MENINGITIS PADA ANAK

Apa itu meningitis ? Meningitis adalah infeksi atau peradangan pada selaput pembungkus jaringan otak dan atau pembungkus saraf tulang belakang yang disebabkan oleh mikroorganisme. Meningitis berbeda dengan ensefalitis, kalau ensefalitis peradangan mengenai jaringan otaknya, sedangkan meningitis mengenai selaput pembungkusnya. Seberapa banyak kasus meningitis ? Dari 100.000 orang, ada 3 yang terkenainfeksi meningitis. Di Amerika, ada 420 kasus meningitis pada tahun 1987, tahun 1997 menurun 1 kasus tiap 100.000 orang

Apa penyebab meningitis ? Penyebab meningitis sangat banyak, bisa bakteri, virus, parasit, jamur atau organism lain, namun yang terbanyak adalah infeksi bakteri. Bakteri penyebab terbanyak meningitis adalah Streptococcus pneumoniae, N meningitidis, dan H influenzae. Penyebab meningitis bakteri untuk tiap kelompok umur berbeda-beda organismenya. Kuman meningitis masuk melalui darah, kelenjar limfe, infeksi telinga atau secara langsung lewat tulang kepala. Apakah meningitis berbahaya ? Iya, semua meningitis berbahaya, karena yang terkena selaput otak pasti akan meluas ke jaringan otak. Sebanyak 20 % kasus akan meninggal, 40-50% kasus berhasil sembuh tetapi dengan gejala sisa, berupa gangguan perkembangan, gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, gizi, hidrosefalus, serebralpalsi dan epilepsy, Sementara yang 30-40 % akan sembuh sempurna.

Bagaimana mendeteksi gejala awal meningitis? Gejala umum meningitis pada anak adalah adanya demam dengan kejang dan penurunan kesadaran. Namun beberapa kasus tidak disertai kejang, dan lainnya kadang juga tidak ada penurunan kesadaran. Meningitis pada bayi kadang gejala hanya demam disertai adanya ubun-ubun besar membonjol. Pada anak yang lebih besar gejala khas berupa kaku kuduk. Jika ada gejala seperti ini maka anak secepatnya harus dibawa kedokter untuk mendapatkan antibiotic adosis otak. Bagaimana cara mencegah terjadinya meningitis? Sebagian meningitis dapat dicegah dengan melakukan imunisasi, 2 imunisasi yang dapat mencegah meningitis adalah imunisasi HiB (H influenzaeB) dan Pneumococcus (Streptococcus pneumonia). Imunisasi itu dapat mulai diberikan sejak bayi umur 2 bulan. Selain itu, yang juga penting adalah menjaga kondisi anak, ketahanan dan gizi anak.

  • By dr. Agung Triono, Sp.A (K)
  • 12 March 2018