FUNCTIONAL MOVEMENT SCREENING ANTISIPASI RESIKO CIDERA

Fisioterapi merupakan bagian penting dalam berperan mencegah cidera, menangani cidera, melakukan rehabilitasi, sampai bisa melakukan olahraganya kembali sesuia dengan level yang di jalankan. Fisioterapi mulai berlahan di butuhkan di bidang olah raga di Indonesia karena mempunyai kompetensi dan standar yang jelas dalam menangani cidera atlet. Dan sangat diharapkan fisioterapi ikut berperan menjaga atlet dalam meraih prestasi baik nasional dan internasional.

Tidak dipungkiri pada olah raga professional diharuskan seorang atlet melakukan pemeriksaan medis sebelum memasuki musim pertandingan yang meliputi pemeriksaan jantung, paru dan fungsi muskulosceletal. Dalam melakukan pemeriksaan muskulosceletal ini biasanya dilakukan pemeriksaan spesifik setiap sendi dan membutuhkan waktu yang cukup lama setiap individunya. Dan dengan cara melakukan pemeriksaan gerak fungsional akan lebih cepat mengetahui kemampuan seorang atlet dalam melakukan gerakan dasar olahraga dan mengetahui mobilitas, stabilitas serta kekuatan yang dimiliki oleh atlet. Dalam pemeriksaan gerak fungsional tidak melihat performa melaikan konsentrasi pada kualitas bidang gerak tubuh, sehingga kita dapat melihat mobilitas, stabilitas dan kekuatan secara menyeluruh.

FMS functional movement screening merupakan alat ukur evaluasi gerak dasar dengan melihat pola dan kualitas gerak per individu. Dalam pemeriksaan ini bersifat dinamis dengan meng observasi system lokomotor baik dalam mempertahankan batang tubuh, mobilitas gerak dan mengolah musculoskeletal. Dan perlu kita ketahui bahwa gerak fungsional dibangun dari system propiosepsi yang membentuk motorik dasar mulai dari stabilitas proksimal terhadap mobilitas distal. FMS functional movement screening menilai gerak funsional melalui tiga aspek yaitu mobilitas tidak adanya keterbatasan gerak otot dan sendi, stabilitas merupakan posisi tubuh untuk mempertahankan terhadap gerakan, dan kontrol motorik kemampuan tubuh untuk memproduksi dan menerima beban baik konsentrik atau eksentrik serta sinergis kerja antara agonis dan antagonis.

Secara klinis FMS functional movement screening ini memberikan informasi per individu yang berhubungan dengan keterbatasan gerak kana dengan kiri, ketidakseimbangan, ketidaksimetrisan, dan kelemahan, sehinggan dapat di prediksi kemungkinan risiko cidera yang akan terjadi per individunya. FMS functional movement screening ini tepat dilakukan ketika sedang persiapan pertandingan atau pada saat musim pertandingan sedang berhenti, dan tidak disarankan saat musim sedang bergulir dilakukan pemeriksaan ini. Dengan pencegahan cidera sedini mungkin diharapkan dapat mendongkrak prestasi seorang atlet. *ny

  • By Dimas Liwung, amd.fis (Level 1 Sport Physiotherapy)
  • 18 August 2017