RESIKO RADANG GUSI

Secara umum ada 2 jenis radang gusi. Pertama, radang gusi yang melibatkan tepi gusi dan belum disertai pendalaman kantung gusi, ini dinamakan Gingivitis. Kedua, radang gusi yang sudah disertai bertambahnya kedalaman kantung gusi (poket periodontal) yang disebut Periodontitis. Jenis radang gusi kedua inilah yang banyak dikaitkan dengan sejumlah penyakit sistemik, antara lain seperti yang saudara sebutkan diatas.

Mengapa? Karena di dalam kantung gusi akan dihuni oleh bakteri tertentu yang justru tumbuh subur di area yang sangat tersembunyi, di dalam ceruk kantung gusi yang dalam dan miskin oksigen. Bakteri yang menyukai habitat seperti itu dari golongan bakteri gram negatif anaerob. Bakteri jenis ini memiliki racun khusus pada dinding selnya yang disebut endotoksin atau leukotoksin. Toksin atau racun ini bisa terikut aliran darah dan beredar ke sekujur tubuh. Kecuali toksin atau racun tersebut, bakteri itu sendiri juga dapat sampai ke pembuluh darah yang halus di gusi dan berlanjut ke peredaran darah di tubuh kita. Proses menyebarnya bakteri yang bersumber dari radang gusi ini disebut bakteriemia.

Disebut pula fokal infeksi karena infeksi di area gusi atau bagian tertentu di rongga mulut menyebabkan infeksi serupa di organ tubuh lainnya. Memang betul dalam banyak publikasi jurnal disebutkan kaitan periodontitis dengan berbagai penyakit sistemik. Saya pernah beberapa kali mendapati pasien yang mengalami radang kronis di bola mata (uveitis) rujukan dari teman sejawat spesialis mata dengan dugaan adanya fokal infeksi dari gusi, ternyata bisa sembuh setelah ditangani problem gigi dan gusinya.

Adapun tanda radang gusi, antara lain, gusi nampak memerah, mengkilat, membesar, mudah berdarah meski tidak selalu disertai rasa sakit. Dengan alat tertentu dokter gigi akan mudah mengenali apakah suatu radang gusi termasuk kategori gingivitis ataukah sudah menjadi6 periodontitis yg lebih berbahaya. Jadi sebaiknya konsultasi saja ke dokter gigi spesialis periodonsia atau periodontist. Demikian mudah-mudahan bermanfaat.

  • By drg. Ahmad Syaify Sp.Perio (K)
  • 08 October 2018