Gusi Mudah Berdarah

Pada dasarnya, gusi merupakan salah satu komponen dari jaringan pendukung gigi-geligi yang sering disebut sebagai jaringan periodontal. Dalam kondisi sehat dan normal, gusi umumnya tampak berwarna pink-coral yang segar dengan tekstur khas seperti kulit jeruk, konsistensi yang cukup kenyal dan batas bagian tepi yang tegas (tidak membulat tumpul). Pada kondisi dimana gusi mudah berdarah, menunjukkan terjadinya proses peradangan pada gusi tersebut yang ditandai dengan berubahnya perwujudan gusi sehat seperti tanda-tanda tersebut di atas. Peradangan yang terjadi ini dapat dipicu oleh penyebab-penyebab local atau dapat pula terkait dengan penyakit lain yang diderita seseorang secara lebih kompleks.

Terjadinya gusi berdarah umumnya muncul dan terjadi melalui adanya paparan trauma fisik atau mekanis ringan ataupun tumpul seperti terkena sikat gigi, tusuk gigi, tulang ayam, makan makanan yang cukup keras (yang menekan gusi), dan lain sebagainya. Faktor fisik atau mekanik inilah yang apabila terjadi pada gusi yang sedang mengalami peradangan maka akan memunculkan kondisi gusi berdarah. Akan tetapi, respon-respon tersebut tidakakan muncul pada gusi yang sehat selama trauma yang terjadi bukan merupakan trauma yang berasal dari benda tajam.

Peradangan yang terjadi pada gusi ini bersifat lebih umum dan tidak selalu identik dengan infeksi. Kondisi peradangan gusi yang dibiarkan dan tidak segera diobati atau ditangani dengan baik dapat berkembang menjadi peradangan yang lebih parah hingga dapat mengakibatkan infeksi. Durasi peradangan yang terjadi umumnya berkorelasi dengan faktor penyebab dan status peradangan gusi tersebut. Apabila gusi dalam kondisi meradang yang disebabkan oleh faktor local seperti penumpukan karang gigi yang belum terlalu parah, umumnya perdarahan pada gusi pasca terkena trauma fisik ringan akan dapat berhenti sekitar 3-5 menit kemudian. Akan tetapi apabila pendarahan yang terjadi akibat adanya keterkaitan dengan kondisi penyakit lainnya, maka dapat muncul perdarahan secara spontan (tanpa adanya trauma fisik ringan sekalipun) dan dengan durasi yang cukup lama (hingga dilakukannya tindakan medik oral).

Keterkaitan perdarahan pada gusi dengan kondisi penyakit lain yang diderita oleh seseorang antara lain terkait dengan adanya kondisi hemorrhagic disorder yang dapat disebabkan karena vascular abnormalities (defisiensi vitamin C dan alergi atau reaksi imunitas), platelet disorder (thrombocytopenic purpura), hypoprothrombinemia (defisiensi vitamin K), kelainan koagulasi lainnya (hemophilia, leukemia, Christmas disease), defisiensi faktor platelet tromboplastik, multiple myeloma, postrubella purpura, dan juga penggunaan terapi hormonal pada kontrasepsi oral.

Untuk mencegah terjadinya perdarah angusi oleh karena latar belakang kondisi lokal, dapat dilakukan dengan upaya pembersihan gigi-geligi yang adekuat, baik secara personal maupun dengan datang kedokter gigi. Sedangkan untuk kondisi perdarahan gusi yang berkaitan dengan kondisi penyakit lainnya yang lebih kompleks, membutuhkan perawatan yang lebih cermat dan komprehensif oleh tenaga medik oral profesional.

  • By drg. Arya Adiningrat, PhD
  • 08 January 2018