INTERAKSI OBAT: APA YANG PERLU KITA KETAHUI ?

Selasa, 12 Oktober 2021 287

Seiring dengan kemudahan dalam mengakses informasi dan ketersediaan teknologi pemahaman akan ilmu kesehatan semakin mudah didapatkan. Tak jarang penggunaan obat-obatan untuk memaksimalkan terapi menggunakan lebih dari satu obat. Adanya penggunaan lebih dari satu jenis obat dapat memunculkan potensi interaksi obat. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami terapi yang anda peroleh

Menurut Food and Drugs Administraion (FDA) potensi interaksi dapat muncul akibat tiga hal, yaitu (1) interaksi antara obat dan obat, (2) interaksi antara obat dengan makanan, serta (3) interakasi antara obat dengan kondisi medis seseorang. Beberapa kemungkinan yang dapat terjadi akibat adanya interaksi obat adalah penurunan efektivitas, efek yang dapat membahayakan tubuh, atau peningkatan kadar serum obat dalam darah. Di sisi lain, Pusat Informasi Obat Nasional (PIONAS) menyatakan interaksi obat dapat bersifat farmakodinamik dan juga farmakokinetik. Interaksi Farmakodinamik adalah interaksi antar obat-obatan yang mempunyai efek farmakologi atau efek samping yang serupa maupun berlawanan. Sedangkan Interaksi Farmakokinetik terjadi apabila mempengaruhi Absorbsi, Distribusi, Metabolisme, dan Eliminasi (ADME) dari sifat obat tersebut.  Beberapa contoh lazim yang memiliki potensi interaksi obat diantaranya:

1.  Interaksi obat-makanan: Konsumsi antibiotik golongan quinolon bersamaan dengan susu dapat menyebabkan terbentuknya kelat [j1] sehingga dapat menghambat absorbsi antibiotik. Untuk mencegah potensi interaksi, berikan jeda minimal 2 jam sebelum atau setelah minum susu.

2. Interaksi obat-obat: Konsumsi golongan anti koagulan dan anti platelet secara bersamaan memiliki potensi interaksi obat berupa peningkatan resiko perdarahan. Sampaikan kepada tenaga kesehatan jika merasakan rasa tidak nyaman di perut, kemungkinan urin berwarna merah, atau tanda perdarahan lainnya

3. Interaksi obat-kondisi medis: Munculnya reaksi alergi terhadap golongan obat tertentu. Oleh karena itu, penting bagi anda untuk menyampaikan kepada dokter atau apoteker jika memiliki riwayat alergi obat.


Banyak interaksi obat yang tidak berbahaya teapi juga terdapat beberapa interaksi obat yang berbahaya. Namun tidak perlu khawatir, derajat keparahan suatu interaksi obat bervariasi dari satu pasien ke pasien lain.  Oleh karena itu, supaya lebih memahami akan potensi munculnya interaksi obat yang terjadi, penting bagi pasien agar selalu memahami obat-obatan yang dikonsumsi. Diskusikan kepada dokter maupun apoteker anda ketika mendapatkan terapi baru, suplemen dan vitamin yang anda konsumsi baik herbal dan kimia, serta makanan dan minuman yang  anda konsumsi sehari-hari.


Narasumber : apt.Rizka Maulana, S.Farm