Diet Sehat untuk Pasien DBD

Selasa, 02 November 2021 127

Musim pancaroba telah tiba. Musim pancaroba adalah peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya, musim kemarau ke musim hujan. Tubuh wajib beradaptasi menghadapi musim pancaroba khususnya ancaman perubahan cuaca ekstrem. Kondisi ini kerap merangsang perkembangbiakan mikroorganisme penyebab penyakit. Itulah sebabnya kita harus menjalankan beberapa kebiasaan agar tetap sehat.


1. Minum air putih yang cukup

Musim pancaroba rentan membuat tubuh kita kekurangan cairan alias dehidrasi sehingga kuman penyebab penyakit lebih mudah menyerang. Untuk itu, jagalah selalu kecukupan cairan tubuh dengan minum air putih sebanyak 8 gelas dalam satu hari.

2. Pola makan teratur

Dengan jam makan yang teratur setiap hari, metabolisme tubuh akan menjadi sangat sempurna sehingga kerja organ pencernaan akan menjadi lebih efisien. Jadwal makan terbagi berdasarkan tiga waktu utama, yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam. Dan diselingi 2 kali snack/ cemilan diantara waktu makan utama.

3. Gizi seimbang

Prinsip pertama yang dianjurkan adalah mengkonsumsi aneka ragam makanan sesuai kebutuhan terutama saat makan utama. Aneka ragam makanan sangat diperlukan karena tidak ada satu jenis makanan pun yang mengandung zat gizi lengkap kecuali ASI.

Gizi seimbang adalah susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan memantau berat badan secara teratur dalam rangka mempertahankan berat badan normal untuk mencegah masalah gizi.

Selain memperhatikan waktu makan, jenis makanan yang masuk ke dalam tubuh juga jangan sembarangan  Menjaga asupan makanan dengan prinsip gizi seimbang.


Diet Sehat Pada DBD

Salah satu penyakit di musim pancaroba adalah Demam Berdarah Dengue DBD adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue, virus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypti betina. Seseorang yang terkena virus ini akan mengalami beberapa gejala demam berdarah, seperti demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, serta menimbulkan hilangnya nafsu makan sehingga membuat pengidapnya menjadi lemas.

Salah satu keluhan atau gejala yang ditemukan adalah jumlah trombosit yang rendah. Oleh karena itu, pengidap demam berdarah disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat agar kondisi tidak semakin parah. Makanan untuk membantu proses penyembuhan demam berdarah harus memiliki kandungan gizi yang baik.

  • Makanan untuk Meningkatkan Trombosit Saat DBD

Jumlah trombosit yang rendah dalam tubuh dapat menyebabkan gejala seperti kelelahan, gusi berdarah, mudah memar, dan sebagainya. Kondisi ini dikenal sebagai trombositopenia

Jenis makanan tertentu, seperti sayur dan buah-buahan, telah terbukti efektif membantu meningkatkan trombosit. Berikut ini sembilan jenis makanan untuk meningkatkan trombosit:


1. Sayuran Berdaun Hijau

Sayuran berdaun hijau seperti kangkung dan sawi mengandung vitamin K. Ini tidak langsung meningkatkan kadar trombosit, tetapi dapat membantu pembekuan darah yang lebih baik. 

Vitamin K berperan penting dalam membantu tubuh menghasilkan protein untuk proses pembekuan. Pembekuan darah adalah fungsi kompleks yang tidak hanya melibatkan trombosit, tetapi juga jalur biologis lainnya. Mengonsumsi makanan yang mengandung cukup vitamin K dapat menjaga fungsi tubuh dalam menghentikan pendarahan.

2. Makanan Kaya Vitamin
Beberapa vitamin dapat merangsang produksi trombosit dalam darah, antara lain:

  • Vitamin A. Ini penting untuk produksi trombosit yang sehat dan pembentukan protein dalam tubuh. Kandungan protein yang sehat dalam tubuh membantu proses pembelahan dan pertumbuhan sel. Beberapa makanan yang idealnya ditambahkan ke dalam diet harian Anda yaitu wortel, labu, ubi jalar, dan sayur kangkung. 
  • Vitamin C. Nutrisi ini bertanggung jawab untuk membantu trombosit berfungsi dengan baik. Vitamin ini juga membantu tubuh menyerap zat besi yang berdampak pada peningkatan trombosit darah. Masukkan mangga, nanas, tomat, paprika, kembang kol, dan sebagainya ke dalam menu makanan harian. 
  • Vitamin K. Salah satu makanan untuk menaikkan trombosit darah yaitu makanan yang kaya vitamin K. Nutrisi ini berguna untuk memastikan pertumbuhan sel sehat pada tingkat optimal dalam tubuh. Tambah trombosit dengan mengonsumsi sayuran berdaun hijau, kangkung, telur, hati, daging, kubis, peterseli, dan sebagainya. 
  • Vitamin B12. Ini dapat membantu menjaga sel darah tetap sehat. Kekurangan vitamin B12 kerap dikaitkan dengan jumlah trombosit yang rendah. Makanan yang mengandung vitamin B12 di antaranya telur, susu, dan keju.

