Manfaat ASI Eksklusif Untuk Ibu dan Bayi

Senin, 29 April 2019 235

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi dan gizi yang sangat baik untuk tumbuh kembang bayi. WHO dan UNICEF saat ini merekomendasikan bahwa setiap bayi baru lahir sebaiknya mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan, dengan ASI lanjutan hingga 2 tahun atau lebih. Berbagai telaah ilmiah telah dilakukan oleh para ahli terhadap komposisi ASI dan pengaruhnya terhadap kesehatan bayi. Pesan yang dapat disampaikan adalah ASI mengandung nutrisi esensial yang cukup untuk bayi walaupun ibu dalam kondisi kurang gizi sekalipun dan mampu mengatasi infeksi dan mengandung antibodi.


Manfaat bagi Bayi Baru Lahir

ASI menyediakan semua zat besi, kalsium, dan vitamin, mineral yang dibutuhkan bayi baru lahir untuk pertumbuhannya selama enam bulan, dan tidak ada cairan atau makanan lain yang dibutuhkan. ASI mengandung antibodi dari ibu yang membantu membunuh penyakit, yang tidak dimiliki oleh pengganti ASI lainnya. Selama tahun pertama kehidupannya, sistem kekebalan bayi belum sepenuhnya berkembang dan tidak bisa melawan infeksi seperti halnya anak yang lebih besar atau orang dewasa, sehingga zat kekebalan yang terkandung dalam ASI sangat berguna untuk bayi. Selain itu UNICEF mengatakan bahwa praktek menyusui yang optimal dalam satu hingga dua tahun pertama, terutama menyusui eksklusif selama enam bulan, berpotensi mencegah 12-13% kematian balita di negara berkembang dari 1.4 juta kehidupan.


Manfaat Menyusui bagi Ibu

ASI tidak hanya bermanfaat untuk sang buah hati namun dapat memberikan manfaat juga bagi ibu. ASI terbukti dapat mengurangi resiko kanker rahim hingga 26% tiap tahunnya, dan dapat mengurangi resiko kanker ovarium yang mencapai 21% dibandingkan dengan yang tidak menyusui. Selain itu ASI juga terbukti dapat mengurangi depresi pada ibu pasca melahirkan dan dapat digunakan sebagai sarana mengembalikan berat badan seperti pada saat sebelum melahirkan. Sedangkan dari faktor psikologi, menyusui terbukti dapat meningkatkan kedekatan hubungan kasih sayang ibu dan anak sehingga bayi menjadi jarang menangis dan Ibu berperilaku lebih menyayangi kepada sang buah hati.


Pentingnya kolostrum pada ASI

Salah satu komponen terpenting yang terkandung dalam ASI adalah kolostrum. Kolostrum merupakan cairan berwarna kekuningan yang keluar dari payudara pada beberapa jam pertama kehidupan. Kolostrum seringkali dianggap sebagai cairan yang tidak cocok untuk bayi, padahal sesungguhnya kolostrum kaya akan sekretori immunoglobulin A (sIg A) yang berfungsi melapisi saluran cerna agar kuman tidak dapat masuk ke dalam aliran darah dan akan melindungi bayi sampai sistem imunnya (sistem kekebalan tubuh) berfungsi dengan baik. Kolostrum menjadi sangat penting untuk bayi karena kaya akan antibodi dan leukosit untuk perlindungan bayi dari infeksi, membantu mencegah penyakit kuning, memiliki faktor pertumbuhan yang membantu pematangan saluran cerna, mampu mencegah alergi, mencegah penyakit mata karena kaya akan vitamin A, dan mengandung banyak faktor-faktor pertumbuhan. Selain itu studi di India menunjukkan kematian neonatal dan pascaneonatal sekitar 5-6 kali lebih rendah pada bayi yang diberikan kolostrum dibanding dengan yang tidak.


Tips Agar Berhasil Memberikan Susu Eksklusif

1.  - Menyusui on demand (sesuka bayi) dan membangunkan bayi tiap 2-3 jam agar bayi menyusu

- Menyusui sesering mungkin minimal 8-12x sehari

- Tidak memberikan minuman atau makanan selain ASI

- Tidak memberikan dot atau kempeng karena akan mengakibatkan bingung membedakan antara dot atau putting

- Mempelajari cara menyusui yang benar, posisi, dan perlekatan

- Mengevaluasi berat badan bayi pada hari pertama kelahiran. Bila penurunan berat badan terlalu banyak, dan proses menyusui terlalu sulit, memerah ASI dan memberikannya pada bayi seringkali dapat membantu