Berkenalan Dengan Zinc, Mineral Penambah Imunitas Anak

Kamis, 24 Maret 2022 166

Sistem imun adalah sistem daya tahan tubuh terhadap serangan substansi asing yang masuk ke dalam tubuh. Substansi asing ini bisa berasal dari dalam tubuh atau luar tubuh. Substansi asing yang berasal dari luar tubuh antara lain, virus, bakteri, dan jamur. Sedangkan substansi asing dari dalam tubuh adalah sel-sel mati atau sel yang bentuk dan fungsinya telah berubah.

Saat terpapar oleh substansi asing, tubuh akan bereaksi dengan membentuk respon imun dari sistem imun. Pada masa pertumbuhan anak-anak, sistem imun sedang mengalami perubahan dan pematangan. Hal ini menyebabkan anak-anak rentan terhadap berbagai bakteri atau virus. Salah satu upaya untuk meningkatkan sistem imun adalah dengan memperhatikan asupan nutrisi untuk tubuh. Hal ini bisa dilakukan dengan konsumsi makanan bergizi dan nutrisi tambahan, seperti vitamin dan mineral. Salah satunya adalah zinc.

Zinc merupakan mikromineral esensial yang memiliki banyak peran di dalam tubuh. Sebagai mikromineral esensial zinc diperlukan oleh tubuh dalam jumlah yang kecil, namun memliki fungsi yang spesifik bagi tubuh. Salah satunya adalah meningkatkan sistem imun. Di dalam tubuh, zinc membantu proses pembentukan asam nukleat, senyawa esensial di dalam sel yang berperan penting pada sistem imun. Selain itu, kekurangan zinc dapat menurunkan aktivitas sel- sel yang berperan dalam sistem imun, seperti sel darah putih. Zinc juga berfungsi sebagai antioksidan yang dapat mencegah kerusakan sel dalam tubuh.

Peran lain zinc adalah untuk pembentukan protein yang merupakan komponen terbesar dalam pembentukan antibodi. Hal ini membuat zinc sangat terkait dengan sistem imun. Pada anak-anak, zinc dapat membantu mengurangi infeksi saluran pernafasan, frekuensi diare, dan memperpendek durasi common cold.

Beberapa bukti ilmiah menunjukkan bahwa banyak penduduk yang masih menderita defisiensi atau kekurangan zinc. Hal inilah yang membuat rendahnya sistem imunitas tubuh seseorang. Dengan sistem imunitas yang rendah, seseorang menjadi lebih mudah terserang berbagai penyakit.

Tanda–tanda dari defisiensi zinc pada anak adalah retardasi pertumbuhan, terlambatnya kematangan seksual, kelainan pada kulit dan rambut menjadi tipis, mudah mengalami diare,  abnormalitas pada tulang dan sistem imunitas.  Berdasarkan AKG (angka kecukupan gizi), kebutuhan zinc untuk bayi usia 0-5 bulan adalah 1,1 mg / hari. Bayi usia 6-11 bulan perlu 3 mg/hari, usia 1–3 tahun butuh 3 mg / hari, dan anak 4-9 tahun membutuhkan 5 mg / hari. Di atas usia 10 tahun perlu 9-11 mg / hari. Rata-rata, anak laki-laki membutuhan lebih banyak zinc daripada anak perempuan. 

Zinc dapat ditemukan pada berbagai sumber makanan seperti daging ayam, daging sapi, telur, susu, keju, berbagai kacang-kacangan. dan makanan laut, contohnya tiram, udang, dan ikan laut. Selain itu, suplemen zinc dengan dosis yang disesuaikan dengan usia dan kebutuhan harian anak bisa menjadi pilihan jika asupan zinc belum mencukupi.