CIRI ANAK TERLAMBAT BERBICARA

Kemampuan dan kecepatan belajar berbicara dan berbahasa setiap anak berbeda. Gangguan dalam perkembangan bahasa merupakan salah satu gangguan perkembangan yang sering dijumpai pada anak dan merupakan gangguan yang peling sering membuat orang tua membawa anaknya kedokter. Keterlambatan bicara dan bahasa terjadi pada sekitar 5-10% anak usia pra sekolah. Orang tua harus memahami tahapan perkembangan anak, sehingga dapat mengenali ada tidaknya permasalahan selama masa tumbuh kembang sikecil.

Biasanya orang tua akan menunggu hingga usia 2-3 tahun untuk membawa anak kedokter karena anak belum mampu berbicara. Padahal tanda keterlambatan bicara sudah bisa kita deteksi sejak usia 6-12 bulan, dimana apabila kita deteksi dini maka anak akan segera mendapatkan intervensi yang nantinya akan memperbaiki luaran akhirnya. Tugas orang tua adalah memberikan stimulasi yang sesuai dengan usai anak agar anak dapat mencapai tahapan perkembangan sesuai dengan usianya. Optimalisasi perkembangan bahasa dan bicara anak dapat dilakukan dengan sering mengajak anak berkomunikasi dan berbicara, membacakan buku cerita, serta bernyanyi bersama. Sampai saat ini gadget dan televise bukan dianggap media stimulasi yang baik untuk perkembangan sikecil.

Deteksi dini dapat dilakukan dengan cara yang mudah oleh orang tua seperti memperhatikan adanya tanda bahaya pada aspek bicara dan bahasa antara lain: pada usia 6 bulan anak tidak mengeluarkan suara dan tidak respon ketika namanya dipanggil. Ketika berusia 12 bulan anak tidak babbling (mengoceh suku kata tunggal contoh: mamama papapa), tidak dapat menunjuk dengan jari untuk menyatakan keinginan dan ekspresi wajah yang kurang sesuai. Buah hati anda belum mengeluarkan kata yang berarti seperti memanggil mama/papa diusia 16 bulan serta belum dapat mengikuti satu instruksi sederhana diusia 18 bulan. Usia 2 tahun anak belum memiliki 25-50 kosa kata yang bermakna dan belum dapat merangkai 2 kata yang dapat dimengerti. Saat menginjak usia 3 tahun anak belum bisa memahami 2 perintah sederhana, belum memiliki 200 kosa kata serta belum dapat merangkai kalimat yang terdiri dari minimal 3 kata yang dapat dimengerti.

Apabila ayah bunda menemukan tanda bahaya tersebut maka perlu untuk segera memeriksakan putra/putrinya agar dilakukan penilaian perkembangan sehingga anak mendapat penanganan secepatnya.

  • By dr. Braghmandita Widya Indraswari M.Sc, SpA
  • 25 June 2018