Katarak Pada Anak

Senin, 14 Juni 2021 75

Katarak merupakan suatu kondisi ketika adanya kekeruhan pada lensa mata atau struktur bening di dalam mata yang berfungsi untuk memfokuskan bayangan yang terlihat ke retina. Kekeruhan ini menyebabkan distorsi cahaya sehingga bayangan tersebut tidak dapat difokuskan dengan baik di retina.

Gejala khas dari katarak ini adalah berkurangnya kemampuan penglihatan atau pandangan kabur, tanpa disertai kemerahan pada mata, rasa nyeri pada mata, atau gejala fisik lainnya yang dapat terlihat. Keluhan lainnya yang khas juga pada pasien katarak yaitu mengalami silau ketika melihat sinar matahari, juga mengalami penurunan kontras.

Banyak masyarakat yang masih menganggap katarak hanya dapat dialami oleh orang tua, namun sebenarnya katarak juga bisa dialami oleh anak-anak yang dapat berujung kebutaan. Katarak yang timbul sejak lahir disebut katarak congenital, sedangkan katarak yang timbul pada masa kanak-kanak hingga dewasa muda disebut katarak developmental. Beberapa penyebab katarak pada anak antara lain keturunan, kelainan metabolik (seperti: Galactosemia, defisiensi enzim G6PD, hipoglikemia, dan hipokalsemia), trauma (seperti: terpukul, terkena lemparan bola, dll), infeksi sejak dalam kandungan (seperti: Rubella, Toxoplasma, dan Cytomegalovirus), katarak sekunder yang didahului oleh penyakit sebelumnya (seperti: juvenile idiopathic arthritis, tumor intraokular, terapi radiasi dan penggunaan obat steroid).

Orang tua perlu mencurigai bahwa Si Kecil terkena katarak apabila ia menunjukkan beberapa tanda dan gejala seperti, pupil tampak keabu-abuan atau keputihan apabila disinari, kurang responsif atau tidak tanggap terhadap benda yang bergerak di depan matanya, rewel ketika melihat cahaya terang, gerakan mata yang tidak wajar atau nistagmus. Pada kasus tertentu, katarak pada bayi juga bisa menyebabkan bayi atau anak mengalami mata malas sehingga dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang.

Tidak semua penglihatan kabur disebabkan oleh katarak. Ada tiga penyebab katarak, yakni faktor individual, lingkungan dan protektif. Faktor individual, adalah meningkatnya usia harapan hidup masyarakat di Indonesia, sehingga meningkatkan risiko katarak. Juga faktor genetik, atau kelainan bawaan sejak lahir. Faktor inilah yang menyebabkan katarak juga bisa dialami oleh anak-anak. Faktor  lingkungan, adalah seseorang dengan penyakit bawaan yang tidak tertangani dengan baik seperti diabetes melitus, atau pasien dengan riwayat perokok aktif maupun pasif, dan terlalu sering terkena paparan sinar ultra violet dari matahari juga dapat menyebabkan seseorang mengalami katarak. Penyebab lain adalah kelainan metabolik, trauma atau benturan. Faktor protektif, adalah faktor kepedulian atau kurangnya menjaga kesehatan mata. Meskipun masih menjadi perdebatan di kalangan para pakar, nutrisi yang baik dan mengkonsumsi Vitamin E, terbukti bisa memprotektif kesehatan mata.

Saat ini, katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan di dunia. Jumlah penderitanya pun dari tahun ke tahun makin meningkat. Di Asia Tenggara, Indonesia bahkan menempati posisi pertama sebagai negara dengan penderita katarak terbanyak. Sayangnya, hingga saat ini belum ada obat atau tetes mata yang bisa menjernihkan kembali lensa mata yang keruh atau katarak. Juga tidak bisa diatasi atau dikoreksi dengan penggunaan kacamata. Satu-satunya cara penanganan adalah dengan operasi. Namun sebelum dilakukan penanganan lebih lanjut, dokter akan memastikan terlebih dahulu berkurangnya kemampuan penglihatan itu karena betul-betul akibat katarak atau karena penyebab lainnya.

Banyaknya penderita katarak di Indonesia, membuat pengalaman dan peralatan medis dalam penanganannya juga semakin berkembang. Saat ini penanganan katarak dengan operasi dilakukan dengan lebih canggih dan efektif, sehingga tidak ada komplikasi. Karena itu, sangat disarankan bagi seseorang yang mengalami penurunan kemampuan penglihatan untuk segera memeriksakan diri ke Dokter Spesialis Mata. Hal ini untuk memastikan adanya katarak atau tidak sehingga dapat ditangani. Ketakutan menjalani operasi bagi sebagian masyarakat, justru akan memperparah kondisi katarak.