Peran Akupunktur Medik untuk Mengatasi Batuk Pilek

Masa peralihan musim (masa pancaroba) seperti akhir-akhir ini menyebabkan banyaknya masyarakat yang menderita batuk pilek atau influenza dan terkadang disertai demam, terutama bagi golongan yang daya tahan tubuhnya rentan karena belum sempurna (pada bayi dan balita) atau sudah mengalami penurunan (pada lanjut usia/lansia) dan mereka yang menderita penyakit kronis seperti asma bronkial, diabetes mellitus dan lainnya.

Faktor yang berperan untuk timbulnya gejala yang dirasakan ini adalah faktor ekternal seperti infeksi virus, bakteri dan pengaruh lingkungan, juga faktor internal berupa daya tahan tubuh. Perubahan cuaca menyebabkan bakteri dan virus semakin berkembang dan pada penderita alergi seperti asma maka meningkatnya debu dan keberadaan serbuk sari di udara pun dapat menjadi pencetus kumatnya gejala asma.
Pencegahan seperti: banyak minum air putih; menjaga pola makan yang sehat dan bergizi seimbang; istirahat yang cukup; rutin berolah raga; meningkatkan perilaku higienik perorangan (seperti menutup mulut saat batuk/bersin; tidak membuang dahak sembarangan) hingga vaksinasi sangat dianjurkan.

Influenza merupakan penyakit akut saluran pernapasan dengan gejala demam ringan (meriang), menggigil, nyeri otot/persendian, sakit kepala dan sering disertai pilek, sakit tenggorokan dan batuk. Berlangsung 2-7 haridan dapat sembuh dengan sendirinya. Penyakit ini menjalar cepat di lingkungan dengan penyebaran lewat droplet (tetesan/percikan air saat batuk) dan lewat partikel cairan hidung/tenggorokan yang melayang di udara. Walaupun ringan dan dapat sembuh sendiri namun upaya memperpendek masa sakit dan mencegah timbulnya komplikasi berupa infeksi sekunder sangatlah diperlukan. Jika terdapat infeksi pun maka belum ada obat yang dapat memperpendek lamanya infeksi. Sedangkan obat-obatan yang digunakan selama ini ditujukan pada peredaan gejala saja.

Akupunktur medik dapat dijadikan pilihan terapi untuk influenza dengan cara:
 Menurunkan suhu tubuh sehingga mempunyai efek terapeutik pada demam
 Mengurangi nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan melalui perangsangan saraf di otot dan jaringan yang menyebabkan dibentuknya endorfin dan faktor neurohumoral lain.
 Mempengaruhi sistem imun/kekebalan tubuh (termasuk aktivitas makrofag, netrofil, natural killer cell (sel NK), limfosit, produksi imunoglobulin dan sistem komplemen)

Gejala pilek dan batuk juga sering didapati pada penderita rinitis alergika yaitu salah satu penyakit kronis yang mengenai selaput lendir hidung dengan gejala lainnya seperti hidung tersumbat, meler (keluarnya cairan hidung), bersin, nyeri kepala hingga nyeri di muka/pipi. Keadaan ini bila tidak ditangani akan menurunkan kualitas hidup, produktivitas kerja dan pada usia sekolah maka murid akan sering tidak masuk sekolah.

Pada penderita asma bronkial pun maka gejala batuk dan pilek menjadi yang utama di samping mengi (napas berbunyi “ngik”), sesak napas, rasa berat di dada. Perubahan cuaca atau musim tertentu dapat merupakan faktor pencetus kambuhnya gejala asma. Asma bronkial yaitu penyakit paru yang mempunyai karakteristik tertentu berupa penyempitan saluran napas yang tidak menetap, peradangan/inflamasi saluran napas dan respons saluran napas yang berlebihan (hiperaktivitas).

Asma merupakan penyakit kronik yang berlangsung lama dan kambuhan sehingga berdampak pada kehidupan pasien, keluarga maupun masyarakat. Sampai saat ini belum ada cara untuk menyembuhkan asma, hanya sebatas mengontrol kekambuhan dan memburuknya gejala saja.
Penanganan penderita asma bronkial yaitu dimulai dari menghindari faktor pencetus hingga penggunaan obat-obatan, baik obat minum maupun obat pelega pernapasan hirup (inhaler).Tujuan penatalaksanaan asma menurut Global Initiative for Asthma (GINA) diantaranya mempertahankan aktivitas normal, mencegah kekambuhan dan menghindari reaksi efek samping obat asma.

Sejak tahun 1997 World Health Organization (WHO) telah mengenalkan efektivitas akupunktur medik dalam mengobati penyakit saluran pernapasan kronik. Dari berbagai data hasil penelitian disimpulkan bahwa akupunktur medik dapat dipertimbangkan sebagai pilihan terapi untuk berbagai penyakit alergi seperti rinitis alergika dan asma bronkial. Selain terdapat perbaikan gejala klinis setelah akupunktur (yang dinilai dari skoring kuesioner) maka penilaian fungsi sistem pernapasan secara objektif dalam hal inipengukuran VEP1 (volume ekspirasi paksa detik pertama) juga mengalami perbaikan. Mekanisme kerja akupunktur sebagai imunomodulator menyebabkan terjadinya keseimbangan antara sel imun dan sitokin pro- dan anti-inflamasi. Perangsangan titik akupunktur di sekitar hidung akan merangsang cabang saraf trigeminal dan berdampak pada membaiknya sumbatan aliran udara di hidung serta dapat mengontrol bersin. Secara menyeluruh terdapat perbaikan pada kontrol gejala dan kualitas hidup penderita penyakit alergi ini.
Keuntungan akupunktur sebagai pilihan terapi yaitu: efek terapi dapat dirasakan segera, prosedurnya sederhana, tindakan yang aman karena berefek samping minimal, terbebas dari efek samping obat-obatan terutama obat asma yang paling sering dirasakan yaitu berdebar-debar.

  • By dr. Harizah Umri, Sp.Ak
  • 31 December 2018