Mengenal Vertigo

Apakah anda pernah sakit kepala atau pusing? Beberapa orang mendefinisikan pusing dengan sakit kepala yang hebat. Namun ketika rasa pusing menyebabkan penderitaan yang sangat hebat seperti merasakan benda-benda di sekitarnya bergerak-gerak memutar atau bergerak naik-turun, maka kondisi ini lebih sering disebut dengan vertigo. Vertigo bisa berlangsung hanya beberapa saat atau bisa berlanjut sampai beberapa jam atau hari. Penderita kadang merasa lebih baik jika berbaring diam, tetapi vertigo bisa berlanjut meskipun penderita tidak bergerak sama sekali.
Vertigo bukanlah suatu penyakit namun merupakan gejala suatu penyakit. Banyak sekali penyakit yang dapat memberikan gejala vertigo. Faktor neurologik, otologik, psikogenik, sistemik dan faktor fisiologik dapat menyebabkan vertigo. Dengan mengetahui penyebabnya, diharapkan pengobatan lebih efektif.
Faktor neurologik, misalnya karena terjadinya gangguan peredaran darah pada sistema vertebrobasiler, gangguan pada otak kecil, neuropati, cedera kepala, cedera leher, ataupun karena adanya tumor otak. Faktor otologik, bisa karena BPPV (Benigna paroxysmal positional vertigo), meniere disease, infeksi telinga, gangguan pada telinga dalam. BPPV adalah salah satu jenis vertigo yang paling sering terjadi, adanya vertigo yang dirasakan berputar, timbul mendadak pada perubahan posisi, misalnya miring ke satu sisi, bangkit dari tidur, menunduk atau menengadah, serangan berlangsung singkat, bisa diserati mual atau muntah. Faktor psikogenik, bisa terjadi pada orang yang mengalami depresi, cemas, panik, fobia, ataupun gangguan psikosomatis. Faktor sistemik, bisa terjadi karena adanya gangguan kardiovaskular, peningkatan atau penurunan kadar gula darah, infeksi tubuh, atau karena intoksikasi obat-obatan. Beberapa obat yang dilaporkan dapat menyebabkan gangguan vestibular antara lain: kloroform, kokain, streptomisin, gentamisin, tobramisin, cisplatin, salisilat dosis tinggi, kloroquin. Faktor fisiologik, misalnya vertigo yang terjadi karena melihat dari ketinggian ataupun karena mabuk gerakan.
Pemeriksaan fisik yang harus dilakukan meliputi pemeriksaan saraf cranial, motorik, keseimbangan, dan sensorik. Selain itu, pemeriksaan penunjang juga perlu dilakukan seperti MRI, CT-Scan atau BERA (Brainstem Evoked Response Audiometry). Ini semua supaya dapat menemukan penyebab vertigo secara akurat. BERA merupakan alat yang efektif untuk mengevaluasi saluran atau organ pendengaran mulai dari perifer sampai batang otak, selain itu BERA juga dapat digunakan untuk mendeteksi dini adanya gangguan pendengaran bahkan sejak bayi baru lahir.
Pengobatan dilakukan sesuai dengan jenis vertigo dan penyebabnya. Sebagian kasus vertigo bisa sembuh tanpa pengobatan. Hal ini dikarenakan otak berhasil beradaptasi dengan perubahan pada telinga bagian dalam. Pemberian obat untuk mengurangi gejala disertai dengan latihan fisik rehabilitasi untuk adaptasi keseimbangan.
Berikut ini adalah beberapa macam tindakan pencegahan untuk vertigo antara lain : menerapkan gaya hidup sehat; mengurangi faktor resiko seperti mencegah stroke, kolesterol tinggi, kadar gula tinggi dan berat badan berlebih; menjalani perawatan sesuai dengan penyebabnya; mengendalikan diri agar pikiran dan perasaan tidak tertekan sehingga terhindar stress.

  • By dr. Airin Angelina, Sp.S
  • 23 February 2017