Diet Sehat Untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak Dengan Adhd

Senin, 22 Maret 2021 90

Article by:  Dhina Septria Wahyuningtyas, S.Gz

                                               

Attention deficit hyperactivity (ADHD) menurut Nevid adalah gangguan perilaku yang ditandai oleh aktifitas motorik berlebih dan ketidakmampuan untuk memfokuskan perhatian. Biasanya anak ini bersikap impulsive dan hiperaktif, sehingga dapat berdampak pada prestasi anak di sekolah. Gejala ADHD umumnya muncul pada anak-anak sebelum usia 12 tahun. Namun pada banyak kasus, gejala ADHD sudah dapat terlihat sejak anak berusia 3 tahun. ADHD yang terjadi pada anak-anak dapat terbawa hingga dewasa. Penyebab ADHD belum diketahui secara pasti. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko anak terkena ADHD. Faktor risiko ini meliputi faktor genetik dan lingkungan. Ada pula yang menganggap bahwa gangguan perilaku hiperaktif pada anak disebabkan oleh sugar rush atau konsumsi gula berlebihan. Namun, hal ini belum terbukti benar.

Pada dasarnya, diet ADHD lebih diarahkan agar makanan yang dikonsumsi dapat membantu otak bekerja lebih baik dan mengurangi gejala, seperti kegelisahan atau kurangnya fokus. Seorang ahli, dr. Richard Sogn, MD, mengatakan bahwa makanan yang baik untuk otak akan memiliki dampak yang baik pula bagi penderita ADHD. ADHD merupakan kondisi khusus yang tidak bisa “disembuhkan”, tetapi masih dapat dikendalikan. Oleh karena itu, peran orang tua sangatlah penting untuk membantu meminimalkan gejala. Selalu konsultasikan dengan dokter anak Anda agar dapat dipantau terus perkembangannya.

Jenis-jenis makanan yang baik untuk otak adalah makanan tinggi protein (kacang-kacangan, keju, telur, daging), rendah karbohidrat (kurangi makanan seperti gula, nasi putih, dan kentang), buah (jeruk, pir, apel, kiwi), dan asam lemak omega-3 (tuna, salmon). Meski demikian, tetap dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai perlu atau tidaknya diet khusus pada anak dengan kondisi ini. Selain itu, belum ada bukti ilmiah bahwa ADHD disebabkan oleh diet atau masalah pada nutrisi. Tapi, tak menutup kemungkinan bahwa makanan tertentu memainkan peran dalam memengaruhi gejala pada sekelompok kecil orang.

Selalu pantau kondisi si kecil dengan sering konsultasi dengan dokter anak dan ahli gizi kepercayaan anda. Salam Sehat, Nutrisionist Indonesia.