KENALI PENIS MENDELEP (BURRIED PENIS) PADA ANAK

Senin, 23 September 2019 219

Kelainan pada genital anak laki-laki sering kali tidak menimbulkan keluhan kesehatan dan luput dari perhatian orang tua. Akan tetapi, hal tersebut tidak berarti alat kelamin anak tidak patut mendapatkan perhatian orang tua. Kelainan genital pada anak laki-laki belum tentu membahayakan kesehatan, tetapi bias memengaruhi kelancaran buang air kecil, kesuburan anak dan pada kelainan tertentu jika dibiarkan bahkan dapat berkembang menjadi kanker. Dampak jangka Panjang, bias memengaruhi sisi psikologis anak.

Burried penis adalah kelainan yang menyebabkan penis tersembunyi di bawah kulit. Ukuran penis pada pasien burried penis sebenarnya normal, tetapi karena penyebab-penyebab tertentu menjadi tersembunyi. Hal ini penting dibedakan dengan kondisi mikropenis, yaitu kelainan dimana penis memang berukuran kecil.

Penyebab burried penis bisa merupakan bawaan lahir oleh karena perkembangan kulit penis yang kurang baik; dan bisa karena faktor yang “di-dapat”, seperti obesitas, lemak perut berlebih, atau trauma penis.Kebanyakan burried penis ditemukan pada bayi dan anak laki-laki pre-pubertas dengan keluhan ukuran penis yang terlihat kecil ataupun terjadi infeksi saluran kencing berulang karena kebersihan alat kelamin yang kurang baik. Beberapa juga mengeluhkan kesulitan mengontrol aliran kencing karena tidak bisa memanipulasi arah penis sehingga menghasilkan sensasi kurang puas saat kencing dan tidak bisa menahan kencing. Pada laki-laki yang lebih dewasa dengan burried penis, kemampuan ereksi bisa terganggu akibat nyeri dari peregangan kulit yang immobile. Selain itu, bisa terjadi penurunan kepercayaan diri pada pasien. Burried penis dapat diobati melalui operasir ekonstruksi oleh dokter khususnya urologi.

Burried penis sebaiknya dideteksi dini terutama bagi anak laki-laki yang hendak menjalankan sunat/ sirkumsisi. Sunat adalah prosedur memotong sebagian/seluruh kulup penis, yaitu kulit penutup di ujung penis yang bisa ditarik untuk melindungi kepala penis. Pada buried penis, kepala penis tidak terlihat sehingga harus berhati-hati dalam melakukan prosedur sunat. Pada beberapa kasus akibat burried penis, garis sunat yang dipotong dapat terlalu jauh dari kepala penis sehingga yang terpotong adalah kulit batang penis. Setelah sunat kulup seperti tetap tertinggal di kepala penis karena penis yang tersembunyi tidak dibebaskan. Akibatnya, anak harus menjalani suna tulang dan rekonstruksi penis yang tentunya bisa menjadi trauma bagi anak.

Pada kasus buried penis, sekitar 80 persen penderita mengalami hasil tidak bagus setelah sunat. Saat melakukan sunat, bias saja pemotongan tidak bagus atau menggunakan laser. Proses pembuangan kulit terlalu banyak sehingga menyebabkan penis masih terpendam. Pada anak laki-laki dengan buried penis yang sudah disunat, pembedahan koreksi buried penis akan menjadi lebih sulit karena kulit kulup penis sudah banyak terbuang. Hasilnya pun kurang maksimal dibandingkan anak-anak yang belum disunat. Oleh karenaitu, sangat penting bagi orang tua yang hendak menyunatkan anaknya agar berkonsultasi kedokter dahulu apabila dirasa terdapat kelainan pada penis anak laki-laki Anda.