MENGENAL PENYAKIT AUTOIMUN

Terlebih dahulu saya akan menjelaskan mengenai sistem daya tahan tubuh manusia yang disebut sistem imunitas. Pada keadaan normal sistem imun manusia bekerja melindungi tubuh dari ancaman patogen seperti misalnya bakteri, virus ataupun parasit yang berada dilingkungan kita dengan membentuk suatu antibodi tertentu.

Oleh karena itu untuk dapat menjalankan fungsinya dengan baik, sistem imunitas yang normal harus dapat mengenali dan membedakan sel tubuh yang sehat dan sel tubuh yang terinfeksi patogen - patogen tersebut. Pada penyakit autoimun sistem pengenalan ini tidak berjalan sebagaimana mestinya akibatnya sistem imunitas memproduksi antibodi yang bekerja secara berlebihan dan menyerang sel tubuh sendiri yang dikenal dengan istilah “autoimun”. Berat ringannya manifestasi yang ditimbulkan tergantung sel –sel apa yang diserang dan seberapa luas pengaruhnya.

ANA test (Anti Nuclear Antibodi Test) adalah salah satu pemeriksaan laboratorium untuk menentukan apakah terjadi suatu proses autoimun dalam diri anda, dengan cara memeriksa kadar antibodi “yang salah” tersebut. Namun perlu diingat bahwa hasil tes ANA yang positif juga bisa dijumpai pada orang sehat, sehingga penting untuk melihat manifestasi klinis apa saja yang timbul sehingga dokter dapat menentukan apakah seseorang benar benar terkena penyakit autoimun apa tidak. Dengan penegakkan diagnosis dan terapi yang tepat suatu penyakit autoimun dapat dikontrol dengan baik, sehingga penderita penyakit autoimun dapat menikmati hidupnya dengan baik pula. Pemeriksaan ANA test maupun konsultasi mengenai penyakit autoimun saat ini sudah dilayani di rumah sakit JIH.

  • By dr.Deshinta Putri Mulya Sp.PD - KAI
  • 12 February 2018