Jangan Abaikan Kesemutan

Jumat, 21 Agustus 2020 103

Banyak orang yang sering mengalami keluhan kesemutan, namun hal tersebut sering dianggap sepele. Kesemutan sering dianggap sepele karena sering terjadi akibat salah posisi duduk atau otot yang tegang. Padahal bila kesemutan yang dialami tidak disebabkan oleh kedua hal itu, maka kesemutan adalah warning terjadinya gangguan kesehatan yang serius.

Kesemutan atau parestesia dalam ilmu kedokteran, adalah sensasi geli atau mati rasa pada permukaan tubuh tertentu yang dibarengi dengan perasaan seperti tertusuk jarum.Sensasi tersebut tidak dipicu oleh rangsangan dari luar. Parestesia timbul bila terjadi iritasi pada serabut saraf yang membawa sensasi kesemutan.

Kesemutan ada yang bersifat sementara dan ada yang bersifat kronis atau berkepanjangan. Kesemutan sementara terjadi ketika ada anggota tubuh yang mengalami tekanan dalam waktu lama. Hal ini membuat pasokan darah ke saraf di daerah itu menjadi terhambat. Contohnya adalah saat Anda merasakan kesemutan pada kaki setelah duduk bersila atau memakai sepatu terlalu kecil. Kesemutan pada tangan juga dapat dirasakan, misalnya ketika tidur dengan posisi kepala menindih lengan. Kondisi ini hanya sementara dan akan mereda jika Anda melancarkan aliran darah dengan cara membebaskan area yang kesemutan dari tekanan, seperti meluruskan kaki setelah duduk bersila atau melepaskan tangan yang tertindih.

Kesemutan kronis biasanya berhubungan dengan kondisi kesehatan. Misalnya akibat menderita penyakit diabetes, gangguan ginjal, penyakit hati, stroke, tumor otak, kanker, ketidakseimbangan hormon, multiple sclerosis, carpal tunnel syndrome, maupun kompresi saraf ulnaris. Selain itu, obat-obatan yang sedang dikonsumsi juga bisa memicu kesemutan, misalnya obat-obatan kemoterapi pada pasien dengan kanker payudara dan limfoma, obat anti kejang, antibiotik, dan obat untuk penyakit HIV/AIDS.

Bila kesemutan tak hilang setelah bagian tubuh digerakkan, atau semula hanya dialami sebagian kecil organ tubuh namun kemudian merambat ke bagian yang lebih luas, atau bila semula hanya terjadi sekali-sekali dan menjadi lebihsering, atau bila kesemutan menjadi rasa kebal, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter saraf. Kesemutan seperti ini biasanya merupakan gejala penyakit serius. Dokter akan menyelidiki bagian tubuh yang mengalami kesemutan, luasnya, tempat awal kesemutan, dan perkembangan kesemutan itu sejak awal serta melakukan pemeriksaan fisik dan jika diperlukan akan dilakukan pemeriksaan penunjang. Semua informasi yang didapatkan dari pasien akan menunjukkan penyebab masalah. Penyebab bisa terjadi karena adanya kerusakan pada saraf tepi, pada otot, sumsum tulang belakang, atau bahkan otak.

Jangan sepelekan gejala awal yang muncul, kenali lebih dini bersama dengan dokter Anda. Semakin Anda mengetahui lebih dini akan sangat membantu dalam terapi medis dan penyembuhan akan lebih baik.