Pencegahan Anemia Saat Bulan Puasa

Rabu, 08 Mei 2019 240

Mengalami kondisi lemas, letih dan lesu saat berpuasa tentu sangat mengganggu jalannya ibadah puasa. Gejala anemia tersebut bisa menyerang siapa saja, utamanya ketika waktu makan yang terbatas selama bulan puasa dan tidak diiringi dengan pola makan yang baik untuk mencegah anemia. Anemia tentu erat kaitannya dengan asupan zat besi. Seperti yang kita ketahui, zat besi merupakan salah satu zat gizi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, namun mudah rusak atau kurang penyerapannya akibat adanya asupan zat penghambat lain dalam tubuh.

Asupan makanan yang rendah akan zat besi, karena pemilihan yang kurang tepat serta waktu makan yang terbatas, menjadi salah satu faktor utama pencetus kurangnya asupan zat besi dalam tubuh. Berikut beberapa tips yang dapat kita lakukan untuk mencegah anemia di bulan puasa:

1.    Selalu pilih makanan berprotein saat sahur dan berbuka, baik hewani maupun nabati yang tinggi zat besi. Sumber zat besi terbaik berasal dari makanan berprotein. Usahakan dalam setiap buka maupun sahur, terdapat paling tidak 1-2 jenis makanan berprotein sebagai lauk. Makanan berprotein hewani yang merupakan sumber zat besi adalah hati sapi, daging merah, telur atau ikan. Sedangkan makanan protein nabati yang paling tinggi sumber zat besi adalah kacang kedelai, kita dapat mengonsumsi kacang kedelai utuh maupun olahan misalnya sebagai tempe atau tahu.

2.    Perhatikan zat gizi lain pendukung penyerapan zat besi, yaitu vitamin C, asam folat dan vitamin B12. Selain asupan zat besi, perhatikan pula pemenuhan zat gizi yang mampu mendukung penyerapan zat besi, yaitu vitamin C. Vitamin C bisa didapatkan pada buah yang berwarna kuning atau oranye, misalnya jeruk atau papaya. Namun perlu diperhatikan untuk tidak mengonsumsi buah atau minuman sumber vitamin C yang sangat asam saat baru berbuka dan sahur karena akan menganggu fungsi pencernaan selama puasa. Selain itu zat gizi lain yang mampu mendukung produksi sel darah adalah asam folat dan vitamin B12. Asam folat biasanya ditemukan pada makanan seperti kacang polong, jeruk, produk gandum, hati, brokoli, kubis, dan bayam. Sedangkan vitamin B12 banyak terkandung dalam hati sapi, ikan, daging merah, telur, susu dan produk olahannya, serta sereal.

3.    Hindari aktivitas fisik terlalu berat. Anemia membuat Anda akan sering merasa lelah, lemas, dan lesu karena tubuh tidak memiliki cukup darah yang kaya oksigen. Anda juga mungkin akan rentan alami pusing, wajah pucat, sesak napas, hingga tangan dan kaki terasa dingin. Maka sebaiknya hindari dulu segala aktivitas fisik terlalu berat yang membuat Anda kelelahan. Hal ini tidak hanya memudahkan Anda menjalankan puasa, namun juga menjaga kesehatan Anda secara keseluruhan sampai tiba di hari yang fitri.

Jika Anda sudah melakukan penerapan pola makan seperti di atas namun masih kerap merasakan gejala anemia seperti mudah lemas dan letih, maka pertimbangkan untuk mengonsumsi tablet tambah darah dengan berkonsultasi pada dokter atau ahli gizi terlebih dahulu.