MENGENAL PENYAKIT FLU SINGAPORE

Banyak orang tua yang merasa khawatir dengan adanya flu singapore yang diderita anak khususnya di Jogja.Seringnya orang tua datang memeriksakan putra-putrinya dengan keluhan demam dan muncul bintik-bintik merah di tangan, kaki serta muncul sariawan di mulutnya. Jadi sebenarnya flu singapore atau yang dapat disebut dengan Hand, Foot, Mouth Disease(HFMD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dari gen Enterovirus, yang menyebabkan ruam pada tangan, kaki, dan mulut. Gejala yang muncul biasanya diawali oleh demam, nyeri tenggorokan / menelan, nafsu makan yang menurun, muncul bintik-bintik merah di rongga mulut (biasanya berawal di belakang langit-langit) yang kemudian pecah menjadi sariawan, kemudian 1-2 hari timbul ruam kulit dan bintik merah di telapak tangan dan kaki. Meskipun kelainan selaput lendir dan kulit pada HFMD terutama melibatkan rongga mulut, telapak tangan dan kaki, namun ruam dapat juga timbul di tungkai, lengan, bokong, dan kulit sekitar kemaluan. Penderita HFMD dapat menyebarkan virus melalui secret / cairan hidung (ingus), tenggorokan (ludah, dahak), lesi kulit yang pecah, kotorannya, serta kontak dengan objek atau permukaan yang tercemar oleh virus (gagang pintu, permukaan meja, perabotan rumah, dll). Orang dewasa dan orang dengan sistem kekebalan tubuh baik mungkin saja terinfeksi virus HFMD namun tidak menunjukkan gejala sama sekali (asimtomatik). Kelompok ini bukanlah kelompok penderita namun potensial sebagai pembawa (carrier) virus HFMD dan dapat menyebarkan virus ini.

Tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit HFMD, karena virus ini bersifat “self limiting” yang akan sembuh sendiri apa bila kekebalan tubuh atau imun penderita baik.Yang bisa diberikan hanyalah obat-obatan yang bersifat simtomatis atau pengobatan untuk mengatasi keluhan. Seperti paracetamol untuk mengatasi demam dan nyeri, kompres hangat dan pemberian minum yang lebih sering untuk membantu menurunkan demam anak. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan anak agar terhindar dari virus tersebut antara lain, tidak membuang ludah dan menyentuh mulut penderita dengan tangan, membiasakan menutup hidung dan mulut saat bersin atau batuk, mencuci tangan dengan benar setelah menyentuh permukaan yang kotor dan sebelum makan.

  • By dr. Aninda Dian Anggraeni
  • 04 December 2018