamana peran fisioterapi?

Fisioterapi berperan dalam mengelola gejala yang terjadi pada anak Cerebral Palsy  dengan peregangan otot, penguatan otot, dan koreksi postur. Peregangan otot dilakukan untuk mengurangi kekakuan otot dan mencegah terjadinya kontraktur atau pemendekan otot. Pemendekan otot pada anak Cerebral Palsy seringkali terjadi akibat kurangnya gerak dan kontrol otot sehingga otot tidak bergerak sesuai dengan fungsinya. Penguatan otot dilakukan untuk menguatkan sisi lemah anak dengan menghindari terjadinya kemungkinan peningkatan kekakuan otot. Beberapa anak dengan Cerebral Palsy mengalami kesulitan mengontrol gerak kepala dan leher sehingga kepala cenderung menunduk bahkan terkadang jatuh ke belakang, stimulasi Fisioterapi disini berperan untuk melatih anak mengontrol gerak kepala sehingga kepala anak tegak. Sedangkan koreksi postur dilakukan untuk memposisikan anak sehingga anak dapat belajar bagaimana posisi tegak.

Pada anak Cerebral Palsy terjadi refleks berlebih, seperti reflek Moro yang berlebih menyebabkan anak mudah kaget. Dalam beberapa kondisi ada pula anak mengalami hiposensitive yang menyebabkan anak kurang peka terhadap sentuhan ataupun nyeri. Pada kondisi ini Fisioterapi berperan dalam memberikan stimulasi yang tepat untuk mengurangi refleks berlebih dan meningkatkan sensitivitas anak Cerebral Palsy.

Tujuan Fisioterapi pada kondisi Cerebral Palsy dilakukan untuk memelihara fungsi dan mengoptimalkan kemampuan anak sehingga meningkatkan kualitas hidup anak. Tentu saja diperlukan terapi rutin untuk mendapatkan hasil yang maksimal.