Haji Sehat, Haji Mabrur

Senin, 01 Juli 2019 62

Menunaikan ibadah haji merupakan rukun Islam ke-5 dan menjadi haji yang mabrur merupakan impian umat islam. Ibadah haji merupakan gabungan dari ibadah materi dan fisis, karena disamping membutuhkan dana yang tidak sedikit, ibadah haji menuntut badan yang sehat dan kuat agar dapat menjalankan rangkaian ibadah yang padat.

Ibadah haji yang diikuti oleh lebih dari 2 juta jamaah dilakukan di kota Mekah dan Madinah dalam jangka waktu yang relative terbatas. Kota Mekah dan Madinah yang memiliki iklim dan cuaca yang berbeda dengan di Indonesia. Udara panas, bahkan mungkin mencapai angka lebih dari 50 derajat celcius dengan tingkat kelembaban rendah menjadikan jamaah haji harus melakukan beberapa penyesuaian agar tidak terjadi gangguan kesehatan yang dapat mempengaruhi kelancaran ibadah bahkan dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang berakibat fatal.

Kuota jamaah haji Indonesia tahun 2019 ini adalah 231.000 jamaah dan sebagian besar jamaah haji Indonesia tergolong sebagai kelompok risiko tinggi karena usia lanjut dan gangguan kesehatan yang diderita dari tanah air. Aktivitas yang berat, kelelahan, cemas karena meninggalkan keluarga maupun bertemu dengan orang baru, kurangnya adaptasi terhadap suasana dan budaya yang baru memperberat status kesehatan jamaah haji.

Persiapan ibadah haji harus dimulai dari sebelum jamaah tersebut berangkat ke tanah suci. Olahraga untuk meningkatkan kebugaran tubuh dan konsultasi dengan dokter ahli yang menangani penyakit perlu dilakukan agar penyakit tersebut tidak menjadi gangguan atau halangan dalam menunaikan rangkaian ibadah haji. Persediaan obat dan suplemen yang dibutuhkan harus disiapkan dari tanah air karena mungkin obat tersebut akan sedikit sulit ditemukan di Arab Saudi.

Selama berada di tanah suci, terdapat beberapa hal yang selalu diingatkan oleh tim kesehatan demi menjaga kesehatan para jamaah. Hal tersebut antara lain:

1.      Hindari aktivitas berlebihan yang dapat menyebabkan kelelahan dan memburuknya kondisi kesehatan jemaah haji. Jangan memaksakan diri untuk melakukan kegiatan yang tidak wajib apabila kelelahan.

2.      Konsumsi obat yang dianjurkan secara teratur sesuai dengan penyakit yang diderita.

3.      Konsumsi makanan yang bergizi. Jamaah haji mendapatkan konsumsi dari catering yang terstandarisasi kebersihan, rasa dan waktu pemberiannya sehingga hindari menyimpan makanan untuk dikonsumsi di jam makan berikutnya karena risiko diare.

4.      Apabila beraktivitas di luar ruangan, jangan lupa gunakan payung, masker dan alas kaki.

5.      Sertakan selalu semprotan air, semprotkan kewajah dan bagian tubuh yang terbuka agar kelembaban kulit terjaga

6.      Minum air sesering mungkin dan tidak perlu menunggu haus. Suhu udara yang panas dan kelembaban yang rendah dapat menyebabkan dehidrasi dengan cepat tanpa disadari bahkan berkembang menjadi heat stroke yang dapat membahayakan apabila tidak cepat tertangani. Jumlah air yang disarankan adalah ½-1 gelas/ jam.

7.      Waspada terhadap ancaman infeksi Mers Cov yang dapat ditularkan melalui unta.

8.      Cuci tangan merupakan cara preventif yang efektif untuk mencegah diare.

9.      Jamaah haji dengan penyakit sebelumnya dapat memeriksakan diri secara teratur kepada dokter kloter selama ibadah berlangsung.

 

Dukungan pemerintah dalam penyelenggaraan Haji terutama di bidang kesehatan dilakukan sebelum dan selamai badah. Setiap kloter akan didampingi oleh 1 orang dokter dan 2 orang perawat yang sudah terlatih dan siap membantu 24 jam. Sedangkan untuk layanan kesehatan non kloter, pelayanan dapat dijumpai di sector sekitar hotel tempat jamaah menginap dan beberapa tempat strategis misalnya Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Tim promotif preventif juga dipersiapkan untuk mendampingi, memberikan penyuluhan dan mengidentifikasi gangguan kesehatan sejak awal selama jamaah berada di tanah suci. Apabila jamaah mengalami gangguan kesehatan yang membutuhkan perawatan lebih lanjut dapat dirujuk untuk rawat inap di Kantor Kesehatan Haji Mekah, Madinah atau di rumah sakit Arab Saudi. Selama puncak musim Haji (Arafah, Muzdalifahdan Mina), layanan kesehatan pun bergeser dan siap melayani jamaah haji Indonesia. Haji Sehat Haji Mabrur.