Amankah Berpuasa Saat Hamil?

Jumat, 08 Mei 2020 92

Ibadah puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib yang hanya bisa dijalankan satu kali dalam setahun. Tak heran, banyak muslim yang tidak ingin melewatkan kesempatan beribadah ini, tak terkecuali ibu hamil. Walaupun ibu hamil membutuhkan banyak nutrisi untuk menunjang perkembangan dan pertumbuhan bayinya, namun ibu hamil yang sehat masih diperbolehkan untuk menjalankan ibadah puasa.

Puasa saat hamil bukan merupakan hal yang mudah dijalankan. Ibu hamil harus benar-benar memerhatikan nutrisi yang dikonsumsinya.  Jangan sampai puasa malah menurunkan kesehatan ibu dan bayinya. Kesempatan makan saat buka puasa dan sahur harus benar-benar harus dimanfaatkan oleh ibu hamil untuk mengonsumsi banyak makanan yang bervariasi sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Berikut tips berpuasa untuk ibu hamil:

1. Konsultasikan dengan dokter
Sebelum menjalankan ibadah puasa, tanyakan pada dokter Anda apakah kondisi Anda memungkinkan untuk menjalankan puasa?
Dokter akan mempertimbangkan kondisi kesehatan dan tahap kehamilan Anda untuk menentukan apakah tubuh Anda mampu untuk puasa atau tidak. Ibu hamil dengan komplikasi kesehatan, seperti diabetes gestasional dan anemia, mungkin tidak disarankan untuk menjalankan puasa saat hamil.

2. Perhatikan nutrisi saat ibu hamil puasa
• Pastikan ada sumber karbohidrat (nasi, mie, kentang), protein hewani (ikan, daging, ayam), protein nabati (tahu, tempe, kacang-kacangan), sayuran, dan buah-buahan di piring Anda saat buka puasa dan sahur.
• Perbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan, setidaknya 5 porsi per hari, untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral Anda, terutama zat besi, asam folat, vitamin A, kalsium, dan lainnya.
• Kurangi makanan dengan kadar gula tinggi. Makanan ini dapat membuat Anda cepat kenyang, tapi juga membuat Anda cepat lapar setelahnya. Biasanya makanan dengan kadar gula tinggi juga tidak mengandung banyak nutrisi penting.
• Perbanyak asupan cairan Anda, air putih merupakan yang terbaik. Cukupkan minum minimal 8 gelas. Bisa berupa air putih, susu dan jus buah, yang juga mengandung banyak nutrisi penting lainnya yang terbagi pada tiga waktu (saat sahur, berbuka, dan sebelum tidur)
• Kurangi konsumsi kopi, teh, dan minuman bersoda untuk membantu mempertahankan hidrasi tubuh Anda saat puasa. Sebaliknya, minum air kelapa muda dapat membantu mempertahankan hidrasi dan mencegah kelelahan saat puasa.

3. Panduan beraktivitas saat puasa
Kurangi aktivitas Anda saat puasa agar Anda tidak mengalami kelelahan. Istirahat beberapa jam di siang hari dapat membantu Anda dalam mempertahankan energi saat puasa. Dan cukupkan istirahat tidur malam 8 jam sehari.
Hindari keluar rumah saat cuaca sedang panas. Tidak melakukan aktivitas berat dan berolahraga ringan (jalan santai, senam hamil, yoga hamil) selama 30 menit menjelang berbuka selama puasa dapat membantu Anda dalam menjalankan puasa dengan lancar.

4. Kapan Bumil harus berbuka puasa?
Jika Anda mengalami hal seperti di bawah ini saat puasa, sebaiknya konsultasikan segera dengan dokter Anda.
• Berat badan Anda tidak bertambah, atau justru menurun
• Anda merasa sangat haus, jarang buang air kecil, dan urin berwarna lebih gelap (tanda-tanda dehidrasi)
• Mengalami sakit kepala atau demam
• Mengalami mual dan muntah

Kemampuan ibu hamil dalam menjalankan puasa mungkin berbeda-beda. Sebaiknya, jangan paksakan diri Anda untuk puasa jika sudah merasa tidak mampu. Ini akan berakibat buruk pada Anda dan janin Anda. Hanya Anda yang tahu kuat tidaknya Anda dalam menahan makan dan minum seharian saat puasa. Jika sudah merasa tidak kuat sebaiknya Anda berbuka puasa. Semoga sehat selalu.