SERING NYERI ULU HATI, BAHAYA KAH?

Pada wanita usia muda (usia reproduksi), keluhan nyeri dada atau nyeri ulu hati dengan rasa seperti terbakar, disertai sesak nafas, biasanya disebabkan oleh reflux (kembalinya) isi lambung ke esofagus (kerongkongan). Penyakit ini disebut gastro esofageal reflux disease (GERD), yang terjadi akibat kelemahan otot sfingter esofagus bagian bawah (LES/lower esofageal sfingter) Beberapa faktor risiko terjadinya GERD adalah obesitas, hernia hiatus, merokok, dan konsumsi alkohol. GERD juga dapat terjadi akibat pemberian obat-obatan tertentu seperti obat antikolinergik, beta-blocker, bronkodilator, calcium channel blockers, sedatif, antidepresi trisiklik. Pada wanita, gejala GERD dapat memberat selama kehamilan.

Keluhan paling sering akibat GERD adalah terasa nyeri seperti terbakar di dada yang meningkat dengan membungkukkan badan atau berbaring, terasa makanan menyumbat di dada. Dapat terjadi pula keluhan batuk, sesak nafas yang disertai mengi, sulit menelan, cegukan, suara serak, sakit tenggorokan. Penanganan awal untuk GERD meliputi modifikasi gaya hidup,yaitu mengurangi makanan yang dapat menstimulasi sekresi asam lambung seperti kopi, coklat, keju, minuman bersoda, serta menghentikan penggunaan obat-obatan yang dapat menimbulkan GERD. Disarankan makan tidak terlalu kekenyangan, dan tidak berbaring setelah makan. Bila gejala GERD terjadi saat malam hari, disarankan makan paling lambat 2 jam sebelum tidur, serta menaikkan posisi kepala saat tidur.

Bila GERD terjadi dalam jangka panjang dapat terjadi komplikasi di esofagus berupa striktur (kekakuan), ulkus (luka), barret’s esofagus, bahkan keganasan/kanker di lambung dan esofagus. Komplikasi di luar esofagus dapat berupa asma, bronkospasme, batuk kronik, suara serak, masalah gigi. Bila keluhan memberat atau timbul berulang kali setelah terapi, dapat dilakukan pemeriksaan penunjang dengan endoskopi. GERD dapat diobati dengan pemberian antasida, antagonis reseptor histamin, serta penghambat pompa proton. Terapi dapat diberikan sampai 4-8 minggu atau sampai keluhan menghilang. Penanganan GERD yang baik akan mengurangi keluhan, derajat radang/iritasi esofagus, dan mencegah risiko terjadinya komplikasi. Untuk memastikan diagnosis disarankan segera memeriksakan diri ke dokter agar mendapatkan terapi yang sesuai diagnosis sehingga tidak terjadi komplikasi yang berat.

  • By dr. Ardiana Dinisari, Sp.PD
  • 27 November 2018