Kenali dan Waspadai Demam Tifoid

Jumat, 12 April 2019 441

Tifoid atau yang biasa kita sebut dengan tipes merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi atau Salmonella para typhi. Penyakit ini sangat erat kaitannya dengan kualitas hygiene dan sanitasi lingkungan. Hygiene makanan yang rendah, lingkungan yang kumuh atau kotor, kebersihan tempat-tempat umum yang kurang serta perilaku masyarakat yang tidak mendukung untuk hidup sehat menjadi faktor yang sangat berperan.

Bakteri salmonella menular ke manusia melalui makanan dan minuman yang sudah tercemar oleh komponen feses atau urin seseorang pengidap tifoid. Gejala yang dirasakan oleh penderita tifoid antara lain demam atau panas yang cenderung tinggi pada sore hingga malam hari, gangguan pencernaan seperti mual, muntah, perut terasa tidak nyaman atau sebah, diare, konstipasi, tidak nafsu makan, pegal-pegal, nyeri otot, pusing, dan biasanya terdapat lidah kotor (coated tounge atau selaput putih).

Saat musim hujan kuman penyebab penyakit seperti bakteri salmonella ini menjadi semakin aktif dalam berkembang biak. Udara dan tempat yang lembab lah yang menjadi tempat bersarang bakteri penyebab tifoid ini sebelum akhirnya dia mencemari makanan dan atau minuman yang mungkin banyak dibawa oleh lalat-lalat perantara yang biasanya banyak juga berada di tempat kotor, tempat lembab, atau sampah-sampah di sekitar rumah.

Selain dari gejala klinis penderita, pemeriksaan darah juga diperlukan untuk menegakkan diagnosis tifoid. Tes darah yang spesifik untuk bakteri Salmonella adalah tes widal yang baru bisa terdeteksi pada demam hari ke 5-7. Tatalaksana untuk penderita tifoid yang terpenting adalah makan makanan bersih sehat dan berserat rendah untuk mencegah luka pada usus. Diet yang disarankan antara lain diet cair, bubur lunak, nasi tim, dsb. Penderita tifoid juga disarankan untuk tirah baring atau istirahat guna mencegah faktor-faktor yang memperberat keluhan. Antibiotik dapat diberikan namun harus sesuai dengan saran dari dokter. Karena apabila pengobatan tidak sempurna, bakteri akan tetap bertahan di kantung empedu, dan melalui aliran darah akan mengalir ke dalam usus atau saluran kencing sehingga menjadi karier dan dapat reaktivasi apabila ada infeksi Salmonella berulang. Selain itu, pengobatan simptomatis untuk meredakan keluhan seperti antipiretik untuk demam, anti emetik untuk mual, dan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh dapat diberikan.

Pencegahan yang dapat dilakukan supaya kita terhindar dari infeksi tifoid adalah selalu menjaga kebersihan diri dengan cara mencuci tangan, terutama setelah kita memegang sesuatu baik barang maupun makanan. Selain itu hindari jajan di sembarang tempat. Pastikan jajanan yang Anda beli bersih, tidak menggunakan es batu yang belum terjamin kebersihan airnya dan pastikan makanan Anda tidak dihinggapi banyak lalat. Menjaga daya tahan tubuh juga sangat diperlukan untuk pencegahan tifoid. Karena penyakit akan mudah menginfeksi orang yang memiliki kekebalan tubuh rendah apalagi saat musim hujan. Menjaga daya tahan tubuh dapat dilakukan dengan cara tidur cukup minimal 8 jam sehari, makan buah yang mengandung vitamin C, dan olahraga pagi supaya kita mendapatkan banyak sinar matahari yang baik untuk tubuh kita. Yang tidak kalah pentingnya adalah melakukan imunisasi demam tifoid untuk pencegahan infeksi. Imunisasi dewasa untuk tifoid dapat dilakukan satu kali dan dapat diulang tiga tahun setelahnya. Untuk informasi lebih lanjut mengenai vaksin lain di RS JIH, Anda dapat menghubungi call center kami di (0274) 446 3535.