PENYAKIT JANTUNG DIUSIA LANJUT

Nyeri yang dirasakan di daerah dada bisa berasal dari jantung maupun non jantung. Nyeri akibat masalah jantung paling sering disebabkan oleh adanya penyakit jantung koroner, namun bisa juga akibat masalah katup jantung, pembuluh darah, atau kelainan irama jantung. Nyeri dada non jantung bisa disebabkan oleh otot, paru, atau masalah psikis yang menyebabkan nyeri di daerah tersebut. Untuk membedakan asal dari keluhan nyeri di daerah dada, maka harus ditanyakan lebih lanjut mengenai pencetus keluhan, waktu dirasakannya keluhan tersebut baik lamanya maupun saat sedang melakukan apa, hal yang dapat mengurangi keluhan, lokasi nyeri dada dan daerah penjalaran nyeri, serta adakah gejala penyerta yang lain.

Usia merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penyakit jantung koroner. Faktor risiko lainnya adalah merokok, jenis kelamin, diabetes, hipertensi, kadar kolesterol tinggi (dislipidemia), riwayat keluarga dengan penyakit jantung, dan obesitas. Dulu, penderita penyakit jantung sering diidentikkan dengan usia. Jika usia sudah di atas 50 tahun baru waspada terhadap kemungkinan sakit jantung. Namun saat ini, seiring dengan berubahnya pola hidup seperti kurangnya aktivitas/olah raga, sering mengkonsumsi fast food yang banyak mengandung lemak, serta merokok yang telah menjadi gaya hidup, sehingga membuat usia bukan merupakan satu-satunya patokan untuk terkena penyakit jantung koroner. Saat ini banyak ditemukan penderita penyakit jantung koroner di usia kurang dari 40 tahun.

Nah, untuk lebih mengetahui tentang keluhan nyeri dada yang dialami, disarankan agar konsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Selain akan ditanyakan lebih lanjut mengenai karakteristik nyeri dada dan faktor risiko, mungkin diperlukan juga pemeriksaan penunjang untuk memastikan penyebab keluhan tersebut.

  • By dr. Ima Ansari Kusuma, Sp.JP, FIHA
  • 14 November 2017