Kenali Jantung Bocor Anak

Kamis, 09 September 2021 129

Sebagian besar penyakit jantung pada anak adalah bawaan atau kongenital yang ditandai adanya defeks pada jantung sejak lahir, berbeda dengan penyakit Jantung pada dewasa yang sebagian besar karena proses kerusakan. Istilah jantung bocor merupakan istirahat awam yang digunakan untuk menyatakan adanya kelainan jantung bawaan pada anak

Proses terjadinya penyakit jantung bawaan (PJB) biasanya terjadi  pada saat kehamilan dan  penyebabnya sampai saat ini belum diketahui, ada beberapa faktor risiko terjadinya PJB yaitu ibu hamil perokok, pemakai narkoba, pengguna alkohol, pengguna kontrasepsi, saat hamil terinfeksi virus misalnya Rubella, infeksi toxoplasma, lahir prematur, lahir tidak langsung menangis dan sebagainya.

Banyak orang berpendapat bahwa sakit jantung pada anak tandanya adalah anak menjadi biru. Namun sebenarnya tidak semua PJB biru. PJB dapat dibagi menjadi  2 jenis yaitu biru (sianosis) dan tidak biru (non sianosis), yang biru umumnya lebih kompleks. Yang termasuk penyakit Jantung bawaan tidak biru adalah Defeks Septum Ventrikel (DSV) atau Ventricular Septal Defect (VSD), Defeks Septum Atrium (DSA) atau Atrial Septal Defect (ASD), Duktus Arteriosus Paten (DAP) atau Patent Ductus Arteriosus (PDA) dan Pulmonary Stenosis (PS). Sedang yang termasuk penyakit jantung bawaan biru adalah Tetralogy of Fallot (ToF), Pulmonary Atresia, Transposition of the Great Arteria (TGA) dan sebagainya.

Pada prinsipnya jantung adalah organ yang memompa darah keseluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan tubuh sehingga gejala yang muncul merupakan refleksi dari kelainan yang terjadi, misalnya adanya kebocoran antara bilik kanan dan bilik kiri, sehingga akibatnya setiap bilik kiri memompa darah keseluruh tubuh namun sebagian darahnya bocor mengalir ke bilik kanan dan darah yang keseluruh tubuh berkurang, akibatnya jantung mengkompensasi dengan kerja lebih cepat. Nah kerja jantung yang cepat membutuhkan energi dan oksigen yang banyak. Sehingga gejala yang timbul akibat kompensasi jantung tersebut adalah anak tampak kelelahan/mudah lelah, terlihat pucat, tampak nafasnya cepat, pada bayi netek akan sering berhenti karena kelelahan, banyak keringat, berat badan sulit naik, sering batuk atau infeksi saluran nafas bawah berulang. Pada PJB biru terjadi karena darah yang keseluruh tubuh tidak mengandung cukup oksigen sehingga anak akan tampak biru pada bibir/tampak lebih gelap dibanding anak lain. Selain itu gejala yang muncul biasanya anakl akan sering istirahat dan jongkok saat aktivitas dan pada saat itu bibirnya tampak lebih biru/gelap. Pertumbuhannya pun biasanya terganggu sehingga sering orang tua datang karena masalah berat badan yang sulit bertambah. Bila bapak ibu mendapati salah satu gejala seperti tersebut diatas bisa dikonsultasikan ke dokter spesialis anak.

Sebagian besar PJB dapat disembuhkan bahkan sebagian dapat membaik atau sembuh sendiri secara alamiah (menutup spontan) khususnya pada PJB yang tidak biru. Dokter tidak boleh mengatakan bahwa PJB yang diderita anak kemungkinan akan menutup atau membaik sendiri dengan berjalannya waktu sebelum PJB tersebut ditegakkan dengan pasti. Upaya untuk menyembuhkan PJB pada prinsipnya adalah dengan memperbaiki kelainan yang terjadi baik dengan tindakan operatif maupun non operatif.

Sampai saat ini belum ada obat atau herbal yang terbukti bisa menyembuhkan PJB. Dokter akan memberikan obat kepada penderita PJB berfungsi untuk membantu atau meringankan kerja jantung atau akibat kompensasi adanya kelainan tersebut. Silahkan konsultasi terlebih dahulu ke Dokter Spesialis Anak jika ada keluhan seperti tersebut di atas, agar jika memang anak menderita kelainan jantung dapat ditangani segera. Rumah Sakit JIH memiliki Dokter Spesialis Anak konsultan Kardiologi. Untuk infromasi selanjutnya dapat menghubungi call center 24 jam di 0274 446 3535 ext.1 atau whatsAppa Customer Service di 0811 282 3535.