Cara Tepat Konsumsi Obat Oral Pada Diabetes Melitus

Senin, 16 November 2020 48

Apt. Sinta Pramesti.,S.Farm

Apoteker Rumah Sakit “JIH”

 

Diabetes mellitus merupakan penyakit yang cukup banyak diderita di Indonesia. Menurut PERKENI (Perhimpunan Endokrinologi Indonesia), Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Terapi obat dibagi menjadi 2: yaitu insulin dan obat antidiabetik oral. Beberapa antidiabetik oral memiliki aturan dalam waktu minumnya, bertujuan untuk mendapatkan efek yang lebih maksimal.

Mari kita bahas antidiabetik oral dan waktu minum yang tepat berdasarkan mekanisme kerjanya. Golongan pertama yaitu golongan obat-obatan yang sebaiknya dikonsumsi sebelum makan. Perlu perhatian saat konsumsi obat golongan ini karena memiliki potensi mengakibatkan hipoglikemi (penurunan gula darah) yang cukup besar. Tanda-tanda hipoglikemi antara lain lemas, pandangan kabur, pusing. Golongan obat yang pertama yang sebaiknya dikonsumsi sebelum makan adalah sulfonilurea. Obat ini bekerja dengan meningkatkan sekresi insulin di pankreas. Obat ini sebaiknya dikonsumsi 15-30 menit sebelum makan karena kondisi hiperglikemi dapat mengurangi penyerapan obat golongan ini. Obat yang termasuk golongan ini antara lain: glimepirid, glibenklamid, gliclazid, glipizid. Golongan selanjutnya yang sebaiknya dikonsumsi sebelum makan yaitu meglitinide. Obat ini bekerja dengan menstimulasi sekresi insulin. Meglitinide sebaiknya dikonsumsi 30 menit sebelum makan, sehingga dapat menstimulasi tubuh untuk melepaskan insulin setelah pasien makan. Obat yang termasuk golongan ini adalah Repaglinide, Nateglinide. Golongan obat ini memiliki efek hipoglikemi lebih kecil dari golongan sulfonilurea.

Selanjutnya, obat-obat yang baik dikonsumsi bersama makan. Golongan yang pertama yaitu biguanid. Obat yang termasuk golongan ini adalah metformin. Obat ini berkerja dengan mengurangi proses glukoneogenesis (pembentukan glukosa dari senyawa non-karbohidrat) dan meningkatkan sensitivitas insulin terhadap glukosa. Obat ini sebaiknya dikonsumsi bersamaan atau setelah makan. Hal ini untuk memaksimalkan penyerapannya dan untuk mengurangi efek samping yaitu gangguan pencernaan. Golongan selanjutnya yaitu penghambat alfa glikosidase. Obat yang termasuk golongan ini adalah akarbose. Obat ini bekerja menghambat kerja enzim alfa glkosidase, enzim yang fungsinya mempercepat pengubahan karbohidrat kompleks, oligosakarida, dan disakarida menjadi monosakarida dan glukosa. Obat ini bekerja ketika ada makanan dan karena fungsinya untuk menghambat kerja enzim alfa glikosidase, sehingga baik dikonsumsi saat suapan pertama.

Selanjutnya obat yang dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makan. Golongan pertama yaitu penghambat SGLT-2. SGLT 2 adalah protein pada manusia yang memfasilitasi penyerapan kembali glukosa dalam ginjal. Obat golongan ini mengeblok kerja SGLT 2, meningkatkan eksresi glukosa, dan dapat menurunkan kadar glukosa darah  Contoh obat golongan ini yaitu: dapaglifozin, empaglifozin. Selanjutnya golongan penghambat enzim DPP4 bekerja dengan menghambat aktivitas enzim DPP4 sehingga mengurangi degradasi hormone inkretin (hormone yang berfungsi menjaga keseimbangan insulin dan glucagon). Contoh obat golongan ini yaitu vidagliptin dan sitagliptin. Golongan selanjutnya yaitu golongan glitazone. Golongan ini bekerja dengan mengurangi resitensi insulin (tubuh tidak merespon insulin) dan meningkatkan sensitivitas insulin. Contoh golongan ini yaitu: pioglitazone.

Sebaiknya kita memperhatikan cara konsumsi obat antidiabetik oral agar efek yang didapat tentunya maksimal. Selain konsumsi obat secara rutin, penderita diabetes juga disarankan untuk memeriksakan kadar gula darah secara rutin, menjaga diet rendah gula, berolahraga yang teratur, serta melakukan perawatan kaki.