Maksimalkan Tumbuh Kembang Anak Dengan MPASI

Senin, 09 November 2020 43

Periode emas merupakan usia kritis untuk tumbuh kembang seorang anak. Pada periode usia ini (0-2 tahun) akan terjadi pertumbuhan otak yang sangat pesat yang mendukung seluruh proses pertumbuhan anak dengan sempurna. Salah satu kebutuhan anak yang sangat penting di periode emas ini adalah nutrisi atau gizi. Apabila terjadi kurang gizi pada masa ini tidak dapat diperbaiki pada masa kehidupan selanjutnya. Pada enam bulan pertama kehidupan anak, ASI saja cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Namun setelah berusia di atas 6 bulan, anak membutuhkan makanan pendamping karena ASI sudah tidak mencukupi kebutuhan energi dan nutrisi bagi anak.

Pengetahuan orangtua yang baik mengenai makanan pendamping ASI sangat diperlukan karena jika MPASI diberikan dengan jumlah, komposisi dan waktu yang tidak tepat dapat menyebabkan anak mengalami malnutrisi yang berakibat stunting atau gagal tumbuh. MPASI adalah makanan pendamping ASI yang diberikan pada bayi usia 6-12 bulan. MPASI bermanfaat untuk mencukupi kebutuhan gizi yang tidak dapat dipenuhi dari ASI sehingga dapat membantu pertumbuhan otak, pengembangan kecerdasan dan pertumbuhan bayi. MPASI juga diberikan pada bayi mulai usia 6 bulan untuk melatih keterampilan makan si kecil. Apabila bayi tidak menerima makanan padat pada usia 6-9 bulan dapat menyebabkan bayi sulit menerima makanan, tidak terampil mengunyah, menolak makanan padat, bahkan bisa muntah jika diberi makan. MPASI yang tepat untuk tumbuh kembang anak sebaiknya diberikan mulai usia yang tepat yaitu 6 bulan karena pada usia ini bayi menunjukkan kesiapan untuk makan. Tanda lain bayi siap menerima makanan padat yaitu Reflex ekstrusi (menjulurkan lidah) telah sangat berkurang atau sudah menghilang mampu menahan kepala tetap tegak, duduk tanpa/hanya dengan sedikit bantuan dan mampu menjaga keseimbangan badan ketika tangannya meraih benda di dekatnya. Bayi yang sudah siap makan biasanya tertarik melihat makanan, mulai mencoba meraih makanan,masih lapar atau tidak tenang walaupun ibu sudah memberikan ASI secara rutin.

MPASI yang diberikan sebaiknya mengandung zat gizi lengkap, meliputi karbohidrat, protein hewani dan nabati, lemak, vitamin dan mineral yang sangat penting untuk menunjang pertumbuhan. Protein nabati dan hewani sudah dapat diberikan sejak usia 6 bulan dengan tetap memperhatikan kemungkinan terjadinya reaksi alergi. Telur, daging dan ikan sebaiknya diberikan dalam keadaan benar-benar matang. Minyak, mentega atau santan bisa ditambahkan sebagai penambah kalori. Berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan terkait MPASI

Tips MPASI yang hygienis untuk bayi yang sehat:
- Pastikan kebersihan tangan dan peralatan makan yang digunakan untuk menyiapkan serta menyajikan MPASI
- Cuci tangan ibu dan bayi sebelum makan. Selalu cuci tangan ibu dengan sabun setelah ke toilet dan membersihkan kotoran bayi
- Simpan makanan yang akan diberikan kepada bayi di tempat bersih dan aman
- Pisahkan telenan yang digunakan untuk memotong bahan makanan mentah dan bahan makanan matang.

Tips Penyimpanan MPASI Dengan Aman:
- Bakteri penyebab kontaminasi dapat tumbuh di makanan seperti, daging, ikan, telur, susu, kedelai, juga nasi, pasta, dan sayur2an. Sehingga makanan tersebut harus disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu kurang dari 5 derajat celcius.
- Simpan daging dalam wadah plastik, dan letakkan terpisah dengan makanan yang telah dimasak dan bahan-bahan siap makan
- Seluruh makanan harus disimpan sesuai dengan petunjuk penyimpanan yang tertulis pada kemasan, dan tidak boleh digunakan serelah melewati tanggal kadaluarsa
- Makanan yang seharusnya disimpan di lemari pendingin tidak boleh digunakan kembali setelah berada di luar lemari pendingin selama dua jam lebih
- Makanan yang sudah dicairkan harus segera dimasak. Makanan beku yang sudah dimasak, tidak baik untuk dibekukan kembali

Cara pemberian MPASI yang benar yaitu dengan membuat jadwal makan utama dan makan ringan, lama pemberian makan maksimal 30 menit. Lingkungan yang mendukung pemberian MPASI yang tepat meliputi tidak ada paksaan dalam pemberian makan, tidak memberikan makanan sebagai hadiah dan makan tidak sambil bermain atau nonton televisi. Makanan yang sebaiknya dihindari pada usia 6-12 bulan yaitu madu, jus buah, makanan yang pedas atau asam, makanan dengan kadar lemak tinggi, pemanis atau penyedap rasa tambahan. Tekstur MPASI dapat dimulai dari tekstur lembut/lunak, cukup kental, dilanjutkan bertahap menjadi lebih kasar sampai usia 1 tahun bayi sudah bisa diberikan makanan dengan menu keluarga.