KONSUMSI NASI DIBARENGI MIE INSTAN. AMANKAH?

Senin, 21 Oktober 2019 233

Kapan anda terakhir kali mengkonsumsi mie dengan nasi? Seberapa sering anda mengkonsumsi mie dengan nasi? Apabila sering dan hampir setiap minggu, lebih baik anda mengurangi konsumsi mie dicampur nasi sekarang juga.

Mie instan memang sangat mudah untuk di konsumsi karena sangat praktis. Namun bahan yang dikandung dalam mie instan tersebut juga dapat membahayakan tubuh kita bila dikonsumsi terlalu sering serta dicampur dengan bahan makanan lain yang tidak sesuai yang nantinya justru akan membawa masalah baru bagi kesehatan tubuh kita.

Mie instan untuk anak kos memang menjadi idaman karena selain harganya yang terjangkau, rasa yang enak juga mengenyangkan apalagi jika ditambah dengan nasi hangat. Tapi perlu diketahui oleh kita semua bahwa mie instan terbuat dari olahan tepung yang diproses berulang-ulang, seperti yang kita ketahui bersama mie atau tepung juga merupakan sumber karbohidrat, begitu pula dengan nasi juga termasuk makanan yang mengandung karbohidrat. Apabila keduanya dicampur dan dikonsumsi sekaligus, maka yang akan terjadi adalah gula darah kita akan naik dengan cepat. Sedangkan pankreas (kelenjar yang mengatur gula darah) memiliki batas untuk mengolah suatu makan menjadi gula dalam darah. Apabila kita sering mengkonsumsi mie instan dengan nasi sesering mungkin, maka hal tersebut juga bisa memicu terjadinya gangguan pada kelenjar pankreas karena terlalu berat untuk memecah karbohidrat menjadi gula darah.

Ditambah lagi dengan bahan-bahan yang untuk memberikan rasa gurih dan enak serta ketagihan. Justru rasa gurih yang didapat dari mie instan karena terlalu banyak kandungan vetsin. Perlu kita ketahui bersama, cara pengolahan mie instan juga harus diperhatikan. Penambahan bahan makanan yang tepat seperti sayuran dan protein juga perlu untuk mencapai gizi yang seimbang, serta waktu konsumsi juga perlu diperhatikan, cukup 1-2 kali saja per bulan.

Dalam satu porsi mie instan terkandung 400 kalori. Jumlah tersebut sama dengan jumlah nasi ukuran sedang. Jika dikonsumsi dalam satu waktu maka akan terjadi kelebihan karbohidrat dalam tubuh. Sedangkan tubuh kita hanya memerlukan 1200-1500 kalori per hari (aktivitas sedang). Mungkin efek yang diberikan tidak muncul sekarang, akan tetapi 4-5 tahun kemudian tubuh akan memberikan reaksinya karena kesalahan dalam mengkonsumsi mie instan yang terlalu sering serta penambahan nasi didalamnya. Biasanya tubuh akan memberikan efek seperti obesitas, diabetes, dan darah tinggi.

Tidak dianjurkan juga untuk yang sudah menderita diabetes mengkonsumsi mie instan dicampur dengan nasi. Jadi jika ingin mengkonsumsi mie instan tidak perlu dicampur dengan nasi cukup tambahkan dengan sayur dan protein, maka akan lebih aman dan lebih sehat serta atur waktu dalam mengkonsumsi mie instan. us oleh tubuh, dan akhirnya diubah menjadi bilirubin.  Penumpukan kadar bilirubin inilah yang dapat menyebabkan terjadinya batu empedu.  Sebuah data penelitian di Inggris menunjukkan bahwa lebih dari separuh penderita anemia bulan sabit akan memiliki komplikasi berupa terbentuknya batu empedu.

Berikut ini adalah faktor-faktor lain yang meningkatkan resiko untuk mengidap batu empedu :

* Berusia diatas 40 tahun.

* Sedang hamil.

* Memiliki anggota keluarga dengan penyakit yang sama.

* Sering mengonsumsi makan berlemak atau berkolesterol tinggi.

* Kekurangan serat dalam pola makanan.

* Penderita diabetes.

* Kelebihan berat badan atau mengalami obesitas.

* Penderita sirosis.

* Penderita gangguan pencernaan, misalnya penyakit Crohn dan sindromiritasiusus.

* Orang yang menggunakan ceftriaxone, yaitu antibiotik yang dapat digunakan untuk mengobati pneumonia, meningitis dan gonore.

* Orang yang mengalami penurunan berat badan secara drastis.