CHEST PHYSIOTHERAPY PADA ANAK

Fisioterapi adalah pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutik dan mekanik), pelatihan fungsi dan komunikasi (Permenkes No. 80, 2013). Dalam Ikatan Fisioterapi Indonesia terdapat beberapa kelompok studi, antara lain sebagai berikut : pediatri, orthopaedi dan muskuloskeletal, olahraga, neurologi, kardiopulmonal dan integument.

Anak merupakan masa dimana organ-organ tubuhnya belum berfungsi secara optimal sehingga anak lebih rentan terhadap penyakit. Batuk merupakan salah satu penyakit yang paling sering menyerang pada anak yang mana merupakan karakteristik dari ketidakefektifan pembersihan jalan napas karena anak belum mampu mengeluarkan dahak dari saluran napas. Apabila masalah pembersihan jalan napas tidak ditangani secara tepat ,maka bisa menimbulkan masalah yang lebih berat seperti anak akan mengalami sesak napas yang hebat.

Salah satu cara untuk mengatasi ketidakefektifan pembersihan jalan napas yaitu dengan Chest Physiotherapy atau yang sering dikenal dengan Fisioterapi Dada pada anak. Chest Physiotherapy pada anak meliputi postural drainage dan clapping. Postural drainage yaitu cara klasik untuk mengeluarkan dahak dari paru dengan berbagai posisi disesuaikan dengan letak dahak pada paru anak. Sedangkan clapping adalah penepukkan ringan pada dinding dada dengan tangan dimana tangan membentuk seperti mangkuk. Dimana tujuan dari clapping  adalah jalan napas bersih, secara mekanik dapat melepaskan dahak yang melekat pada dinding bronkus dan mempertahankan fungsi otot-otot pernapasan.

Chest Physiotherapy dapat diberikan pada anak dari usia 0 tahun yang mengalami batuk. Tindakan tersebut tentunya diberikan sesuai dengan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan oleh fisioterapis. Dengan tindakan Chest Physiotherapy diharapkan mampu membantu mengurangi dahak pada anak dengan mekanisme keluarnya dahak bisa melalui mulut maupun buang air besar (BAB).
  • By Futri Kurniasari A.Md Ftr
  • 11 July 2018