PERAWATAN GIGI SAAT PUASA APAKAH MEMBATALKAN?

Menjelang datangnya bulan Ramadhan sering terjadi fenomena banyak pasien datang ke dokter gigi untuk menyelesaikan seluruh masalah gigi dan mulutnya sebelum mulai berpuasa sementara beberapa lainnya memilih untuk menunda perawatan gigi tersebut hingga setelah berbuka puasa. Hal ini umum terjadi karena mereka ragu puasanya menjadi batal akibat perawatan gigi saat sedang berpuasa. Lalu bagaimana jika sakit gigi datang disaat siang hari saat kita sedang berpuasa? Apa saja yang sering dikhawatirkan membatalkan puasa?

  1. BERKUMUR Saat melakukan perawatan gigi, pasien sering kali diminta untuk berkumur oleh dokter gigi. Namun, berkumur tidaklah membatalkan puasa asalkan tidak dengan sengaja ditelan. Kalaupun saat berkumur air tersebut tertelan secara tidak sengaja, ia tetap dapat melanjutkan puasanya hingga waktu berbuka karena batalnya puasa seseorang saat dia memasukkan air ke dalam kerongkongannya secara sengaja.

  2. TERTELANNYA AIR YANG KELUAR DARI PERALATANGIGI Beberapa peralatan dokter gigi memang didesain dapat mengeluarkan air, salah satu contohnya adalah bur gigi. Air tersebut berfungsi sebagai pendingin yang mencegah mata bur cepat panas akibat berputar atau bergetar pada kecepatan tinggi. Panas ini harus dihindari untuk mencegah efek iritatif yang akan merusak jaringan gigi dan gusi pasien. Namun tersedia alat sedot khusus (suction) yang berfungsi untuk menyedot air dan ludah saat dokter gigi melakukan tindakan. Tentu dengan adanya alat ini, kita tidak perlu khawatir lagi air yang keluar dari peralatan gigi menjadi menggenang di dalam mulut dan tertelan.

  3. SUNTIK ANESTESI/ BIUS Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah pernah ditanya mengenai hal ini, ” Jika seseorang mengalami sakit gigi kemudian pergi ke dokter gigi, dokter kemudian membersihkan dan mencabut salah satu giginya. Apakah berpengaruh terhadap puasanya? Seandainya dokter memberikan suntikan anestesi, apakah ada pengaruhnya terhadap puasa?”. Kemudian Beliau menjawab, “Tidak ada dari apa yang engkau sebutkan yang bisa mempengaruhi sahnya puasa (membatalkan). Bahkah hal tersebut dimaafkan (diberi keringanan). Wajib baginya menjaga diri dari menelan sesuatu berupa obat atau darah. Demikian juga suntikan yang disebutkan, tidak ada pengaruhnya pada sahnya puasa. Karena statusnya bukan semakna dengan makan dan minum. Hukum asalnya adalah puasa sah dan selamat dari pembatal. (Majmu’ Fatawa bin Baz, syamilah). Sehingga kita tidak perlu ragu lagi bahwa suntikan bius yang diberikan oleh dokter gigi akan membatalkan puasa karena bukan bagian dari hal yang dapat membatalkan puasa.

  4. KELUARNYA DARAH SAAT PENCABUTAN GIGI Darah yang keluar saat pencabutan gigi tidaklah membatalkan puasa pasien. Penggunaan kasa yang digumpalkan di atas rongga bekas pencabutan gigi berperan sebagai penyumbat dan penyerap darah sehingga akan mencegah tertelannya darah ke dalam kerongkongan. Namun ada hal yang perlu diperhatikan yaitu penggunaan obat minum setelah pencabutan untuk menghilangkan rasa nyeri saat efek bius mulai habis. Walaupun ada beberapa cara untuk mengurangi rasa nyeri tanpa harus meminum obat yaitu dengan kompres dingin pada area bekas pencabutan dan berkumur dengan air hangat yang diberi sedikit garam, namun alangkah baiknya kita tetap perlu mempertimbangkan waktu saat akan cabut gigi.

  5. PENGGUNAAN OBAT OLES UNTUK SARIAWAN DAN ANESTESI Beberapa tindakan perawatan gigi akan memerlukan penggunaan obat oles. Kita tidak perlu ragu karena penggunaan obat ini juga tidak membatalkan puasa selama tidak tertelan. Obat tersebut akan diserap di permukaan gusi tersebut tanpa perlu masuk ke perut melalui jalan masuknya makanan pada umumnya. Sehingga penggunaan obat oles pada rongga mulut tidak akan membatalkan puasa kita. Kini tidak perlu ragu lagi untuk datang ke dokter gigi saat sedang menjalankan ibadah puasa. Tetaplah menjaga kebersihan rongga mulut dan periksa 6 bulan sekali ke dokter gigi.

  • By drg. Mirza Mangku Anom
  • 28 May 2018