PROFIL DOKTER

drg. Septa Herawiharja, Sp.BM

drg. Septa Herawiharja, Sp.BM

Gigi & Mulut

Lahir di Yogyakarta tahun 1982, sekolah SD hingga SMA di Yogyakarta. Tahun 2000 saya terdaftar di fakultas kedokteran gigi UGM tahun 2008 lulus menjadi dokter gigi. di Tahun 2008 langsung mendaftar sebagai mahasiswa spesialis bedah mulut dan maksilofasial, lulus tahun 2015. Setelah lulus spesialis bedah mulut saya sering mengikuti workshop tentang penanganan trauma di bidang maksilofasial.

Bedah mulut dan maksilofasial adalah cabang ilmu bedah yang dilakukan pada mulut (oral) dan daerah maksilofasial (tulang rahang, dan tulang wajah), dengan tujuan estetika, medis atau keduanya.

Drg. Septa adalah dokter gigi spesialis bedah mulut yang praktek di Rumah Sakit JIH. Memiliki pengalaman dalam melakukan tindakan-tindakan bedah mulut,di antaranya adalah bedah dentoalveolar contohnya pencabutan gigi dengan penyulit, operasi gigi geraham bungsu yang impaksi, bedah praprostetik, yaitu tindakan bedah untuk mempersiapkan rongga mulut supaya dapat memakai gigi palsu dengan nyaman, dental implant (penanaman gigi palsu), infeksi gigi, kelainan bawaan/kongenital, kista rongga mulut, keganasan/neoplasma pada rongga mulut dan tulang rahang, kelainan kelenjar ludah, nyeri wajah/facial pain, traumatologi, bedah TMJ (temporo-mandibulae joint), yaitu tindakan bedah pada kasus patah tulang rahang/sendi rahang, bedah ortognatik untuk perawatan gigi dengan behel, special care in dentistry (pengelolaan medically compromised patient), yaitu perawatan pada pasien berkebutuhan khusus, di mana pasien dengan gangguan di rongga mulut tetapi memiliki kondisi sistermik yang kompleks, misalnya, ketakutan yang luar biasa, pasien post stroke, Diabetes Mellitus dengan komplikasi.

Trauma wajah dan rongga mulut merupakan salah satu kasus yang paling banyak ditangani oleh drg. Septa. Patah tulang rahang serta patah tulang wajah pasca kecelakaan lalu lintas dan tindak kekerasan menjadi faktor penyebab dalam kasus trauma. Penanganan dari kasus patah rahang dan patah tulang wajah dalam bidang bedah mulut dan maksilofasial ini dengan cara mengembalikan tulang yang patah ke posisi yang sebenarnya kemudian dilakukan fiksasi menggunakan plate dan screw berbahan titanium supaya tulang tidak berubah posisi, prosedur ini disebut ORIF (Open Reduction Internal Fixation).

Kasus kista dan neoplasma (tumor) di rongga mulut dan tulang rahang juga sering ditemui di bidang bedah mulut dan maksilofasial. Penanganan dari kista dan neoplasma ini adalah dengan mengangkat kista dan neoplasma tersebut, jika neoplasma tersebut berukuran besar maka tulang rahang yang terdesak neoplasma (tumor) tersebut harus diangkat dan diganti dengan rahang buatan yang terbuat dari bahan titanium (mandibular reconstruction plate).

Drg. Septa di Rumah Sakit JIH bisa melakukan operasi patah tulang rahang dan tulang wajah, rekonstruksi tulang rahang karena tumor di rahang.

- Lulus Spesialis Bedah mulut dan maksilofasial tahun 2015

- Lulus FKG UGM tahun 2008




Senin -
Selasa
11.00-12.00 (Tele-Konsultasi)
Rabu
17.00-18.00 (Tele-Konsultasi)
17:00-20:00
Kamis -
Jumat -
Sabtu
17.00-18.00 (Tele-Konsultasi)
17:00-20:00
Minggu -