Kaki Pengkor Bukan Akhir Segalanya Bagi Anak

Senin, 30 Desember 2019 134

Seorang ibu meneteskan airmata dihadapan saya menjelaskan bahwa anak pertamanya menderita Kaki Pengkor atau saya sebut dengan Clubfoot. Walaupun saya sudah mengganti sebutan kondisi tersebut dengan bahasa yang lebih keren ( dengan harapan sang itu lebih tenang ) namun ibu itu tetap berurai airmata. Entah apa yang terlintas dipikiran saya bahwa bahasa yang dilembutkan akan memberikan efek yang berbeda. 

 

Sudah cukup dengan sekilas drama diatas. Yang pasti ibu tersebut datang membawa sang putra yang baru berusia satu minggu. Ibu mengeluhkan bentuk telapak kaki kanan putranya mengalami kelainan bentuk. Kaki bengkok atau miring atau mengalami deviasi kearah dalam dan mengarah ke pergelangan kaki. Selama kehamilan sang ibu tidak pernah mengalami kendala apapun, sang putra pun lahir secara normal. Tidak ada konsumsi obat dalam bentuk apapun, tekanan darah sepanjang kehamilanpun baik. Judulnya sang ibu sehat waalfiat tanpa gangguan apapun. Lalu mengapa ini bisa terjadi tanya sang ibu masih dengan penuh kesedihan. Sayapun mencoba untuk menerangkan dan menenangkan. Ibu, saya berkata, kaki pengkor atau clubfoot adalah kondisi yang dapat terjadi pada siapapun. Dari statistik yang pernah dikeluarkan, 1 dari 1000 kelahiran anak akan mengalami clubfoot atau kaki pengkor. Dan penyebab utamanya sampai saat masih unknown alias belum diketahui. Walaupun faktor keturunan bisa menjadi penyebab yang utama. Bila salah satu orangtua atau keduanya mengalami clubfoot maka keturunannya pun dapat menderita hal yang sama. 

 

Pada kaki pengkor sendiri terjadi kelainan anatomi pada kaki penderitanya, misalnya perubahan bentuk telapak kaki, pemendekan dari tendo achilles dan biasanya otot betis tidak berkembang dengan baik. Pada beberapa kasus  yang lebih kompleks, clubfoot ini tidak berdiri sendiri dalam arti akan disertai oleh kelainan skleletal lainnya misalnya Spina Bifida atau DDH. dua hal diatas akan kita bahas dikesempatan yang lain. 

sampai keterangan diatas sang ibu masih terus berurai airmata, aduh saya lupa menjelaskan solusinya.

Buru-buru saya menjelaskan lebih lanjut bahwa para orangtua yang memiliki anak dengan kelainan clubfoot tidak perlu khawatir karena kaki pengkor dapat disembuhkan dengan baik. Artinya anak dg clubfoot tetap akan dapat melakukan aktifitas seperti anak-anak lainnya bila clubfoot ini ditangani secar tepat. Alhamdulilah sampai sini sang ibu mulai lebih tenang. Lalu apa sih dok penanganan untuk clubfoot sang ibu bertanya dengan suara lebih tenang. 

 

Yang harus dipahami secara benar oleh para ibu dengan anak penderita clubfoot adalah, Clubfoot tidak akan sembuh dengan sendirinya tanpa tindakan apapun. Namun clubfoot dapat disembuhkan. Sekali lagi para orangtua, Clubfoot dapat disembuhkan. Dibutuhkan kesabaran dan komitmen yang luar biasa dari orangtua karena selama dilakukan tindakan anak tidak akan merasa nyaman yang otomatis akan berpengaruh terhadap emosi orangtua. Mengapa seperti itu?

 

Penanagan untuk Clubfoot adalah yang dikenal dengan Ponseti Method. Serial gips akan dilakukan empat sampai sepuluh kali. Yang artinya dokter akan melakukan tindakan manipulasi bertahap terhadap kaki anak anda dan dilakukan immobilisasi dengan gips. dan akan diganti setiap minggu. Selama pemakaian gips biasanya anak akan lebih rewel karena biasanya akan terjadi rasa gatal dan kadang akan disertai dengan kulit kemerahan dan luka pada beberapa anak yang memiliki kulit sensitif. setelah dilakukan serial gips maka dokter akan mengevaluasi bentuk kaki anak. Pada beberapa kasus mungkin akan diikuti tindakan operasi minor untuk memotong tendon achilles yang terlalu kaku. Setelah dinilai baik maka anak harus memakai sepatu khusus selama 2 sampai 3 bulan selama 23 jam sehari. Dan setelah itu dilanjutkan pemakaian sepatu khusus ini pada malam hari saat anak tiidur dan saat anak tidur siang, sampai anak berusia 4 tahun. Biasanya dengan penanganan yang tepat dan terkontrol maka anak akan memiliki kaki yang baik. Dan sekali lagi harus dipahami bahwa penanganan diatas membutuhkan komitmen yang luarbiasa dari orangtua. Karena kemungkinan untuk kembali lagi sangat besar bila melewati beberapa step dari proses diatas.

 

Selesai saya menjelaskan saya sudah dapat melihat sedikit senyum diwajah kedua orangtua. dan mereka sepakat untuk menjalani proses diatas. Dan saya berharap kedua orangtua berkomitmen untuk menjalani tindakan ini sampai tuntas.

Jadi bisa saya ambil kesimpulan bahwa kaki pengkor atau clubfoot adalah kondisi yang dapat diatasi dan memberikan hasil yang memuaskan.

Salam sehat dari penulis.