PARU SEHAT UNTUK SEMUA

Selasa, 08 Oktober 2019 90

Kesehatan paru menjadi isu pentingdi kesehatan dunia dan tanggal 25 September lalu diperingati sebagai hari Paru sedunia. Tema yang dipilih oleh Badan Kesehatan Dunia tahun 2019 adalah Paru Sehat untuk Semua. Beberapa fakta mengenai kesehatan paru didunia:

1.    Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dialami oleh 384 juta orang diseluruh dunia dan 3 juta diantaranya meninggal setiap tahunnya, dan menjadikannya sebagai penyebab kematian peringkat ke-3. Rokok, polusi udara dan asap rumah tangga menjadi faktor risiko tersering kejadian PPOK di Indonesia. Perempuan yang tidak pernah merokok juga dapat terdiagnosis PPOK karena pajanan asap rumah tangga antara lain asap akibat penggunaan kayu bakar dan arang didapur. Kerusakan paru pada PPOK bersifat irreversible dan kronik progresif sehingga tatalaksananya bertujuan meningkatkan kualitas hidup penderitanya dan mengurangi kematian akibat penyakit tersebut.

Deteksi dini terhadap penyakit PPOK mudah dan tidak mahal, namun masih belum banyak masyarakat yang mengetahui dan melakukannya. Pengukuran terhadap fungsi paru, jumlah udara yang masuk dan keluar paru merupakan cara yang dilakukan untuk diagnosis dan deteksi keberadaan hambatan aliran udara pernapasan. Pemeriksaan tersebut disebut spirometri dan dapat dijumpai dirumah sakit dengan pelayanan poli paru. Pemeriksaan spirometri dilakukan setiap tahun untuk deteksi dan menilai penurunan fungsi paru, karena secara alami fungsi paru akan mengalami penurunan akibat proses penuaan.

2.    Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyaki t infeksi dengan angka kematian yang tinggi. Jumlah kasus seluruh dunia sebanyak 10 juta kasus dan sebanyak 1,6 juta orang meninggal setiap tahun. Tuberculosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Mycobacteriumtuberculosis. Indonesia menduduki peringkat ketiga jumlah kasus TBC diseluruh dunia dan menjadi tanggungjawab bersama untuk menekan jumlah kasusnya. Mudahnya penularan, gejala klinis yang mirip dengan penyakit lain yang tidak berbahaya dan pengobatan yang harus dilakukan dalam jangka waktu minimal 6 bulan merupakan beberapa hal yang patut kita ketahui bersama. Sebagai penyakit infeksi, TBC bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat.

Batuk lebih dari 2 minggu merupakan gejala awal yang menjadi awal skrining terhadap keberadaan TBC. Pemeriksaan dahak menjadi pemeriksaan sederhana dan murah yang dapat dilakukan disemua puskesmas di Indonesia. Tuberculosis dapat pula mengenai organ selain paru, dari otak, selaput otak, kulit, usus, dan organ lain.

3.    Kanker paru menjadi penyebab 1.760.000 orang meninggal setiap tahun dan menjadikan kanker paru sebagai kanker yang paling mematikan.

Kanker paru memiliki gejala yang sama dengan penyakit pernapasan yang lain. Hal itu yang menjadikan sering kali kanker paru ditemukan dalam stadium lanjut. Karena angka tahan hidup kanker paru semakin pendek seiring dengan meningkatnya stadium, maka penemuan kasus lebih dini menjadi penting dengan deteksi dini pada kelompok yang berisiko tinggi  seperti perokok.

4.    Asma merupakan penyakit kronik yang paling sering pada anak dengan kasus sebanyak 334 juta terdiagnosis asma dan angkanya terus meningkat. Asma seringkali dianggap remeh dan tidak mendapat perhatian, padahal asma adalah penyakit kronik yang akan mempengaruhi kualitas hidup, produktivitas dan bahkan menyebabkan kematian. Hari bolos kerja atau sekolah, besar nilai ekonomi yang hilang selama eksaserbasi atau kambuh sangat besar. Berita baiknya adalah asma dapat dikendalikan dengan obat hisap yang sangat aman digunakan jangka panjang karena dosisnya yang sangat kecil. Deteksi dini keberadaan asma dapat dilakukan dengan pemeriksaan spirometri.

5.    Infeksi paru (pneumonia) menyebabkan kematian jutaan orang diseluruh dunia dan menjadikan pneumonia sebagai penyebab kematian tersering dikalangan kelompok usia yang sangat muda dan sangat tua. Pneumonia dapat dengan mudah dijumpai pada orang dengan usia ekstrim atau kondisi kekebalan tubuh yang kurang baik. Tata laksana dengan pemilihan antibiotic yang tepat dan cepat adalah kunci menurunkan risiko kematian akibat pneumonia. Demam, batuk dengan dahak warna kuning atau hijau, sesak merupakan gejala pneumonia yang lazim ditemui.

6.    Lebih dari 90% populasi dunia hidup dalam kualitas udara yang buruk melebihi batas panduan badan kesehatan dunia.

Pentingnya kualitas udara lingkungan yang kita hirup merupakan faktor pendukung kesehatan paru dan pernapasan yang tidak dapat diremehkan. Polusi udara, asap rokok lingkungan dan asap kebakaran hutan dampak berdampak buruk baik dalam waktu dekat mau pun jangka panjang.