Gowes Aman Di Kala ‘New Normal’

Senin, 29 Juni 2020 25

Olahraga merupakan salah satu  cara jitu meningkatkan kekebalan tubuh sekaligus memiliki efek rekreasi sehingga dapat membuat badan sehat dan menyenangkan hati. Akhir-akhir ini terlihat semakin banyak orang gandrung pada olahraga sepeda atau gowes. Akhir pecan merupakan saat favorit meluangkan waktu bersama keluarga dan teman untuk gowes. Fenomena ini berimbas pada penjualan sepeda di berbagai toko, penjualan sepeda naik drastic baik secara offline mau pun online. Peningkatan animo masyarakat terhadap gowes adalah hal yang baik bagi kesehatan, namun bagaimana cara melakukan aktivitas gowes agar aman di masa pandemic ini?

Protocol kesehatan dalam bersepeda dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 dikeluarkan oleh berbagai komunitas penggemar gowes di Indonesia. Protocol tersebut dibagi menjadi 4 fase; yaitu fase persiapan, fase bersepeda,fase istirahat dan saat kembali kerumah.

Persiapan yang dilakukan agar dapat gowes dengan dengan  aman antara lain:

1.  Perhatikan himbauan pemerintah mengenai daerah yang aman untuk kita bersepeda.

2.  Selalu perhatikan kebersihan sepeda kita, terutama pada bagian yang kita sentuh dengan tangan.

3.  Sebelum memulai gowes, jangan lupa cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer minimal 20 detik sampai tangan bersih.

4.  Gunakan baju yang tertutup misalnya baju lengan panjang, celana Panjang, sepatu tertutup, masker, penutup kepala, kacamata/face shield dan sarung tangan untuk mengurangi pajanan droplet dari lingkungan yang kita lewati selama gowes.

5.   Jangan lupa membawa sendiri hand sanitizer, handuk kecil dan minum dalam botol tertutup.

6.   Masker yang berbahan kain dapat dipilih agar dapat melindungi sekaligus lebih nyaman.


Beberapa langkah yang direkomendasikan selama bersepeda agar aman adalah:

1.   Gowes sendirian atau solo lebih diutamakan karena lebih aman, namun apabila gowes berkelompok, maka agar dapat diatur supaya gowes dilakukan dalam kelompok kecil antara 2-5 orang saja.

2.   Pemilihan jalur adalah hal yang penting. Jalur yang sebaiknya dihindari adalah jalur yang ramai dan daerah zona merah Covid -19.

3.   Tetap jaga jarak depan belakang antar pesepeda. Berdasarkan penelitian, jarak yang direkomendasikan adalah minimal 4 meter untuk kecepatan rendah harus semakin jauh jaraknya (>20 meter)apabila bersepeda dilakukan dalam kecepatan tinggi.

4.   Jarak dengan pengendara yang lain juga perlu diperhatikan, selalu jaga jarak terutama pada pengendara yang belum patuh dengan protocol kesehatan.

5.   Tetap memperhatikan rambu lalu lintas dan mematuhinya.


Saat istirahat merupakan periode yang juga perlu diperhatikan agar olahraga tetap aman. Beberapa hal yang dilakukan untuk menjaga agar gowes tetap aman dan nyaman selama saat istirahat antara lain:

1.   Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer pada saat istirahat.

2.   Apabila akan membersihkan wajah, maka yakinkan tangan telah bersih, dan gunakan handuk atau tissue yang bersih.

3.   Selalu menjaga jarak aman antar anggota kelompok minimal 1 meter.

4.   Selalu gunakan masker anda, kecuali pada saat makan dan minum. Masker boleh dibuka sebentar sambal menjaga jarak apabila napas dirasakan berat.

5.   Hindari saling meminjam alat makan antar anggota kelompok

6.   Istirahat secukupnya, tidak perlu berlama-lama bercengkerama dengan anggota kelompok.


Saat kembali kerumah, ada beberapal angkah yang diambil agar meminimalisir penyebaran Covid-19, antara lain:

1.   Sebelum memasuki rumah, lepaskan semua perlengkapan yang digunakan, seperti helm, sarung tangan, sepatu dan kacamata. Letakkan di luar rumah dan semprot dengan desinfektan sebelum disimpan kembali.

2.   Hindari kontak dengan anggota rumah yang lain dan hindari menyentuh perabot yang ada di rumah.

3.   Lepaskan pakaian, kaos kaki dan masker lalu segera cuci dengan deterjen. Cuci tangan sebelum dan sesuadah melakukan pelepasan pakaian.

4.   Segera bersihkan diri dengan mandi dan keramas.

5.   Setelah badan bersih, istirajat dan minum yang cukup untuk mengganti cairan yang hilang selama berolahraga.