Apa Itu Kemoterapi Oral?

Jumat, 15 Juli 2022 192

Kemoterapi adalah prosedur terapi kanker menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Ada banyak metode pengobatan bagi pasien kanker. Salah satunya kemoterapi oral. Kemoterapi oral adalah obat untuk melawan kanker yang dikonsumsi pasien secara per oral atau dengan cara diminum. Sediaan kemoterapi oral dapat berupa tablet, kapsul, atau sirup. Pasien dapat mengonsumsi obat kemoterapi di rumah secara mandiri sesuai resep dan instruksi dari dokter. Selama ini kita lebih banyak mengenal kemoterapi melalui infus atau injeksi. Yang membedakan kemoterapi oral dengan kemoterapi lainnya selain dari cara pemberiannya adalah kemoterapi oral dapat dilakukan setiap hari, sedangkan kemoterapi secara injeksi tidak dilakukan setiap hari. Kemoterapi oral memungkinkan pasien menjalani perawatan di rumah namun tetap dengan pemeriksaan rutin di rumah sakit dan monitoring dari dokter. Beberapa pasien kanker lebih memilih kemoterapi oral daripada injeksi karena tidak harus sering mengunjungi rumah sakit. Obat-obat kemoterapi oral penggunaannya tidak hanya terbatas pada pasien kanker, tetapi juga digunakan untuk kondisi lain seperti pada rheumatoid arthritis dan penyakit autoimun lain.

Kemoterapi oral dirancang untuk membunuh sel-sel kanker, tetapi juga dapat berefek pada sel-sel normal dalam tubuh. Obat ini dapat terserap melalui kulit atau terhirup ke dalam paru-paru. Anggota keluarga di rumah juga dapat terpapar kemoterapi jika obat tersebut bersentuhan dengan makanan atau permukaan benda di rumah. Maka dari itu, penting bagi anggota keluarga atau orang yang kontak langsung dengan pasien untuk memahami bagaimana penanganan kemoterapi oral demi mengurangi paparan dari obat tersebut. Wanita yang sedang hamil atau menyusui harus menghindari kontak dengan obat ini.

Sebelum mengonsumsi kemoterapi oral, pasien atau keluarga pasien perlu membaca aturan pakai dengan cermat. Pasien harus mengonsumsi setiap dosis pada waktu yang sama sesuai jadwal terapi. Bagaimana jika pasien lupa minum obat kemoterapi oral? Untuk obat kemoterapi oral dengan frekuensi pemberian tiap 12 jam, apabila terlewat diminum kurang dari 6 jam dari waktu minum yang seharusnya, maka pasien harus segera minum obat. Jika lebih dari 6 jam, maka obat yang terlewat tidak perlu diminum. Untuk obat kemoterapi dengan frekuensi pemberian tiap 24 jam, apabila terlewat diminum kurang dari 12 jam dari waktu minum yang seharusnya, maka pasien harus segera minum obat. Jika lebih dari 12 jam, maka obat yang terlewat tidak perlu diminum. Informasikan ke dokter dan apoteker jika melewatkan satu dosis. 

Sama halnya dengan kemoterapi injeksi, kemoterapi oral dapat menyebabkan efek samping. Efek samping yang paling sering terjadi adalah mual, muntah, diare, sariawan, dan ruam kulit. Efek samping terjadi karena kemoterapi oral melewati seluruh tubuh untuk membunuh sel kanker di mana pun mereka berada. Namun, kemoterapi oral juga dapat memberikan efek pada sel-sel normal dan sehat. Dokter biasanya akan meresepkan obat tambahan untuk membantu mengatasi efek samping. Apabila gejala efek samping mengganggu dan memburuk segera hubungi dokter atau apoteker jika mengalami keluhan-keluhan tersebut!