Klinik Vaksin

Apa itu vaksin?

Vaksinasi adalah proses penyuntikan mikroorganisme penyebab penyakit yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh Anda, atau penyuntikan protein buatan laboratorium yang mirip dengan mikroorganisme tersebut.


Apa saja kegunaan dari vaksin?

Vaksinasi bertujuan untuk menstimulasi tubuh dalam pembentukan antibodi yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Agar ketika Anda terserang penyakit yang sebenarnya, tubuh sudah siap menangkalnya sehingga tidak berkembang menjadi penyakit.


Siapa saja sasaran vaksinasi?

Mereka yang ingin meningkatkan daya tahan tubuhnya terhadap suatu penyakit

Orang dengan resiko terpapar penyakit: pekerja kesehatan, pekerja rumah jompo, pekerja laboratorium, merawat anggota keluarga yang terkena penyakit

Orang dengan daya imunitas rendah: pasien yang menjalani kemoterapi, pasien yang mendapat pengobatan imunosupresan/steroid, pasien dengan komorbiditas penyakit tertentu (Diabetes Melitus, Tuberkulosis, Asma, Hipertensi, dll)

Geriatri / lanjut usia

Orang yang akan bepergian ke daerah endemis


Influenza

Influenza disebabkan oleh virus yang mudah menyebar melalui udara dan percikan ludah (droplet) serta sangat menular. Dengan melakukan vaksinasi influenza, maka akan mencegah Anda terserang virus yang dapat mengganggu aktivitas. Indikasi diberikannya vaksinasi influenza adalah semua individu berusia di atas 6 bulan, orang berusia lanjut (>50 tahun) dengan penyakit kronik atau tinggal di panti jompo, pasien yang baru pulang dari perawatan akut, wanita hamil trimester berapapun, calon Jemaah haji, dan orang berusia muda dengan penyakit jantung kronik, penyakit paru kronik, diabetes, gangguan ginjal, penurunan daya tahan tubuh, serta anggota keluarga atau petugas kesehatan yang menangani pasien tersebut.


Hepatitis A

Hepatitis A merupakan suatu penyakit peradangan hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A. Saat ini angka kejadian hepatitis A diperkirakan terjadi dalam 1,4 juta kasus baru per tahun di seluruh dunia. Dan vaksinasi Hepatitis A adalah salah satu vaksin yang diberikan bagi mereka yang akan bepergian ke negara berkembang dengan sanitasi dan kebersihan makanan kurang.

Hepatitis B

Hepatitis B adalah infeksi virus mengancam jiwa yang menyerang hati, yang ditularkan melalui transmisi ibu hamil kepada janin, paparan terhadap darah penderita, hubungan seksual, penggunaan jarum atau alat kedokteran tidak steril. Komplikasi Hepatitis B adalah sirosis hati/pengkerutan hati dan tumor hati. Semua dewasa yang belum divaksinasi dan memiliki resiko terinfeksi hepatitis B adalah tenaga medis, pengguna jarum suntik, tinggal satu rumah dengan penderita Hepatitis B, pengurus fasilitas untuk orang dengan keterbatasan, pasien hemodialysis, pasangan seksual seseorang dengan HbSAg positif, turis yang bepergian ke daerah endemic Hepatitis B, orang dengan penyakit hati kronik, dan orang yang menginginkan perlindungan terhadap infeksi Hepatitis B.


Tetanus Difteri

Tetanus adalah penyakit gangguan saraf akut yang ditandai dengan kekakuan seluruh tubuh akibat racun yang dihasilkan bakteri Clostridium Tetani. Sedangkan difteri adalah penyakit akut menular pada saluran nafas bagian atas yang disebabkan bakteri Corynebacterium diphteriae. Tetanus dan Difteri dapat menyebabkan kelumpuhan, hambatan jalan nafas, gangguan jantung hingga kematian. Seluruh orang dewasa yang belum mendapatkan vaksinasi sebelumnya merupakan indikasi dilakukan vaksinasi. Selain itu wanita hamil dapat diberikan pada trimester kedua dan ketiga jika riwayat terakhir mandapatkan vaksinasi lebih dari 10 tahun. Jika riwayat vaksinasi kurang dari 10 tahun, vaksin dapat diberikan segera paska melahirkan.


HPV

Human Papilloma Virus (HPV) adalah virus yang menginfeksi kulit dan mukosa terutama vagina, leher Rahim (serviks), penis, dan dubur. Infeksi HPV adalah penyebab utama kanker serviks. Perempuan berusia 10-55 tahun dan laki-laki usia 19-26 tahun adalah waktu yang sesuai indikasi untuk dilakukan vaksinasi HPV, karena faktanya tiap 2 menit di dunia dan 1 jam di Indonesia, 1 wanita meninggal karena kanker serviks.


Japanese Ensephalitis

Virus Japanese Encephalitis dapat menyebabkan ensefalitis atau infeksi otak. Banyak ditemukan di India, Bangladesh, Nepal, Pakistan, Cina dan Vietnam. Vaksin ini direkomendasikan bagi orang yang akan tinggal selama minimal satu bulan di daerah tersebut, wisatawan yang bekunjung kurang dari satu bulan, kunjungan kedua, atau yang akan melakukan aktivitas outdoor yang ekstensif.



LAYANAN KAMI