  • Vitamin D. Vitamin D berkontribusi pada fungsi tulang, otot, saraf, dan sistem kekebalan tubuh. Menurut Platelet Disorder Support Association (PDSA), vitamin D juga berperan penting dalam fungsi sel sumsum tulang yang memproduksi trombosit dan sel darah lainnya. Makanan yang mengandung vitamin D meliputi kuning telur, ikan berlemak (salmon, tuna), susu dan yoghurt yang difortifikasi, dan minyak hati ikan. 

3. Makanan Sumber Asam Folat

Kekurangan folat dalam tubuh dapat menyebabkan penurunan jumlah trombosit darah. Tambahkan lebih banyak vitamin B9 atau makanan kaya folat, karena penting untuk pembelahan sel sehat dalam tubuh yang membantu meningkatkan jumlah trombosit darah. 

Folat banyak ditemukan pada sayuran berdaun hijau tua, buncis, kacang polong, dan kacang-kacangan lainnya. Buah yang kaya folat antara lain jeruk, lemon, pisang, melon, dan stroberi. Oleh sebab itu, tambahkan lebih banyak jus jeruk, bayam, asparagus, dan sayuran hijau ke dalam menu makanan harian Anda.

Mendapat asupan folat dari makanan akan lebih baik daripada suplemen, kecuali untuk wanita hamil. Ini karena suplemen folat memberikan asam folat dosis tinggi yang berisiko mengganggu kemampuan B12 untuk menjalankan fungsinya dengan benar di dalam tubuh. 


4. Makanan Sumber Zat Besi

Zat besi dikenal akan fungsinya untuk meningkatkan produksi sel-sel sehat dalam tubuh. Ini dibutuhkan oleh penderita anemia. Anemia adalah kondisi ketika jumlah sel darah merah rendah. Sertakan biji labu, delima, lentil, dan sayuran hijau ke dalam makanan Anda untuk menambah asupan zat besi, seperti hati sapi, tahu, kacang merah, atau tiram. Zat besi memainkan peran penting dalam produksi sel darah merah, termasuk trombosit. Meningkatkan asupan zat besi dapat membantu meningkatkan kadar trombosit secara alami.


5. Buah-buahan untuk Meningkatkan Trombosit

Ada banyak jenis buah yang dapat dikonsumsi untuk menaikkan trombosit, antara lain:

  • Jambu biji. Jambu biji merah memiliki kandungan vitamin C yang sangat tinggi. Di dalam tubuh, vitamin C dapat membantu meningkatkan kerja sistem imun dalam menghentikan infeksi virus. Di samping itu, jambu biji memiliki suatu komponen bioaktif bernama trombinol yang berperan penting dalam pengaturan produksi trombosit.
    Jambu biji merah juga kaya akan quercetin, yaitu senyawa kimia alami yang bisa ditemukan dalam berbagai jenis buah dan sayur. Quercetin dapat menekan pertumbuhan virus dengan merusak materi genetik yang berperan penting dalam kelangsungan hidup virus, yaitu mRNA. Jika virus tidak memiliki mRNA yang cukup, virus tidak dapat berfungsi dengan baik.

  • Mangga. Buah mangga mengandung vitamin C yang dapat membantu proses penyerapan zat besi, serta meningkatkan jumlah trombosit dalam darah.
  • Jeruk. Selain mengandung vitamin C, buah jeruk juga kaya akan folat, yaitu zat yang diperlukan tubuh untuk membentuk sel darah, termasuk trombosit.
  • Delima. Sama halnya dengan buah jeruk, delima mengandung vitamin C dan asam folat yang dapat merangsang produksi trombosit dalam darah.


6. Perbanyak Konsumsi Ikan Berlemak
Makanan untuk menaikkan trombosit darah yaitu ikan berlemak atau fatty fish. Ini karena ikan berlemak kaya akan vitamin B12 yang memiliki peran penting dalam pembentukan sel darah merah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kadar trombosit darah yang rendah mungkin berkaitan dengan defisiensi B12. Ikan berlemak seperti salmon, kembung, tongkol, sarden, dan tuna mengandung banyak vitamin B12 yang membantu meningkatkan jumlah trombosit darah.