KAKU PADA LEHER. APA PENYEBABNYA?

Selasa, 29 Oktober 2019 158

Pada era globalisasi ini manusia dituntut untuk bekerja lebih cepat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga terbentuknya sistem kerja yang statis dalam waktu yang relatif lama. Berbagai keluhan muncul salah satunya adalah nyeri leher. Nyeri leher merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling umum ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini dapat terjadi pada rentang usia berapapun dan tidak memandang jenis kelamin.

Penggunaan smart-phone sudah menjadi hal yang umum dimiliki di era digital. Sekitar 58% orang dewasa di Amerika Serikat beresiko mengalami nyeri otot dan punggung karena smartphone. Pada penelitian lainnya yang di publikasi International Journal of Occupational Safety and Argonomics, terdapat 53 persen perngguna smartphone menderita sakit leher (Debora, Yantina, 2017).

Aktifitas menunduk dalam jangka waktu yang cukup lama dapat menyebabkan otot-otot leher berkerja keras dalam menopang beban kepala. Semakin menunduk, maka bobot kepala semakin berat. Hal inilah yang membuat otot-otot bekerja lebih keras sehingga menyebabkan nyeri otot.

Gejala yang ditimbul-kan akibat nyeri pada tengkuk atau leher adalah berupa ketegangan otot  di daerah leher  yang mengakibatkan  gerakan leher terbatas sehingga gerakan fungsional leher seperti menengok, menunduk atau menengadahkan kepala terhambat.

Beberapa tindakan yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari guna mengurangi resiko nyeri atau kaku leher yang berkepanjangan, yaitu penguluran otot atau stretching. Stretching sangat membantu dalam mengembalikan fungsi kelenturan otot sehingga mampu mengurangi ketegangan otot akibat adanya rasa nyeri. Stretching dapat dilakukan penderita nyeri leher disela-sela aktivitasnya.

Sebagian besar orang-orang pekerja kantoran yang hampir di waktu kerjanya melakukan pekerjaaan yang statis, sebaiknya mulai mencoba untuk meluangkan waktu 15-20 menit untuk melakukan penguluran otot, karena hal ini sangat membantu dalam mengurangi nyeri atau kaku leher.

Adapun hal lain yang dapat diterapkan penderita nyeri atau kaku leher yaitu memulai dengan mengkoreksi postur dalam bekerja atau beraktivitas, seperti mengurangi aktifitas  menunduk dan mulai melakukan posisi ergonomis saat bekerja.

Nah, apabila penderita nyeri atau kaku leher sudah melakukan penguluran otot secara mandiri, namun masih  belum ada perubahan, sebaiknya segera kunjungi fisioterapi terdekat untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik, sehingga nyeri leher tidak menjadi pemicu terjadinya masalah kesehatan yang lain, seperti kesemutan yang menjalar ke tangan atau bahkan pusing yang berkepanjangan.